Benarkah Kabar Tabungan Hilang Setelah Kirim Nama Lengkap dan Nomor Kartu ATM?

Siang ini, untuk yang kesekian kalinya, saya menerima kiriman dari teman tentang kasus hilangnya tabungan di Bank BRI setelah pemilik rekeningnya mengirimkan nama lengkap dan nomor kartu ATM. Benarkah hal itu benar-benar terjadi?

Isi Berita

Richardus Valentinus Agus Wiryawan:
Richardus Valentinus Agus Wiryawan:
704N 13:
Mayor Suharto:
Info dr tetangga
‼⁉‼📛‼⁉‼

   W A S P A D A

Info dari sebelah :
Mengatasnamakan BRI
Teman terima sms dengan pengirim BRI ( bukan nomer HP )

Di sms itu tertulis :

Untuk keperluan pendataan ulang data Bpk/ Ibu di bank BRI, kami mohon kirimkan nama lengkap tidak disingkat dan nomer kartu ATM Bpk/ Ibu ke email Administrasi kredit@bri.co.id atau hubungi @CONTACT BRI di 14017
(Call centre BRI)

Karena pengirimnya terbaca nama BRI bukan nomer HP maka Dia pun otomatis mengirimkan data via email sesuai permintaan…………., karena Dia begitu percaya kalau sms itu benar² dari BRI.

Habis makan ….. Dia kebetulan perlu uang dan masuklah ke ATM terdekat dan wooaaaallllaaaa ……. uangnya di tabungan berkurang Rp 90 juta.

Dengan cepat Dia masuk ke kantor BRI dan ngeprint buku tabungan……… dan benar saja ada seseorang dengan fasilitas BRI mobile yang ngambil tabungan Dia………. 2 jam setelah Dia mereply sms pagi tadi.

Dia langsung lapor resmi kasus itu ke Bank nya. Dan gantian Bank nya yang bingung karena Dia di systemnya tampak tidak mempunyai fasilitas BRI Mobile ……, tapi kok bisa ngambil ?

CANGGIH ………‼
Mohon hati²…….. ! Modus penipuan baru

Teruskan….. ..!

Agar semuanya ber-hati-2 jangan sembarang jawab sms ataupun email.
Sms yang sama juga beredar dari Bank Mandiri dan Bank lainnya.

‼‼‼⛔
Mohon sebarkan dengan IKHLAS…

Analisis

Secara kasat mata, sebenarnya informasi di atas sudah hampir pasti termasuk hoax alias kabar bohong, karena telah terpenuhi dua unsur utama hoax, yaitu:

  1. Sumber tidak jelas; dan
  2. Minta disebarkan.

Meskipun demikian, cukup sulit meyakinkan pengirim berita bahwa informasi tersebut tidak berguna dan hanya meresahkan para pengguna Internet dan gadget. Masalahnya, tidak ditemukan adanya kabar BRI yang disebut-sebut dalam berita membantah adanya kejadian tersebut. Untuk itu, saya perlu menyampaikan beberapa hal yang merupakan kejanggalan dari informasi di atas:

  1. Pengirim SMS adalah BRI, bukan nomor telepon. Sebagai nasabah BRI, saya merasa ini suatu kejanggalan, karena SMS yang saya terima dari BRI selalu menampilkan nama “Bank BRI”, bukan “BRI” saja.
    Perubahan nomor HP menjadi nama seperti pada “Bank BRI” dikenal dengan nama SMS masking. Untuk mendapatkan fitur SMS masking dari operator telepon seluler, dibutuhkan persyaratan yang ketat, antara lain harus melampirkan dokumen pendukung legalitas perusahaan.[1] Artinya, tidak mudah atau hampir mustahil seseorang (penipu) mendaftarkan nama besar BRI untuk membuat SMS masking BRI.
  2. Email “Administrasi kredit@bri.co.id”.
    Penulisan alamat emailnya salah karena menggunakan spasi. Kalaupun ada alamat email administrasi.kredit@bri.co.id atau kredit@bri.co.id, itu hanya akan dikelola oleh unit yang menangani perkreditan di BRI, tidak berwenang untuk menangani kartu ATM.
  3. Fasilitas BRI mobile tidak mungkin dapat mentransfer dana yang begitu besar.
    BRI mobile meliputi beberapa fasilitas perbankan dalam perangkat telepon pintar, antara lain mobile banking dan Internet banking. Baik mobile banking maupun Internet banking membutuhkan verifikasi langsung melalui telepon seluler. Internet banking bahkan membutuhkan username yang sulit, password yang sulit ditebak, dan token yang hanya didapatkan melalui ponsel pemilik rekening. Hal itu sangat menyulitkan bagi penjahat untuk mencuri tabungan. Kalaupun berhasil dengan sangat susah payah dan hampir mustahil, mobile banking hanya dapat mentransfer paling banyak Rp 1 juta dan Internet banking hanya dapat mentransfer paling banyak Rp 20 juta ke sesama rekening BRI.
  4. Isu ini pernah tersebar beberapa tahun sebelumnya yang menimpa BCA. Dengan kata-kata yang senada, nasabah BCA diisukan ada yang kehilangan Rp 3 juta, ada yang Rp 15 juta. Kabar pembobolan akun BCA tersebut telah dinyatakan hoax oleh Alfons Tanujaya, seorang ahli keamanan komputer Indonesia, pada Agustus 2012 di situs detikcom.[2]
  5. Terakhir, saya kutipkan komentar seorang pengguna situs Kaskus dalam menanggapi berita itu pada bulan Juli 2014:
    logicnya sih gan kalo di database ada nomer hape berarti ada data lain seperti nomer kartu debit ya gan wkwk
    lagian itu domain email asli dan nomer telpon asli kok bisa penipuan gan? jadi nyalahin orang dalem dong? dan nomer telpon itu gan yang ngangkat ngga 1 orang doang, ada berapa ribu pekerja bca yang kong kalikong kalo gitu-_-last! ane himbau ts sebelum nyebar info di verifikasi dulu kebenaran fakta infonya gan. get your fact straight. kalo kayak gini asal tau gan, kalo ada orang bca baca trit ini, scan ip, cari lokasi, terus ketawan agan itu siapa bisa dituntut gan, siap siap aja pulang disergap pak pol[3]

Referensi

  1. [1]Syarat Ketentuan SMS Alpha Sender ID Indonesia, diakses 4 Januari 2017.
  2. [2]Kabar Hoax Pembobolan Akun BCA, diakses 4 Januari 2017.
  3. [3]penipuan modus baru canggih ..hati2 sms BCA, halaman 2, diakses 4 Januari 2017.
Bagikan artikel ini:
Share