A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

K.H. HAMAM JA'FAR




Nama :
K.H. HAMAM JA'FAR

Lahir :
Muntilan, 15 Desember 1938

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD, Pabelan (1950)
- SLP, Pabelan (1953)
- SLA, Ponorogo (1959)
- Institut Pendidikan Darussalam, Gontor (1965)
- Berkeliling dan belajar di beberapa pondok (1953-1955)


Karir :
- Pendiri, pimpinan, dan pengasuh pondok pesantren Pabelan (sejak 1965)


Alamat Rumah :
Pondok Pesantren Pabelan, Tromolpos No. 1 Mungkid, Muntilan, Jawa Tengah

 

K.H. HAMAM JA'FAR


Di atas tanah seluas 5,5 ha di Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Jawa Tengah, K.H. Hamam Ja'far kini memimpin Pondok Pesantren Pabelan, yang berjarak sekitar delapan kilometer dari Candi Borobudur. Ia tidak cuma mendidik para santri, tetapi juga melatih masyarakat di sekitarnya.

Inilah pondok pesantren yang menerapkan gagasan arsitektur yang terpadu dengan lingkungan bagi pedesaan di Indonesia. "Setiap papan harus cocok dengan ekologi," kata Hamam Ja'far. "Pondok pesantren di desa tidak dapat lepas dari lingkungannya." Ide ini berhasil, setidaknya mendapat penghargaan dari The Aga Khan Award for Architecture, 1980, sebuah badan dunia milik imam kaum Isma'iliah yang berkantor di Jenewa, Swiss.

Adalah Kiai Muhammad Ali, kakek Kiai Hamam, yang membangun pesantren itu pada 1920. Tetapi, pondok itu sempat macet karena ketiadaan pengasuh, antara 1950 dan 1965. Dan ketika 28 Agustus 1965, Hamam Ja'far menghidupkannya kembali, modalnya hanya 35 orang santri, yang tidak dipungut bayaran, dan sebuah masjid. Untuk biaya pesantren, "Kami mengerjakan sawah milik orang kaya di Desa Pabelan secara bagi hasil, menanam jeruk, pisang, dan buah-buahan lain," kata Kiai Hamam.Pesantren bagi Hamam Ja'far bukan sekadar tempat mengaji, "Tetapi lembaga ilmu, untuk menjawab kepentingan manusia. "Diberikannya contoh: untuk mengetahui dan menentukan awal bulan Puasa, harus diketahui dahulu ilmu perbintangan, ilmu falak, dan hisab. "Dan untuk membagi warisan, harus mengetahui ilmu hitung."

Sistem pendidikan di pesantrennya tidak hanya sistem kelas. Juga ditempuh metode demonstrasi dan karya wisata. Misalnya, para santri dibawa ke sungai untuk diajari bagaimana cara mengolah batu. "Batu ini belum Islam. Harus dibuat berfungsi jadi bangunan. Berfungsi itulah Islam," tuturnya.

Kiai Hamam banyak bertolak dari lingkungannya, karena ia sadar bahwa, "Apa yang kita perlukan, apa yang kita miliki, apa yang jadi tantangan dan hambatannya hanya kita sendiri yang tahu." Ini bukan berarti ia menolak ilmu dari luar, tetapi "kita harus mengambil yang cocok dengan lingkungan di sini," tambahnya. Oleh sebab itu, ia menyayangkan pihak-pihak yang mengagungkan pendidikan dari luar, padahal di sini ada sistem yang lebih sesuai dengan kondisi -- pesantren dan Taman Siswa misalnya.

Anak pertama dari dua bersaudara ini "lulusan" Pondok Gontor, dan Institut Pendidikan Darussalam, 1965, yang juga di Gontor, Ponorogo. Menikah dengan Yuhanah -- sepupunya -- di tahun 1961, Kiai yang suka ikan lele ini punya dua anak, semuanya mengikuti pendidikan di pesantren yang dipimpinnya.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


KAMARDY ARIEF | KARDJONO WIRIOPRAWIRO | KARDONO | KARKONO Partokusumo alias Kamajaya | KARLINA UMAR WIRAHADIKUSUMAH | KARNO BARKAH | KARTINI MULYADI | KASINO HADIWIBOWO | KEMALA MOTIK | K.H. HAMAM JA'FAR | K.H. MOHAMAD ACHMAD SIDDIQ | K.H. MUKTI ALI | K.H. RADEN AS'AD SYAMSULARIFIN | K.H. SHOLEH ISKANDAR | K.H. TOHIR WIJAYA | KHAIDIR ANWAR | KI SOERATMAN | KIAI HAJI ALI MA'SHUM | KOENTJARANINGRAT | KOESNADI HARDJASOEMANTRI | KONTAN PRI BANGUN | KOSASIH PURWANEGARA | KRISHNAHADI S. PRIBADI | KRISTOFORUS Sindhunata | K.R.M. HARIO JONOSEWOJO HANDAJANINGRAT | K.R.T. HARDJONEGORO | KUNTO WIBISONO SISWOMIHARDJO | KUNTOADJI | KUNTOWIJOYO | KURNIA | KUSWATA KARTAWINATA | KWIK KIAN GIE | Kafi Kurnia | Kamiso Handoyo Nitimulyo | Karlina Leksono Supelli | Karni Ilyas | Kartika | Kemal Jufri | Koesparmono Irsan | Krisdayanti | Kurniawan Dwi Yulianto | Kusnanto Anggoro | Kusumo Priyono | Kwik Kian Gie


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq