15 Harga Mati di NU

Inilah 15 harga mati di Nahdlatul Ulama (NU):

  1. NU adalah jam’iyah diniyah ijtimaiyah.
  2. Paham keagamaannya Quran, Sunnah, Ijma dan Qiyas.
  3. Menempuh pendekatan bermadzhab kepada ulama Aswaja (qaul dan manhaj).
  4. Dalam aqidah mengikuti madzhab Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Manshur al-Maturidi.
  5. Dalam fiqh mengikuti 4 madzhab
  6. Tasawufnya mengikuti Imam Junaid al-Baghddi, dan Imam Abu Hamid al-Ghazali.
  7. Dalam berfikir, bersikap, dan bertindak berprinsip tasamuh, tawassut, i’tidal dan tawazun.
  8. NU tidak liberal dan konservatif.
  9. Ulama sebagai penyambung matarantai faham Aswaja dan berfungsi sebagai pngelola, pengawas dan penyambung utama jalannya organisasi.
  10. Syuriah adalah pembuat kebijakan, dan tanfidziyah sebagai pelaksana kebijakan.
  11. Pancasila merupakan keputusan final NU dan selaras dengan syariat Islam. Maka harus dijaga dan dipertahankan.
  12. Menjaga jarak yang sama dengan partai politik.
  13. NU harus mandiri, tidak terkooptasi oleh penguasa dan pengusaha.
  14. Menjaga ukhuwah Islamiyah dan wathaniyah.
  15. Tidak ada pertentangan antara keberagamaan dan kebhinekaan.

Dari Fahmi, katanya dari KH Afifuddin Muhajir, 11 Januari 2017 atau 12 Rabiul Akhir 1438 H

Bagikan artikel ini:
Share