Kisah Sepotong Kue

Alkisah terdapatlah 2 anak yang disayangi oleh sang ayah. Anak pertama karena telah bekerja keras mendapat kue besar, sedang anak kedua mendapat cupcake telah membantu ayahnya dan ia pun sudah senang bukan kepalang.

Ayah mereka berdua adalah pemilik roti kue terbesar di kota.
Bisnis sang ayah semakin besar, sehingga ia meminta bantuan lebih dari kedua anaknya.

Sang ayah meminta lebih bekerja keras kepada mereka berdua. Karena anak pertama pandai mencari uang, ia diminta untuk bekerja lebih keras, karena harga2 bahan baku mulai meningkat.

Anak kedua bertugas membantu anak pertama mencari pelanggan demi tambahan penghasilan dengan tambahan menjaga toko ayahnya agar tidak kerampokan. Ia biasa latihan silat atau karate sebelumnya.

Waktu berlalu. Ayahnya yang dikenal bijak, tibalah memberi kue pada mereka atas kerja kerasnya.

Anak pertama mendapat kue besar seperti biasanya, namun kali ini, ayahnya memotongnya. Ia paham, apa yg dikehendaki sang ayah tidak tercapai.

Anak selanjutnya diberi cupcake kecil seperti biasanya. Entah kenapa sang ayah saat itu berjanji ingin memberikan cupcake 1 lagi. Sang anak senang bukan kepalang mendengarnya. Sudah terbayang baginya untuk menikmati cupcake kecil 1 lagi.

Hal ini didengar anak pertama. Ia merasa hal tersebut tidak pantas. Ia menganggap saudaranya hanya merengek2 saja kerjaannya tidak sepertinya yg pontang panting sepanjang hari.

Ia pun melaporkan hal ini kepada ayahnya.. Sang ayah yang merahasiakan hal ini menjadi tidak tenang. Dan memutuskan untuk tidak memberikan 1 cupcake tambahan bagi si anak.

Sementara, di luar sana, anak itu masih memegang cupcake pertama nya, memakannya sedikit2 sambil membayangkan betapa nikmatnya menunggu cupcake kedua yg akan diberikan ayahnya..

Ia masih senyum2, memegang erat cupcake pertamanya sambil berdiri didepan toko ayahnya. Menjaganya hingga malam begitu larut untuk diselami..

Ia tidak tahu, bahwa cupcake keduanya tidak (akan) pernah datang (segera).

Bagikan artikel ini:
Share