DPR Baru Lebih Buruk

Pindahan dari Multiply

URL: http://dprwatch.multiply.com/journal/item/11/DPR-Baru-Lebih-Buruk

Sumber: Harian Warta Kota, 05-04-2009

Surabaya, Warta Kota

Anggota DPR Joko Susilo mengemukakan, kualitas anggota DPR hasil Pemilu 2009 diperkirakan akan lebih buruk. “Sekarang ini banyak calon anggota DPR dari kalangan selebritis dan orang terkenal yang hanya menjual nama dan popularitas,” kata politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu di Surabaya, Minggu (5/4).

Selain itu saat ini banyak calon anggota DPR periode 2004-2009 yang berkualitas buruk diajukan kembali oleh partai. Misalnya, selama lima tahun mereka itu tidak pernah masuk ke gedung dewan, apalagi mengikuti sidang.

“Ada sejumlah tokoh yang selama lima tahun itu masuk ke kantor dewan tidak lebih dari 10 kali, tapi ketika kampanye di Surabaya dielu-elukan seperti pahlawan saja. Ini masalah, karena yang dirugikan adalah rakyat juga,” kata mantan wartawan itu.

Konyolnya, Badan Kehormatan (BK) DPR tidak berani memberikan tindakan, karena yang bermasalah itu adalah tokoh-tokoh dari partai politik. “Saya kira ini juga merupakan kegagalan dari pers kita yang tidak mengungkap hal-hal yang seperti ini. Coba ada yang mempermasalahkan anggota dewan yang seperti itu,” katanya.

Karena itu, ia pesimis DPR periode mendatang mampu melaksanakan fungsi legislasi dan fungsi lainnya secara maksimal.

Ia mengemukakan, di DPR itu ada empat tipe anggota. Pertama anggota yang vokal, kreatif, idealis dan dinamis. Kelompok ini hanya lima hingga 10 persen di setiap komisi. “Sayangnya, kelompok ini tidak mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Padahal kami selalu bersuara keras menyoroti masalah dan bersikap tegas, tapi tidak pernah mendapatkan dukungan,” katanya.

Kelompok kedua banyak mengeluarkan pernyataan, namun tidak didukung dengan data dan analisa. Kelompok ini merupakan mayoritas di DPR, yakni sekitar 40 hingga 50 persen. “Ketiga adalah kelompk 4D, yakni datang, duduk, dengar, dan duit. Ini lebih kecil dari yang lain. Kelompok keempat adalah yang sebutkan tadi, kelompok pemalas. Kelompok pemalas ini banyak yang tokoh terkenal dan selama lima tahun hanya mengikuti sidang satu atau dua kali,” katanya mengungkapkan. (Ant/tig)

Bagikan artikel ini:
Share