Cara Tutup Poin MLM Forever Young Indonesia

Hallo, rekan-rekan dalam jaringan yang luar biasa.

Bagaimana kabar Anda di awal bulan ini? Saya harap Anda semua dalam keadaan sehat wal afiyat dan tentu saja tetap dengan semangat yang tinggi dalam menjalankan bisnis wirausaha Forever Young Indonesia (FYI) yang luar biasa ini.

Dalam kesempatan ini saya ingin berbicara tentang tutup poin alias tupo. Tentunya telah kita maklumi bersama bahwa di dalam usaha kita ini jika kita ingin mendapatkan bonus di bulan depan, maka kita harus melakukan tupo di bulan ini, yakni berbelanja produk FYI sehingga mencapai poin sejumlah 120 point value (PV).

Cara tupo yang sudah kita ketahui adalah berbelanja kebutuhan hidup kita sehari-hari, mengganti produk-produk yang selama ini kita pakai dengan produk-produk FYI, ditambah produk lainnya yang sangat bermanfaat untuk kesehatan kita.

Di samping itu, kita dapat menjual produk-produk FYI kepada orang-orang di sekitar kita sehingga kita mendapatkan retailing profit (selisih antara harga konsumen dan harga distributor). Cara ini jelas membantu kita untuk tupo de¬ngan pengeluaran yang lebih ringan. Dalam hal ini kita boleh menitipkan produk di warung, toko, apotek, minimarket, rumah makan, dan sebagainya. Untuk menarik perhatian konsumen, bila perlu kita buat iklan dalam bentuk pamflet/poster yang kita tempel di tempat kita menitipkan produk.

Sebagai contoh, Ginscafe Plus yang kita beli dengan harga per sachet sekitar Rp 1.750 (Jawa-Bali-Sumatera) kita titipkan di warung dengan harga Rp 2.000. Warung tersebut menjual Rp 2.200. Harga bisa menjadi Rp 2.500 jika konsumen minum di tempat itu juga.

Dari contoh Ginscafe Plus tersebut saja, dapat kita lihat bahwa tupo sebenarnya bukan merupakan hal yang terlalu sulit. Berapa banyak warung dan toko di sekitar kita yang dapat kita titipi? Apa sulitnya menempelkan tulisan berbunyi “Di sini tersedia kopi kesehatan…”? Apalagi di sepanjang bulan Februari sampai dengan April 2003 ini diberlakukan promo di mana kita bisa langsung tupo jika membeli 100 sachet Ginscafe Plus dalam satu cash bill (kuitansi).

Lalu bagaimana jika kita masih juga kesulitan dana untuk berbelanja barang dagangan? Apakah kita harus berhutang? Boleh-boleh saja ngutang. Tetapi, itu bukan satu-satunya jalan. Masih ada alternatif yang bisa kita tempuh, yaitu menyuruh orang lain berbelanja langsung ke stockiest/DC dengan menggunakan nama kita. Kita boleh memberikan foto kopi kartu anggota kita atau selembar kertas lain yang mencantumkan nama, nomor distributor, dan nomor distributor upline kita.

Kita berikan lembaran tersebut kepada kerabat, tetangga, dan orang-orang lainnya yang sementara ini belum tertarik untuk menjalankan bisnis FYI, tetapi bersedia membeli produk FYI. Kita akan mendapatkan poin, tetapi tidak mendapatkan laba. Sedangkan orang tersebut akan mendapatkan harga murah, tetapi tidak mendapatkan manfaat bisnis yang luar biasa ini. Dengan kata lain, kita memberikan retailing profit kepada orang yang telah membantu kita untuk tupo.

Jika suatu saat dia ingin juga menjadi distributor, maka dia harus berbicara terlebih dahulu dengan kita karena kitalah yang akan mengatur penempatannya apakah langsung di bawah kita atau di bawah downline kita yang belum memiliki dua kaki jaringan.

Nah, demikianlah beberapa patah kata dari saya tentang tata cara tupo. Oleh karena itu, janganlah melewatkan tupo. Sebab, dengan tupo bukan saja bonus yang akan Anda raih, tetapi juga bertambahnya poin akumulasi yang berpe¬ngaruh terhadap besarnya persentase quantity discount (QD) sampai ke cepatnya kenaikan jenjang karier Anda, yang pada gilirannya meningkatkan besarnya bonus bulanan Anda.

Berbahagialah Anda yang dengan tepat dan cepat memutuskan untuk bergabung dengan bisnis MLM FYI karena dengan semakin cepat Anda terjun ke bisnis ini, akan semakin cepat bisnis Anda berkembang.

Kiranya sekian, mohon maaf atas segala kekeliruan saya.

Go SND!

Ahmad Abdul Haq
I-700654
http://www.foreverst.cjb.net

Bagikan artikel ini:
Share