Master Plan Gerakan Buruh Islam – Partai Buruh Islam (2)

Permasalahan yang dihadapi umat Islam di Indonesia

Beragam Cara Menegakkan Syariah Islam

Data dan Fakta

  1. Banyak cara dalam mendirikan Negara atau menegakkan ideologi yang diusung, yaitu :
    1. People power disertai mogok massal Buruh, contoh Republik Syiah Iran. Korban jiwa sekitar 6.000 jiwa tewas.
    2. Hijrah ke daerah kosong kekuasaan, contoh Rasul SAW yang hijrah dari Mekah ke Madinah.
    3. Kudeta senjata, contoh As-sisi terhadap Mursi dan Muammar Kaddafi di Libya.
    4. Pemberontakan Senjata terhadap pemerintahan yang lemah, contoh Daulah Abbasiyah kepada Daulah Umayyah
    5. Proklamasi ketika penguasa bersenjata lemah, contoh NKRI yang berdiri ketika penguasa Jepang sedang lemah-lemahnya.
    6. Melalui perjuangan Partai Politik, contoh NAZI yang berhasil merubah jerman menjadi negara diktator totaliter dengan segala ideologi NAZI.
    7. Dakwah tauhid alias pemurnian akidah dan mencari penguasa yang mau menerima ideologi Islam dan menjalankan hukum pidana Islam, contoh Muhammad bin Abdul Wahab yang menawarkan Raja Saud untuk menjadikan Islam sebagai ideologi Negara.
  2. Faktanya NKRI sekarang ini masih memiliki 40.000 Polisi aktif bersenjata dan sekitar 840.000 tentara aktif bersenjata.

Masalah

  1. Ketika akan mencoba menggunakan cara people power melawan tentara bersenjata, maka akan jatuh korban sedangkan kita diperintahkan untuk memelihara jiwa kecuali dalam peperangan bersenjata menegakkan agama Allah SWT. Allah SWT berfirman : “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. (QS. Al Maidah: 32).
  2. Sedangkan untuk hijrah ke daerah kosong kekuasaan sudah tidak dimungkinkan, hal ini karena semua wilayah di muka bumi sudah memiliki penguasa masing-masing.
  3. Kudeta senjata terhadap pemerintahan yang sah juga bukan jalan yang direkomendasikan, hal ini seperti cara-cara khawarij.
  4. Proklamasi lalu melakukan pemberontakan senjata head to head dengan pemerintahan yang lemah bisa dilakukan. Namun hal ini tidak bisa diprediksi kapan datangnya.
  5. Cara dakwah tauhid lalu menawarkan kepada penguasa untuk mengganti ideologi juga merupakan hal yang mustahil di zaman ketika ideologi telah tertulis di buku-buku konstitusi.

Solusi

  1. Gerakan-gerakan Islam di dunia berbagi peran masing-masing, di antaranya adalah :
    1. Salafy Surury dakwah tauhid dan menyusup ke sel-sel sekuleris.
    2. Salafy Jihadis menggelorakan jihad di daerah-daerah di mana penguasa lemah secara militer.
    3. Ikhwanul Muslimin Parlementer menjaga kepentingan kaum muslimin melalui perjuangan partai politik.
    4. Hizbut Tahrir melakukan serangan pemikiran melalui muktamar-muktamar dan perang gerilya melawan media melalui penyebaran buletin jum’at
    5. Jamaah Tabligh menyusup ke sel-sel sekuleris.
    6. Gerakan-gerakan Islam lokal di masing-masing daerah seharusnya berusaha menjaga akidah umat Islam dari serangan missionaris.
    7. Gerakan-gerakan debat Muslim non Muslim berusaha meluruskan kesalahan dan kesesatan orang kafir harbi terhadap agama mereka sehingga mereka masuk ke dalam Islam.
    8. Gerakan-gerakan politik di masing-masing negara berusaha menjaga kepentingan kaum muslimin melalui perjuangan partai politik.
  2. Cara yang mungkin dilakukan di Indonesia adalah perjuangan melalui Partai Politik. Hal ini merupakan suatu yang bisa dilakukan ketika pemerintahan sekuler mencengkram kuat dengan bedil-bedil mereka.
  3. Selama masa pemerintahan sekuler yang kuat kita akan berjuang melalui Partai Politik, namun ketika penguasa lemah, kita akan beralih ke dalam perjuangan senjata. Hal ini adalah hal lumrah dilakukan di seluruh penjuru dunia.

Kekalahan Partai-partai Islam Dalam 4 Kali Pemilu Zaman Reformasi

Data dan Fakta

  1. Sejak era reformasi, partai-partai Islam tidak pernah mendapatkan 40% kursi DPR. Padahal jika ingin melakukan islamisasi undang-undang maka kita harus bisa menguasai 55% kursi DPR-RI. Berikut data perolehan suara Partai Islam sejak Pemilu legislatif 1999 :
    1. 1999 33,74% (Wikipedia) diikuti oleh 48 Partai Politik
    2. 2004 38,95% (Wikipedia) diikuti oleh 24 Partai Politik
    3. 2009 28,76% (Wikipedia) diikuti oleh 38 Partai Politik
    4. 2014 29,95% (Wikipedia) diikuti oleh 12 Partai Politik
  2. Nama Partai-partai yang membawa nama Buruh atau serikat adalah :
    1. Partai Syarikat Islam Indonesia
    2. Partai Syarikat Islam Indonesia 1905
    3. Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia
    4. Partai Buruh Nasional
    5. Partai Solidaritas Pekerja
    6. Partai Pekerja Indonesia
    7. Partai Sarikat Indonesia
    8. Partai Buruh Sosial Demokrat
    9. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
    10. Partai Buruh
  3. Perolehan suara yang rendah yang dialami partai-partai Buruh, pekerja, dan Serikat Islam dengan beragam ideologi berbanding terbalik dengan jumlah massa besar Buruh Indonesia yang sangat besar. Berdasarkan data BPS tahun 2014, jumlah angkatan kerja di Indonesia sekitar 125,3 juta orang yang terbagi menjadi:
    1. 118,2 juta bekerja, sedangkan sisanya 7 juta orang bekerja sebagai buruh serabutan / pengangguran terselubung
    2. 47,5 juta Buruh bekerja pada kegiatan formal sedangkan 70,7 juta Buruh bekerja pada kegiatan informal
    3. 55,3 juta Buruh memiliki jenjang pendidikan SD ke bawah, 21,1 juta Buruh jenjang SMP, 3,1 juta Buruh diploma, dan 8,8 juta Buruh berpendidikan Universitas.
    4. Bahkan pada 2016 BPS mencatat Buruh di Indonesia sekitar 120,6 juta jiwa dengan pekerja di sektor industri sebesar 15,9 juta jiwa.
    5. Pada februari 2017, jumlah Buruh menurut sensus BPS sekitar 124juta jiwa dengan rincian sbb:
      1. Berusaha sendiri 21,8 juta
      2. Buruh kontrak 21,2 juta
      3. Buruh tetap 4,4 juta
      4. Buruh Pabrik/karyawan 47,4 juta
      5. Buruh Tani 5,3 juta
      6. Buruh lepas non Tani 6 juta
      7. Pekerja Keluarga 18 juta
    6. Sedangkan menurut data BPS februari 2017 (update terakhir juni 2017). 124 juta Buruh tersebar di berbagai sektor di antaranya:
      1. Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Kehutanan 39,6 juta
      2. Pertambangan 1,3 juta
      3. Industri 16,5 juta
      4. Listrik dan Gas 400 ribu
      5. Konstruksi 7,1 juta
      6. Perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi 29,1 juta
      7. Transportasi, pergudangan, dan komunikasi 5,6 juta
      8. Lembaga Keuangan, real estate, dan usaha sewa 3,5 juta
      9. Jasa Kemasyarakatan, sosial, dan perorangan 20,9 juta
    7. Sedangkan jika jumlah Buruh di Indonesia pada Februari 2017 sejumlah 124 juta jiwa, sedangkan jumlah penduduk muslim sebesar 87,18%, maka jumlah Buruh Muslim di Indonesia sebesar 108 juta jiwa!! Jumlah yang sangat besar untuk diperjuangkan dan diajak berjuang menegakkan Syariah Islam!

Masalah

  1. Partai-partai Islam selalu mengandalkan suara tradisional yang terbatas di jamaah dan pondok pesantren sehingga pada pemilu 1999 dan 2004 suara partai Islam mentok di angka 40% bahkan pada pemilu 2009 dan 2014 suara turun di angka 30%. Belum lagi akibat ulah propaganda sekuleris melalui media-media mereka yang turut menggembosi suara Partai-partai Islam. Hal ini berbahaya dan akan membuat suara Partai Islam terus menurun!
  2. Turunnya suara partai-partai Islam ini membuat cita-cita penegakkan Syariah Islam semakin sulit untuk tercapai.
  3. Partai-partai Buruh atau Pekerja atau Serikat pada pemilu-pemilu 1999, 2004, dan 2009 berada di kisaran 0,6% adalah sangat kecil sekali di banding Partai-partai lainnya, hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya :
    1. Ideologi dan cita-cita yang diusung adalah sosialis atau komunis, hal ini membuat Partai tersebut tidak laku karena sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam. Sejarah kelam komunis juga membuat partai-partai buruh yang tumbuh setelah era reformasi menghadapi tembok besar penolakan rakyat.
    2. Penamaan Partai Serikat Islam juga dinilai tidak effektif, jika mengandalkan suara pemilih tradisional serikat Islam hal ini sungguh suara yang sangat kecil. Penamaan Serikat Islam juga hanya membatasi pada serikat-serikat Islam yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Untuk mengakali hal ini, penamaan Partai Buruh Islam bisa menjadi solusi. Penamaan Partai Buruh Islam langsung menembak per individu 120 juta Buruh Islam di Indonesia, jumlah yang sangat besar.
    3. Kurangnya pendidikan politik untuk massa besar 120 juta Buruh Indonesia, kita ketahui bersama bahwa pada tahun 1999 sd 2009 penggunaan media sosial belum semassif seperti sekarang, dengan perkembangan pengguna media sosial di Indonesia terutama facebook yang berada di angka 65juta pengguna aktif, bisa dijadikan media effektif untuk melakukan kampanye dan pendidikan politik. Pendidikan politik ini penting agar massa besar 120 juta Buruh Indonesia tidak apatis dan menjadi pemilih ideologis setiap pemilu.

Solusi

  1. Untuk mengakhiri kekalahan Partai-partai Islam di tiap pemilu, harus ada penggabungan kekuatan 108 juta Buruh Muslim di Indonesia dengan kekuatan komponen-komponen Islam. Jika 2 kekuatan ini bisa bersatu, maka ianya akan menjadi kekuatan yang tidak akan mampu dibendung oleh kekuatan sekuler manapun, tentunya dengan pendidikan politik yang massif dilakukan sampai Imam Mahdi dibaiat untuk menaklukan dunia.
  2. Jika Buruh bergerak tanpa menggandeng kekuatan Islam, maka ianya akan menjadi sebuah Partai Buruh / Partai Pekerja yang hampa tanpa dukungan umat Islam. Namun ketika kekuatan Buruh dan kekuatan Islam bersatu di bawah panji ‘Partai Buruh Islam’, maka ianya akan menjadi sebuah kekuatan besar yang tak akan mampu dibendung oleh persatuan sekuleris dan kapitalis sekalipun.
  3. Pengalaman dan kondisi membuktikan jika hanya mengandalkan issue penegakkan Syariah Islam, suara partai-partai Islam paling tinggi di angka 40% suara nasional (Hasil Pemilu 1955). Maka di sini kita butuh issue lain untuk mengangkat suara Partai-partai Islam di Pemilu. Issue paling pas adalah issue kesejahteraan 110 juta buruh muslim di Indonesia!
Bagikan artikel ini:
Share