Mekanisme Sukses Otomatis vs Mekanisme Gagal Otomatis

*MEKANISME SUKSES OTOMATIS vs MEKANISME GAGAL OTOMATIS*

Oleh dr Sigit Setyawadi

Di setiap makhluk ciptaan Nya, Tuhan meletakkan semacam mekanisme pengejar sasaran. Kalau di film mungkin sejenis CHIP super canggih. Mekanisme ini disebut *Mekanisme Sukses Otomatis (MSO)*, pada hewan seringkali disebut naluri.

MSO pada hewan lebih sederhana, karena tujuan hidup hewan hanya satu yaitu *terus hidup untuk bisa berkembang biak*. Contoh naluri untuk terus hidup pada tupai di Eropa atau daerah 4 musim lainnya. Tupai yang dilahirkan pada bulan April saat musim semi, pada sekitar bulan September sudah mulai mengumpulkan makanan untuk disimpan sebagai persediaan makanan di musim dingin. Tanpa memiliki persediaan makanan, si tupai sudah pasti akan mati di musim dingin. Dia mengumpulkan makanan tanpa ada yang memberi contoh, itu terjadi begitu saja. Itulah Mekanisme Sukses Otomatis. Begitu juga ketika waktunya untuk berkembang biak, tidak ada yang mengajari bagaimana cara kawin. Semua terjadi begitu saja, Andapun juga begitu kan ?.😜

Ikan Salmon, pada usia 4-5 tahun, tiba tiba muncul dorongan untuk kembali ke tempat dia ditetaskan. Jutaan ikan salmon dari seluruh penjuru dunia berenang masuk ke sungai tertentu tanpa salah. Demikian juga penyu, akan kembali ketempat dia ditetaskan belasan tahun lalu. Belum pernah terjadi, penyu yang menetas di pantai Sukamade Banyuwangi, tiba tiba ingin bertelur di pantai Pasir Putih Situbondo karena dianggap pemandangan disana lebih indah.

*Di dunia binatang, tidak dikenal adanya Mekanisme Gagal Otomatis. Itu hanya ada di dunia manusia.*

Manusia sama saja, di dalam dirinya ada Mekanisme Sukses Otomatis. Untuk bisa bertahan hidup, tempatnya di Croc Brain atau otak reptil. Dalam kondisi terdesak, manusia diberi kekuatan super atau nekad. Misalnya saat dikejar anjing gila, tembok setinggi 2 meter atau sungai selebar 2 meter akan dengan mudah diloncati. Begitu si anjing sudah pergi, dia tidak akan bisa meloncati tembok itu. Jika nekat meloncati sungai, pasti kecebur.

Dengan adanya internet, medsos dan lain lain, Croc Brain ini pula yang dalam dekade terakhir ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk meraih tujuannya. Entah kekuasaan atau kepuasan yang salah tempat. Dengan menghembuskan terus menerus secara masif hal hal yang memunculkan ketakutan terhadap sesuatu. Tehnik ini disebut _firehose of falsehood_ (semburan kebohongan), yang menjadi lebih efektif karena mesin pencari google akan otomatis mengeluarkan artikel yang kita sukai. Sehingga informasi informasi yang tidak benar itu selalu muncul pertama kali, jika kita sudah tertarik kesana. Dan akan terus memperkuat pemahaman salah sebelumnya. Sehingga akhirnya dianggap benar.

Jika titik ketakutannya sudah disentuh, meskipun hal yang ditakuti itu sebenarnya tidak ada. Orang itu sudah menjadi robot yang tinggal menggerakkan saja. Dengan kemampuan seperti orang yang dikejar anjing tadi, yaitu nekad dan tanpa pikir lagi. Tidak peduli tingkat intelektual seseorang, tidak lulus SD atau profesor, jika croc brainnya sdh tersentuh, semua menjadi robot yang sama.

Sebagai contoh, di beberapa negara sudah dianggap sebagai masalah yaitu gerakan anti imunisasi. Beberapa penyakit yang seharusnya sudah hilang seperti campak, difteri dll muncul lagi karena gerakan ini. Oleh penggagas gerakan entah siapa yg mengawali, berbagai hoax di munculkan, jika di negara berpenduduk mayoritas islam dihubungkan dengan halal dan tidak, di masyarakat yang bukan islam, dimunculkan ketakutan yang lain. Beberapa negara barat sudah mengeluarkan peraturan untuk melawan paham ini. Ada yang lewat denda tinggi bagi orang tua yang tidak mengimunisasi anaknya, sampai larangan masuk Paud dan TK. Mereka melawan ketakutan akan imunisasi yg tanpa sebab, dengan ketakutan lain, yaitu konsekwensi langsung jika tidak diimunisasi seperti denda dan larangan sekolah. Baru efektif.

Tetapi kebutuhan manusia bukan hanya makan dan kawin. Ada kebutuhan kebutuhan lain.

Jika kebutuhan lain itu tidak dengan sengaja diadakan, maka Mekanisme Sukses Otomatis akan mengejar “sasaran lama” yang ditanamkan oleh lingkungan kita. Itulah yang kemudian disebut sebagai Mekanisme Gagal Otomatis. Karena sekuat apapun Anda mengejar hal baru secara sadar, MSO akan membawa Anda mengejar program bawah sadar atau sasaran yang lama.

Di bidang keuangan, sasaran lama yang ditanamkan di pikiran bawah sadar kita adalah BEKERJA KERAS MENCARI UANG. Semakin keras kita bekerja, dianggap semakin mulia.Karena MSO tidak bersifat personal, hanya mengejar sasaran, maka kalau sasarannya adalah BEKERJA KERAS MENCARI UANG, Anda akan *dibuat selalu tidak memiliki uang, supaya Anda terus bekerja keras mencari uang*. Upaya apapun untuk mendapatkan uang banyak akan digagalkan. Jika tidak bisa digagalkan, uangnya di dorong untuk segera dihabiskan. Supaya kita bekerja keras lagi mencari uang. Maka MSO kita berbalik menyabotase kita dan disebut Mekanisme Gagal Otomatis. Bisa saja Anda berhasil memiliki penghasilan besar, tetapi hutangnyapun juga akan besar.

MSO tidak bersifat personal. Dia hanya mengejar sasaran yg sudah ditetapkan. Dia tidak peduli apakah kita (bossnya) berdarah darah mencari uang, hidup dibawah jembatan atau bunuh diri karena stress ditagih hutang. Pokoknya Anda tidak boleh punya uang.

Itu akan terus berlangsung sepanjang hidup Anda, sampai Anda merubah program di pikiran bawah sadar Anda. Dengan program yang berlawanan, yang sayangnya hanya bisa dilakukan oleh pihak ke tiga. Anda sendiri tidak mungkin bisa mengubah program lama Anda, karena dahulu yang menanam adalah orang orang orang yang Anda segani atau takuti.

Jika programnya dirubah, sasaran baru diciptakan. Tuhan melalui MSO akan mencarikan jalan yg termudah, tercepat dan paling harmonis utk mengejar sasaran tersebut. Jauh lebih efektif dan efisien dibanding kalau secara sadar Anda mengejarnya.

Surabaya, 10 Mei 2019
*Sigit Setyawadi*