Master Plan Gerakan Buruh Islam – Partai Buruh Islam (3)

Beragam Pemikiran atau filosofi Gerakan – Partai Buruh Islam

Ideologi

Penamaan ‘Partai Buruh Islam’ adalah sebuah prinsip perjuangan.

  1. Penamaan ‘Partai Buruh Islam’ berarti partai ini akan memperjuangkan dua issue utama, yaitu kesejahteraan 120 juta Buruh Indonesia dalam bingkai Syariah Islam, NKRI, Pancasila, dan UUD45.
  2. Penamaan ‘Partai Buruh Islam’ akan membuat organisasi Partai ajeg dan mapan karena mengandalkan kekuatan konstituen bukan kekuatan tokoh. Tokoh bisa salah sedangkan konstituen akan selalu benar.
  3. Penamaan ‘Partai Buruh Islam’ akan mampu mengamankan partai. Ketika partai ini ditindas maka bukan hanya Islam yang ditindas tetapi juga 110 juta Buruh Islam di NKRI akan merasa dilecehkan. Berikutnya kita bisa bayangkan betapa besar dukungan pada partai ini.
  4. Penamaan ‘Partai Buruh Islam’ akan mampu menyatukan semua golongan Islam di atas issue kesejahteraan 120 juta Buruh Indonesia. Ke depan tidak menutup kemungkinan akan berlaku sistem dwi Partai, maka di satu sisi ada Partai Sekuler di sisi lain ada Partai Buruh Islam yang mampu mewakili suara Islam dan suara gerakan sosialis kiri.
  5. Penamaan ‘Partai Buruh Islam’ menandakan bahwa Partai ini berusaha menyatukan dua kekuatan utama yang selama ini selalu terpisah, yaitu kekuatan 120 juta Buruh Indonesia dan kekuatan Islam.
  6. Penamaan ‘Partai Buruh Islam’ berarti partai ini akan melakukan beragam pendidikan politik secara massif kepada massa besar 110 juta Buruh muslim di Indonesia sebagai konstituen inti, baik melalui media sosial maupun beragam media offline.
  7. Penamaan ‘Partai Buruh Islam’ membawa pesan bahwa Ulama akan menjadi tulang punggung Partai Buruh Islam
  8. Penamaan ‘Partai Buruh Islam’ bukannya tidak logis, ianya membawa pesan bahwa Partai ini adalah Partai ideologis yang tidak akan tergadai dengan politik kondisional.
  9. Kalaupun kosakata ‘Buruh’ dianggap sosialis, hal ini tidak mengapa, karena kita juga berusaha untuk menyatukan kekuatan sosialis (selama KTP Islam) dengan kekuatan Islam. Namun untuk ideologi komunis kita menentang dengan keras.
  10. Kenapa tidak memilih kosakata ‘Pekerja’, kenapa lebih memilih kosakata ‘Buruh’, hal ini untuk mewakili kalangan terpinggirkan di Indonesia, yaitu massa besar Buruh di Indonesia, semakin inlander semakin bagus karena hal ini memperlihatkan pembelaan kita kepada kaum lemah tertindas. Kebanyakan rakyat Indonesia sangat dekat dengan kata ‘Buruh’ dibanding kata ‘Pekerja’
  11. Walaupun ada stigma bahwa nama Buruh itu dekat dengan komunis, maka stigma ini hanya terjadi pada generasi 1950 – 1960, di mana mereka inilah yang mengalami trauma akibat pemberontakan PKI tahun 1965. Pada tahun 2024 usia mereka mencapai 75 tahun dan 65 tahun (sekitar 7 juta jiwa, Sangat sedikit sekali), padahal pada tahun 2024 Indonesia akan mengalami bonus demografi di mana penduduk Indonesia kebanyakan berusia 18 – 60 tahun (sekitar 130 juta jiwa).
  12. Penamaan ‘Partai Buruh Islam’ berasal dari dua kosakata utama, yaitu ‘Buruh’ dan ‘Islam’. Kosakata ‘Buruh’ berarti kita akan berusaha mencapai kesejahteraan 120 juta Buruh Indonesia. Kosakata ‘Islam’ berarti kita akan berusaha mencapai kesejahteraan 120 juta Buruh Indonesia dalam bingkai ‘Syariah Islam’.
  13. Kenapa tidak dinamakan ‘Partai Pekerja Muslim’? kenapa lebih memilih nama ‘Partai Buruh Islam’? hal ini karena kita tidak hanya ingin mensejahterakan 110 juta Buruh muslim, tetapi kita ingin pula mensejahterakan 120 juta Buruh Indonesia secara umum. Tentu dengan solusi Syariah Islam.
  14. Kosakata ‘Buruh’ berkonotasi sebagai pekerja rendahan, hina, kasaran dan sebagainya. Inilah alasan kenapa kita memilih kata ‘Partai Buruh Islam’, semakin hina, semakin inlander, semakin tertindas maka kemenangan akan semakin dekat [QS. Al-Qashash : 5]. Buruh yang hina adalah mustadafin itu sendiri, kita harus menolong mereka.

Bantahan Bahwa Partai Buruh Islam Memecah Suara Islam

Bantahan terhadap anggapan bahwa penamaan Partai Buruh Islam akan memecah suara Islam bahkan melemahkan suara Islam bahkan mempersempit Islam:

  1. Islam itu luas dan mencakup berbagai aspek kehidupan. Semua ada di dalam Islam, dari sini muncul anggapan bahwa penamaan ‘Partai Buruh Islam’ akan mengkrdilkan Islam itu sendiri karena Islam tidak hanya terbatas pada Buruh.
  2. Maka jawaban kami atas anggapan ini adalah bahwa penamaan ‘Partai Buruh Islam’ hanya strategi politik untuk memenangkan pemilu legislatif. Di dalam persaingan politik kita harus menggunakan strategi segmenting, positioning, dan targetting yang jelas agar kita mampu memenangi pemilu. Penamaan ‘Partai Buruh Islam’ berarti kita akan menjadikan 110 juta Buruh muslim di Indonesia sebagai target suara di pemilu dengan menjadikan Syariah Islam sebagai solusi permasalahan mereka.
  3. Penamaan ‘jaringan pengusaha muslim’ bukan berarti membatasi Islam hanya di pengusaha saja. Begitu pula penamaan ‘Partai Buruh Islam’ hanyalah nama untuk mewakili perjuangan kaum tertindas (mustad’afin) di NKRI, sebagai strategi positioning bukan berarti membatasi Islam.
  4. Sejak pemilu 1955 sudah ada Partai serikat Islam, toh penamaan Partai Serikat Islam tidak berarti memecah belah Islam hanya pada kalangan Serikat saja.
  5. Jika toh penamaan ‘Partai Buruh Islam’ hanya membatasi perjuangan di kalangan Buruh beragama Islam saja, kita tetap percaya diri mengusung nama Partai Buruh Islam, karena jumlah Buruh beragama Islam di Indonesia sangat besar, yaitu 110 juta jiwa!! Dengan pendidikan politik yang massif, kami yakin hanya dalam 2 kali pemilu Partai ini akan menguasai kursi DPR-RI dan segera mampu memulai usaha-usaha effektif islamisasi NKRI.

Sikap terhadap Demokrasi

  1. Demokrasi artinya kedaulatan di tangan rakyat. Di atas segalanya ada kekuasaan Allah SWT yang tidak bisa dilewati oleh manusia.
  2. Para ahli politik berbeda pendapat mengenai arti ‘kedaulatan’. Kedaulatan bisa diartikan pemegang kekuasaan sebuah wilayah atau daerah.
  3. Kekhilafahan Islam disebut Daulah, dari sini ditarik asal kata ‘Kedaulatan’ dari kata ‘Daulah’ yang berarti pemegang kekuasaan sebuah wilayah.
  4. Ada beberapa Kekhilafahan besar Islam yang pernah tegak menguasai wilayah yang luas, diantaranya Daulah Umayyah, Daulah Abbasiyah, dan Daulah Utsmaniyah.
  5. Bentuk pemerintahan daulah Islam yang disebutkan di atas adalah kerajaan, di mana Raja atau Khalifah atau Sultan memegang kekuasaan penuh di tangannya dengan dibantu para mentri. Hal ini berbahaya karena jika Khalifah atau raja tersebut dijabat oleh seorang yang zalim, ia akan berubah menjadi sebuah Daulah yang menggigit, contohnya Yazid bin Muawiyah yang pernah membobardir Ka’bah dengan manjanik dan membunuh banyak sahabat Rasul SAW dan tokoh-tokoh besar tabi’in. Dengan otoritasnya yang tanpa batas, Yazid membuat banyak peraturan yang menyalahi Syariah Islam, di sini ia berubah menjadi seorang thaghut yang harus ditaati tanpa syarat oleh rakyatnya.
  6. Kelemahan demokrasi salah satunya adalah DPR sebagai wakil dari berbagai golongan rakyat membuat undang-undang atau peraturan yang merupakan hasil kesepakatan dari berbagai golongan. Undang-undang atau peraturan yang dihasilkan bisa saja bertentangan dengan Syariah Islam bisa juga sejalan dengan Syariah Islam. Inilah salah satu bahaya demokrasi.
  7. Maka dengan melihat berbagai kondisi yang ada dan untuk meminimalisir mudhorot yang akan menimpa umat Islam, kita harus berjuang melalui Partai politik untuk menguasai parlemen sehingga peraturan yang dihasilkan bisa sejalan dan bersumber dari Qur’an dan Sunnah Rasul SAW.

Sikap terhadap Pancasila Sebagai Ideologi

  1. Pancasila adalah kata lain Piagam Jakarta
  2. Piagam Jakarta sebagaimana Piagam Madinah adalah kesepakatan dalam bernegara.
  3. Kata ideologi memiliki banyak arti. Kata ideologi adalah kosakata baru ilmu politik modern (kata ini diciptakan oleh Antoine Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18).
  4. Para ahli ilmu politik juga berbeda pendapat mengenai arti ideologi.
    1. Machiavelli : Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa.
    2. Thomas H : Ideologi adalah suatu cara untuk melindungi kekuasaan pemerintahan agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya
    3. Karl Marx : Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.
  5. Kami mengartikan bahwa Piagam Jakarta atau Pancasila sebagai sebuah ideologi berarti alat negara untuk mempertahankan kekuasaan. Pada pelaksanaannya, peraturan-peraturan yang dibuat oleh penguasa di NKRI tergantung ideologi politik yang mereka usung, jika presiden berideologi politik komunis, maka peraturan-peraturan yang dibuat akan berbau komunis. Maka tugas kita untuk menguasai NKRI agar peraturan-peraturan yang kita buat bisa bersumber dari Qur’an dan Sunnah.
  6. Piagam Jakarta sebagai dasar negara maksudnya adalah dasar perjanjian tiap agama di Indonesia dalam membentuk negara NKRI sebagaimana Piagam Madinah merupakan dasar tiap agama di Madinah untuk membuat sebuah Negara Nabawi.
  7. Tugas kita untuk menyempurnakan Piagam Jakarta adalah penyempurnaan sila ke-1 ‘Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan Syariah sesuai dengan agama yang dipeluk oleh masing-masing penduduk Indonesia’ agar Piagam Jakarta menjadi sebuah Piagam yang sempurna. Kejelasan sila ke-1 ini akan mampu membuat NKRI menjadi bangsa yang berkarakter kuat.
  8. Jihad konstitusi ini akan terus kita perjuangkan sampai Allah SWT mendatangkan masa-masa kezaliman besar menjelang datangnya Imam Mahdi.
  9. Semoga penggabungan kekuatan Islam dan kekuatan 110 juta Buruh Muslim di Indonesia bisa membuat semua visi misi ini bisa tercapai, amin!

Sikap terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

  1. Sejak zaman Rasul SAW sampai runtuhnya Daulah Utsmaniyah pada tahun 1924, banyak Penguasa Islam yang ada di dunia :
    1. Khulafaur Rasyidin
    2. Kerajaan Umayyah
    3. Kerajaan Abbasiyah
    4. Dinasti Mamluk
    5. Dinasti Mughal
    6. Kerajaan Utsmaniyah
    7. Dan lain-lain kerajaan kecil
  2. Setelah Khulafaur Rasyidin, para Ulama tidak mempersalahkan bentuk negara kerajaan selama Syariah Islam bisa ditegakkan dan Jihad melawan orang-orang kafir harbi terus bergelora.
  3. Dari tahun 1300 – 1945 Indonesia terdiri dari banyak penguasa Islam.
    1. Samudera Pasai
    2. Kesultanan Aceh
    3. Mataram Islam
    4. Kesultanan Palembang
    5. Kerajaan Demak
    6. Kesultanan Banjar
    7. Kesultanan Gowa
    8. Kesultanan Ternate dan Tidore
    9. Kesultanan Cirebon
    10. dll
  4. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk hasil kesepakatan dari berbagai golongan di Indonesia ketika Jepang mulai melemah akibat kalah dari sekutu ketika Perang dunia II.
  5. NKRI berbentuk Nation State. Kami berpendapat tidak masalah apapun bentuk negara tersebut selama Syariah Islam ditegakkan dan jihad melawan orang kafir harbi bisa digelorakan.
  6. Maka tugas kita untuk menguasai NKRI agar Syariah Islam bisa tegak dan Jihad memperluas wilayah NKRI, menjaga kepentingan kaum muslimin, dan memerangi kaum kafir harbi bisa ditegakkan.

Perjuangan untuk Kaum Lemah

Memperjuangkan kaum lemah alias mustad’afin adalah ciri khas Islam sejak para nabi diutus ke bumi.

  1. Kaum Mustadafin atau kaum Dhuafa telah menjadi realitas dalam sejarah peradaban manusia, sama halnya dengan keberadaan kaum Aghniyaa.
  2. Allah SWT berfirman :
    1. Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah SWT dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa : “Ya tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!” [QS. An-Nisa : 75]
    2. Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah kepadanya..’ [QS. Al-A’raf : 137]
    3. Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi bumi’ [QS. Al-Qashash : 5]
  3. Para Rasul dan Anbiya bergerak bersama kaum lemah tertindas!!! Para Buruh rendahan!!
    1. Mengenai pengikut Nabi Nuh AS yang kebanyakan orang-orang dengan pekerjaan rendahan, para petinggi dari kaum nabi Nuh AS berkata ‘…kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina dina di antara kami..’ [QS. Hud : 27]. Akhirnya Allah SWT memberikan kemenangan kepada Nabi Nuh AS dan pengikutnya serta meneggelamkan musuh mereka.
    2. Mengenai pengikut Nabi Musa AS yang terdiri dari para pekerja konstruksi piramida dari kalangan Bani Israel, Fir’aun meremehkan seruan Nabi Musa AS dengan berkata ‘Apakah kami percaya kepada dua orang manusia yang serupa diri kami juga, padahal kalangan mereka berdua merupakan orang-orang yang menghambakan diri terhadap kita?’ [QS. Al-Mu’minun : 46-47]. Akhirnya Allah SWT memberikan kemenangan kepada nabi Musa AS dan menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya.
    3. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, pengikut nabi Muhammad SAW di mekah juga terdiri dari kalangan pembantu rumah tangga mekah yang disiksa secara keji, di barisan mereka ada nama-nama besar Bilal bin Rabbah RA dan Ammar bin Yasir RA. Semoga Allah SWT menempatkan mereka di surga-Nya yang tertinggi. Bahkan penolong Rasul SAW di kota Madinah adalah para Buruh Tani, ya merekalah Kaum Anshor!! Kaum-kaum lemah di pandangan manusia namun berat timbangannya di kalangan yaumul hisab.
    4. Sekarang kita lihat siapakah golongan tertindas di Indonesia. Kaum yang dihimpit oleh terjangan kemiskinan yang merupakan pintu gerbang kemurtadan!! Kaum yang selalu hidup kekurangan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka!!! Kaum yang diterpa badai cobaan dunia di tengah gersangnya jiwa-jiwa mereka karena tersesat oleh arus sekulerisasi media. Tiada lain mereka itu kecuali sebuah massa besar tertindas 110 juta Buruh muslim di Indonesia!!!
    5. Ya, mereka 110 juta buruh muslim Indonesia menanti gerakan-gerakan terkoordinir kita dalam menguasai pemerintahan agar kesejahteraan mereka terangkat!!! Agar mereka terorganisir sehingga bisa memberikan perlawanan yang seimbang kepada kaum kapitalis kafir harbi tak bermoral!!! Agar mereka bisa terlepas dari jerat kemiskinan sehingga mereka tidak lagi khawatir akan pemurtadan!!! Apakah kita akan diam frustasi dan apatis dengan semua keadaan ini!!! Tidak!! Kita harus bergerak membentuk kekuatan politik untuk mengakhiri semua penderitaan 110 juta Buruh muslim di Indonesia!!!
    6. Bergerak atau mati frustasi bagai mayat tak bergerak!!

Politik

Memperjuangkan Buruh = Komunis?

  1. Karl Marx menjadikan perlawanan kelas sebagai inti ajaran komunis. Komunis selalu membenturkan Buruh dan Pengusaha sebagai issue inti perjuangan mereka.
  2. Dari zaman PKI Muso di madiun sampai PKI di zaman reformasi, gerakan ini menyasar massa besar Buruh sebagai target pendukung utama mereka.
  3. Akibat ideologi sesat komunis, kekuatan Buruh dan kekuatan Islam terpisah di zaman reformasi ini dan membuat mereka semakin jauh dari Islam.
  4. Bahkan kesan yang muncul, setiap orang atau kelompok yang memperjuangkan Buruh berarti komunis. Dicap sebagai Islam kiri!! Sungguh tuduhan yang menyakitkan!
  5. Ini adalah anggapan yang sesat! Karena sejak zaman para nabi, pembelaan terhadap pekerja rendahan merupakan ciri khas Islam!!
  6. Maka untuk orang yang mengatakan kepada setiap pejuang Islam yang bergerak bersama Buruh sebagai Islam kiri, maka kita katakan kepada mereka, matilah dengan segala kebodohan kalian!!

Penyebaran Gerakan Buruh Islam Sebagai Gerakan Transnasional

  1. Gerakan Buruh Islam adalah sebuah gerakan Dakwah dan Politik yang lahir dari rahim para pejuang Islam di Indonesia yang merasa perlunya dilakukan penyatuan kekuatan Islam dan kekuatan massa besar Buruh untuk mengimbangi kezaliman kaum sekuleris kafir harbi.
  2. Sebagai sebuah gerakan dakwah dan politik, maka Gerakan Buruh islam tidak akan cukup hanya berhenti di Indonesia saja, ke depan Gerakan ini akan membuka perwakilan dan menyebarkan gagasannya ke seluruh dunia sebagai ciri khas sebuah Gerakan Islam transnasional.
  3. Gerakan Buruh Islam akan terus bergerak menyebar ke seluruh dunia untuk menyatukan Umat Islam di seluruh dunia sampai datangnya Imam Mahdi AS dibaiat sebagai pemimpin tunggal kaum muslimin!!

Partai Buruh Islam adalah Partai Modern

Partai Buruh Islam adalah partai modern dengan kepemimpinan institusional bukan partai dengan kepemimpinan personal.

  1. Banyak Partai yang menonjolkan tokoh sebagai acuan dalam membuat Partai. Namun Partai-partai seperti ini tidak akan tahan lama ketika tokoh tersebut meninggal atau turun tahta atau berbuat salah. Contoh Partai NAZI hilang ketika Hitler tewas atau
  2. Di satu sisi, banyak sekali Partai-partai berbasis konstituen institusional yang bertahan puluhan tahun karena mereka mengandalkan kekuatan organisasi, bukan kekuatan tokoh. Contoh Partai Buruh di Inggris bisa bertahan selama 117 tahun sejak berdiri pada 27 Februari 1900.
  3. Maka untuk menjaga agar Partai Buruh Islam terus mapan, Partai Buruh Islam akan menjadi sebuah Partai modern dengan kepemimpinan institusional. Mudah-mudahan Partai ini bisa berdiri sampai datangnya Imam Mahdi, Amin!

Partai Buruh Islam Akan Menjadi Partai Kader

Partai Buruh Islam adalah Partai Berbasis Massa yang berikutnya akan menjadi Partai berbasis kader

  1. Partai Buruh Islam akan didirikan oleh aktivis-aktivis Islam dari berbagai golongan, tidak terbatas hanya satu golongan.
  2. Karena Partai Buruh Islam tidak memiliki basis suara tradisional, maka untuk awal Partai Buruh Islam adalah Partai berbasis massa sehingga keluar masuk kader adalah hal yang biasa, namun sekuat mungkin akan dilakukan beragam metode untuk mengikat kesetiaan kader kepada partai.
  3. Setelah stabil dan kondisi Partai mapan, maka Partai Buruh Islam akan memulai proses kaderisasi secara massif agar Partai Buruh Islam bisa segera bertransformasi menjadi Partai berbasis kader.

Kenapa Membuat Partai baru?

Kenapa tidak menumpang ke Partai Islam yang sudah ada, kenapa susah-susah membuat Partai baru?

  1. Partai-partai Islam di Indonesia memiliki latar belakang suara tradisional. NU bermuara ke PKB dan PPP, Muhammadiyah bermuara ke PAN, Ikhwanul Muslimin bermuara ke PKS, dan Masyumi bermuara ke PBB.
  2. Namun masalahnya suara tradisional ini tidak cukup untuk memenangkan Partai-partai Islam di tiap pemilu. Paling tinggi suara Partai Islam adalah 40% di Pemilu 1955.
  3. Maka kita harus mengakhiri politik aliran dan berusaha menggabungkan seluruh suara tradisional Islam di Indonesia pada satu Partai besar, yaitu Partai Buruh Islam. In sya Allah ke depan semua golongan Islam hanya memiliki satu partai yaitu Partai Buruh Islam.

Partai Buruh Islam Menyatukan Semua Golongan Islam

Partai Buruh Islam akan mampu menyatukan semua golongan Islam di atas issue kesejahteraan 120 juta Buruh Indonesia!

  1. Ketika Partai Masyumi menjadi satu-satunya Partai di Indonesia, ia mampu menyatukan seluruh golongan Islam di Indonesia ke dalam satu partai besar. Namun masalah terjadi ketika tahun 1952 NU memisahkan diri dan membentuk Partai NU untuk ikut pemilu 1955.
  2. Pemisahan NU dari masyumi karena aktivis NU sudah mulai tidak mendapatkan posisi di Partai Masyumi.
  3. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa seluruh jamaah aliran Islam di Indonesia sebagian besar berprofesi sebagai buruh.
  4. Maka Partai Buruh Islam berusaha menyatukan seluruh kekuatan Islam agar bersatu ke dalam gerbong besar Partai Buruh Islam. Ke depan partai-partai tradisional Islam akan melemah karena ditinggal oleh suara tradisionalnya sehingga mau tidak mau seluruh golongan Islam akan bersatu di bawah Partai Buruh Islam.
  5. Walau ke depannya akan tetap ada Partai-partai Islam kecil lainnya, namun yang pasti Partai Buruh Islam akan tetap memainkan peran besarnya sebagai Partai pemersatu seluruh umat Islam di Indonesia di atas issue kesejahteraan 110 juta muslim Indonesia dengan beragam strategi kampanye.
  6. Semua aliran Islam NU, Muhammadiyah, Persis, dll akan mendapatkan posisi di Partai Buruh Islam sesuai kesetiaan mereka terhadap Partai Buruh Islam.

Partai Buruh Islam Anti-Syiah, Anti-Sipilis, dan Anti-Komunisme

Gerakan – Partai Buruh Islam adalah sebuah gerakan anti Syiah, SIPILIS (Sekuleris Pluralisme agama dan Liberalis) serta anti komunisme

  1. Tentu saja mereka-mereka ini merupakan musuh abadi Islam yang harus disingkirkan dari muka bumi. Tidak ada ampun bagi seluruh ideologi yang bertentangan dengan Islam!
  2. Semua aliran sesat terutama Syiah adalah musuh abadi Gerakan Buruh Islam.

Ekonomi

Buruh Akan Sejahtera melalui Syariah Islam

120 juta Buruh Indonesia akan sejahtera melalui penerapan Syariah Islam di bawah rezim pemerintahan Buruh Islam!

  1. Selama ini 120 juta Buruh Indonesia mengalami derita nestapa di bawah ideologi-ideologi buatan manusia. Mereka belum pernah merasakan kesejahteraan lahir batin di bawah ideologi Islam.
  2. Melalui penerapan Syariah Islam, 120 juta Buruh Indonesia akan mendapatkan kesejahteraan lahir batin karena tidak hanya sistem ekonomi yang akan diatur, tetapi juga sistem budaya dan sistem sosial akan sesuai dengan Qur’an dan Sunnah.

Rexim Buruh Islam Tidak Anti-Pengusaha

Rezim pemerintahan Buruh Islam bukan berarti rezim yang anti pengusaha

  1. Tentu saja rezim pemerintahan buruh Islam adalah sebuah rezim yang pro pengusaha. Rezim pemerintahan buruh Islam akan berusaha membuat sistem ekonomi yang adil bagi pengusaha dan buruh sehingga ke depan tidak akan ada lagi ketimpangan antara pengusaha dan buruh.
  2. Jadi anggapan bahwa Partai Buruh Islam adalah partai anti pengusaha adalah salah besar.

Sosial

Bhinneka Tunggal Ika dan Syariah Islam

Bhinneka Tunggal Ika dan penerapan Syariah Islam tidak bisa dibenturkan

  1. Di Bali penduduk Bali bebas menjalankan syariah hindu sehingga mereka bisa menjalankan hidup dengan tenang.
  2. Maka kaum muslimin yang merupakan mayoritas di Indonesia lebih berhak untuk menjalankan Syariah Islam agar mereka tenang dalam menjalankan kehidupan di dunia ini.
  3. Syariah Islam hanya akan dijalankan di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Menyikapi Ketakutan Golongan Minoritas

Menyikapi ketakutan golongan minoritas terhadap usaha-usaha penegakan Syariah Islam sehingga mereka berusaha menghalangi setiap usaha penegakan Syariah Islam.

  1. Ketakutan mereka tida beralasan.
  2. Namun mau tidak mau kita harus menghadapi segala tipu daya mereka dalam menghalangi setiap usaha penegakkan Syariah Islam.
  3. Kita tetap percaya diri karena kita bergerak bersama 110 juta buruh muslim Indonesia
  4. Kita fokus kepada pendidikan politik bagi 110 juta buruh muslim Indonesia karena Syariah Islam yang akan kita tegakkan ke depannya hanya untuk kaum muslim saja tidak untuk kaum kafir harbi zindiq.

Musuh-musuh Partai Buruh Islam dari Sekularis

Musuh-musuh Partai Buruh Islam dari kalangan sekuleris yang anti-penegakan Syariah Islam adalah musuh-musuh yang harus diberangus dengan cepat dan keras

  1. Beberapa catatan kejahatan musuh-musuh Islam di Indonesia
    1. JIL merajalela melakukan penyelewengan terhadap ajaran Islam.
    2. Golongan kafir harbi merajalela dengan melakukan penghinaan terhadap Al-Qur’an.
    3. Aktivis kafir harbi berusaha sekuat tenaga menghalangi usaha-usaha penegakkan Syariah Islam.
    4. Aktivis sekuler ketika berkuasa melakukan pembubaran Ormas Islam secara semena-mena.
    5. Kaum Komunis sudah banyak membantai para Ulama.
    6. Kaum Sekuleris zindiq di bidang media tidak lelah menyebarkan kemaksiatan dan paham sesat di berbagai media.
  2. Musuh-musuh Islam yang selama ini memerangi Islam akan diberangus secara cepat dan kilat segera setelah rezim pemerintahan buruh Islam tegak di NKRI. Mereka sangat kejam menghantam umat Islam ketika berkuasa maka kita juga harus membalas mereka dengan ganjaran yang setimpal bahkan lebih keras lagi.
  3. Pemberangusan ini untuk meminimalisir kejahatan mereka di kemudian hari.

Kita Berada Dalam Perang Global

Kita sedang berada dalam kondisi perang global di mana perjuangan melalui Partai Buruh Islam termasuk di dalamnya sehingga berlaku tipu daya dan muslihat untuk mengelabui musuh-musuh Islam ketika berjuang di demokrasi.

  1. Jika dahulu perang ada di medan pertempuran head to head dengan pedang, maka zaman sekarang perang lebih canggih lagi melintas batas di segala bidang kehidupan.
  2. Perang modern saat ini meliputi perang di bidang ideologi atau pemikiran, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
  3. Perjuangan kita di medan politik head to head dengan partai sekuler dan aktivis sekuleris tengik harus menggunakan beragam taktik tipu daya untuk mengalahkan musuh-musuh Islam. Musuh-musuh Islam tersebut lebih kejam dalam menggunakan tipu daya mereka, mereka tiada ampun kepada aktivis Islam ketika berkuasa. Mereka segera melibas setiap gerakan Islam. Maka ketika kita terlibat di dalam perjuangan politik tidak ada cara lain menghadapi mereka kecuali menggunakan tipu daya yang dapat menghancurkan mereka!

Budaya

Kader Partai Buruh Islam Adalah Ibadurrahman

Kader Gerakan – Partai Buruh Islam adalah Ibadurrahman / Rausyan Fikr / the stranger / Ulul Albab atau para hamba Allah SWT yang tercerahkan

  1. ‘Ibadurrahman adalah hamba beriman yang di mana sifat mereka dipuji oleh Allah dalam akhir-akhir surat Al Furqon. Beberapa sifat ibadurrahman adalah sebagai berikut :
    1. “Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Rabb mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta.” (QS. Al Furqon: 73)
    2. Qotadah berkata, “Orang beriman (‘ibadurrahman) tidaklah tuli dan buta dari mendengar atau melihat kebenaran. Sungguh –demi Allah-, mereka adalah kaum yang mau berpikir dan mengambil manfaat dari kitabullah.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10: 332)
  2. Rausyanfikr adalah kata Persia yang artinya “pemikir yang tercerahkan”. Dalam terjemahan Inggris terkadang disebut intellectual atau enlightened thinkers.
  3. Rausyanfikr berbeda dengan ilmuwan. Seorang ilmuwan menemukan kenyataan, seorang rausyanfikr menemukan kebenaran. Ilmuwan hanya menampilkan fakta sebagaimana adanya, rausyanfikr memberikan penilaian sebagaimana seharusnya.
  4. Rausyan fikr mencakup para cendekiawan, ulama, kyai, ustadz, dan para ahli ilmu agama yang memiliki kesadaran akan keadaan umat Islam di masanya serta setting kesejarahan dan kemasyarakatannya yang memberinya rasa tanggung jawab sosial untuk menegakkan Syariah Islam sebagai solusi utama permasalahan umat Islam.
  5. Mereka adalah individu-individu yang sadar dan bertanggung jawab, yang tujuan dan tangung jawab utamanya adalah membangkitkan karunia Tuhan yang mulia, yaitu “kesadaran diri” dari rakyat jelata. Karena hanya kesadaran dirilah yang mampu mengubah rakyat yang statis dan bodoh menjadi kekuatan yang dinamis dan kreatif
  6. Peranan yang dimainkan rausyanfikr berbeda dengan peranan filosof. Seorang filosof, Aristoteles misalnya, tidak memiliki tipe kesadaran dan keyakinan seperti di atas. Aristoteles bukanlah seorang rausyanfikr, karena ia tidak memprakarsai gerakan sosial atau revolusi satupun dalam masyarakatnya, di samping tidak pernah mencoba membangkitkan kesadaran massa yang menderita terhadap fakta-fakta masyarakat mereka.

Mereka yang Melakukan Perbaikan di Tengah Nestapa Kegelapan

  1. Nabi Nuh AS menggesa kaumnya untuk kembali kepada tauhid.
  2. Nabi Ibrahim AS menggesa kaumnya untuk meninggalkan patung-patung yang disembah menuju tauhid.
  3. Nabi Musa AS tida berdiam diri melihat perbudakan yang dialami kaumnya, ia bergerak untuk membebaskan kaumnya dari perbudakan sesama manusia.
  4. Rasulullah SAW tidak duduk frustasi dan mencaci keadaan melihat kobodohan kaumnya, beliau bergerak bersama kalangan tercerahkan mekah yang berasal dari kalangan usia 40-an dan para budak mekah untuk meninggalkan kejahiliyaan menuju cahaya Illahiyah
  5. Jadi bisa dibilang memperbaiki kondisi umat dan menggesa mereka untuk meninggalkan perbudakan, kemiskinan, dan kebodohan yang mereka alami adalah pekerjaan mulia para nabi. Lalu di manakah posisi kita?.. Apakah kita siap mewarisi tugas para nabi atau kita hanya bisa duduk terdiam lalu mati malu bertemu Allah SWT di akhirat kelak?..

Umat Islam adalah Umat yang Terbaik

Umat Islam adalah umat yang terbaik, bumi diwariskan untuk kalian wahai umat Muhammad!

  1. Allah SWT berfirman bahwa umat Islam adalah umat yang terbaik!!! Maka bangunlah dari tidur panjang wahai umat Muhammad!!! Bumi diwariskan untuk kalian!! “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” [QS. Ali-Imron 3 : 110]
  2. Firman Allah SWT di atas merupakan pernyataan dari Allah SWT bahwa umat Muhammad s.a.w., yakni kaum muslimin, sebagai umat yang terbaik di antara umat manusia di muka bumi. Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengutip sebuah hadits dari Bahz bin Hakim bahwa tatkala membaca ayat ini Rasulullah s.a.w. bersabda: “Kalian adalah penyempurna dari 70 umat, kalian yang terbaik di antara mereka dan termulia di sisi Allah ‘Azza wa Jalla” (HR. at-Tirmidzi).
  3. az-Zamakhsyari dalam tafsirnya al-Kasysyâf Juz I/392 menyebut dikatakan bahwa dalam ilmu Allah kalian adalah umat terbaik.
  4. Keunggulan kaum muslimin yang menjadi umat terbaik ini di antara umat manusia disebut oleh Abu Hurairah r.a. (lihat al-Qurthubi) dalam ucapannya: “Kami adalah yang terbaik di antara manusia, kami mengarahkan mereka untuk menapaki jalan mendaki menuju kepada Islam”.
  5. Dan dengan cepatnya umat terbaik yang senantiasa membimbing umat manusia ke jalan Islam, mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia, membuka berbagai wilayah bagi tegaknya kedaulatan Islam, serta mendapati umat manusia dari berbagai bangsa, bahasa, negara, dan adat istiadat menerima Islam sebagai keyakinan dan tataaturan hukum buat kehidupan mereka.
  6. Apabila ada halangan fisik terhadap dakwah, mereka dengan gagah berani menyingkirkan halangan fisik itu dengan jihad fi sabilillah. Dan karena mereka adalah manusia unggulan, dalam perang pemikiran maupun perang fisik pun mereka senantiasa unggul. Allah SWT menjamin kualitas unggulan mereka dalam firman-Nya: “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.” (QS al-Anfâl, 8: 65).
  7. Jelaslah bahwa kualitas umat terbaik itu dibandingkan dengan orang-orang kafir, atau umat-umat lain, adalah 1 orang muslim bisa mengalahkan 10 (sepuluh) orang kafir. Itu dalam kondisi prima, dalam kondisi kaum muslimin ada kelemahan, Allah SWT masih memberikan garansi bahwa kaum muslimin akan sanggup mengalahkan kekuatan orang kafir yang jumlahnya dua kali lipat kekuatan mereka (QS al- Anfâl, 8: 66). Dan sebab orang-orang kafir itu kalah adalah karena mereka adalah kaum yang tak mengerti.
  8. Bumi akan Allah SWT wariskan kepada kaum muslimin yang menegakkan Syariah Islam!! Allah SWT berfirman, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku“ ( Qs An- Nur : 55 ) .
  9. Bahkan janji bahwa kaum muslimin merupakan pewaris kekuasan bumi sudah lama ditulis di Lauhul Mahfudh, jauh – jauh sebelum manusia diciptakan di muka bumi ini, sebagaimana firman Allah swt : “ Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini diwarisi hamba-hamba-Ku yang saleh.  Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah).” ( Qs Al Anbiya : 105-106 )
  10. Seperti dinyatakan dalam ayat di atas, Allah s.w.t. akan mewariskan bumi kepada hamba-hamba-Nya yang saleh., sebab merekalah para hamba Allah yang mampu merepresentasikan spirit Muhammad dan akhlak qur`ani yang luhur. Merekalah orang-orang yang selalu giat membangun keutuhan dan persatuan; sangat memahami zaman yang mereka hadapi; selalu menjadikan ilmu dan pengetahuan sebagai senjata; serta setia menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat. Singkatnya, janji Allah itu kelak hanya akan diberikan kepada para pendekar rohani yang selalu berjalan pada garis orbit kenabian Rasulullah s.a.w.
  11. Maka dari itu, sudah seyogianya jika segenap pewaris bumi memulai langkah mereka dengan berusaha sekuat tenaga untuk melakukan amal saleh, yaitu dalam bentuk penerapan agama sebagaimana yang diajarkan oleh al-Qur`an dan Sunnah serta menjadikan Islam sebagai satu-satunya jalan hidup. Selain itu, tentu saja mereka juga harus menguasai ilmu pengetahuan yang berkembang di zaman yang mereka hadapi.
  12. Berkaitan dengan kondisi umat yang terpuruk sekarang ini, ada yang bertanya apakah predikat tersebut hanya untuk kaum muslimin terdahulu, yakni di masa shahabat, ataukah berlaku hingga hari kiyamat?
    1. Umar bin Khaththab mengatakan bahwa siapa saja yang beramal seperti mereka, levelnya seperti mereka
    2. al-Qurthubi dalam tafsirnya mengutip sebuah riwayat hadits bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Umatku bagaikan hujan, tak diketahui, yang lebih baik itu yang pertama ataukah yang terakhir.” (HR Abu Dawud Ath-Thayalisi dan Abu Isa At- Tirmidzi dari Anas bin Malik).

Hukum

Sikap terhadap Pancasila dan UUD45 Sebagai Sumber Hukum

  1. Sebagai umat Islam kita hanya boleh berhukum dengan Al-Qur’an, sunnah Rasul SAW, dan ijma para Ulama.
  2. Pancasila dan UUD45 sebagai sumber hukum adalah hasil tap MPR rezim orde lama dan rezim orde baru.
  3. Maka jika kita berhasil menguasai mayoritas kursi DPR dan MPR, kita bisa membuat tap MPR yang mengembalikan fungsi pancasila sebagai dasar perjanjian dalam bernegara atau dasar dalam bernegara.
  4. Setiap agama di NKRI bebas berhukum sesuai agamanya masing-masing.
  5. Jika ada masalah atau gesekan antar umat beragama maka orang-orang yang bertikai bisa menggunakan hukum agamanya masing-masing.
  6. Partai Buruh Islam akan memperjuangkan penyempurnaan Pancasila sila ke-1 ‘Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan Syariah sesuai dengan agama yang dipeluk oleh masing-masing penduduk Indonesia’.

Pertahanan dan Keamanan

Strategi Gerakan Buruh Islam

Beragam strategi gerakan Buruh Islam di tiap rezim pemerintahan:

  1. Jika pembuatan Partai diizinkan, maka Gerakan Buruh Islam akan membuat Partai untuk berjuang di parlemen.
  2. Jika rezim represif dan tidak mengizinkan pembuatan Partai Politik, maka Gerakan Buruh Islam akan mambuat Yayasan Dakwah Buruh Islam untuk memulai revolusi besar 110 juta Buruh Muslim Indonesia.
  3. Jika kondisi chaos dan kekuatan senjata pemerintah lemah, maka Gerakan Buruh Islam akan segera membentuk jamaah jihad dan segera menggelorakan jihad demi menjaga kepentingan kaum muslimin.
  4. Jika Imam Mahdi telah dibaiat, maka Gerakan Buruh Islam akan segera membaiat Imam Mahdi dan memulai penaklukan dunia terutama front timur Asia.
  5. Jika rezim pemerintahan represif dan tidak mengizinkan pembuatan organisasi apapun, maka bergerak melalui pembuatan pondok pesantren di mana tokoh Gerakan Buruh Islam akan membuat statemen-statemen untuk menggesa massa besar tertindas untuk memulai revolusi besar.
Bagikan artikel ini:
Share