Sekarang, Harus Ada Fiqh Toleransi …. - Komentar - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Wawancara
22/09/2002

Prof. Dr. Amin Abdullah, MA: Sekarang, Harus Ada Fiqh Toleransi ….

Oleh Redaksi

Memang, sikap toleran dan bersedia menenggang perbedaan di antara kita seringkali hanya diasosiasikan kepada umat beragama yang berbeda. Akibatnya, terjadi defisit toleransi dan rasa tepo seliro di antara internal umat beragama ketika sikap tersebut hanya didefinisikan kepada umat di luar agamanya. Peristiwa tragis yang dialami umat Ahmadiyah ini menunjukkan masih minusnya rasa saling menghargai keberbedaan di antara umat Islam sendiri.

22/09/2002 10:47 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (1)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Bapak Prof. DR. Amin Abdullah, MA. mengatakan bahwa sekarang harus ada fiqih toleransi. Pendapat ini adalah 100% benar.
Mari kita buktikan:
1. Yunus (10) ayat 100: SEKULARISME
2. Al Kahfi (18) ayat 29: LIBERALISME
3. Al Baqarah (2) ayat 148: PLURALISME
4. An Nisaa (4) ayat 1, Al Hujuraat (49) ayat 13: MODERATISME.
5. Pengerian ISME-ISME lainnya dapat dicari sendiri diantara 6666 ayat yang bersangkutan didalam kitab suci dan konteknya disebut Hari-Hari Allah sesuai Ibrahim (14) ayat 5, Al Jaatsiyah (45) ayat 14.
6. Fiqih globalnya adalah disebut syariat kiamat sesuai Al Jaatsiyah (45) ayat 16,17,18 dan didalamnya terdapat aturan dalil rumusan yang dimaksud oleh bapak Amin Abdullah.
7. Kiamat adalah habis gelap terbitlah terang benderang ilmu pengetahuan agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15, atau Al Baqarah (2) ayat 256, atau Ibrahim (14) ayat 1.
8. Peristiwa ini terjadi diera globalisasi sesuai Al Isro (17) ayat 104, Al Kahfi (18) ayat 99, Al Qari’ah (101) ayat 4.
9. Sebagai peringatan untuk manusia masyarakat P.B.B. (United Nations Communities) sesuai Asysyuura (42) ayat 7 dan Al An Aam (6) ayat 92.
10. Wujud untuk mengerti Fiqih Toleransi adalah wajib mengerti dahulu apa yang disampaikan oleh tiap-tiap nabi/rasul dan oleh Allah sendiri sejak Adam sampai hari ini globalisasi, yaitu Persepsi Tunggal Agama yang disebut Risalah Tuhan/Allah sesuai Al Maidah (5) ayat 67 (disampaikan oleh rasul2), Al An Aam (6) ayat 124,125 (disampaikan oleh Allah sendiri), Al A’raaf (7) ayat 62,60 (disampaikan oleh Nuh), 68,66 (disampaikan oleh Hud), 79,75 (disampaikan oleh Saleh), 93,88 (disampaikan oleh Syuaib), 144,109 (disampaikan oleh Musa), Al Ahzab (33) ayat 38,39,40 (disampaikan oleh Muhammad atau siapa saja yang mengingikannya termasuk bapak Amin Abdullah), Al Jinn (72) ayat 23,26,27,28 (disampaikan oleh rasul yang dirido’i).
11. Dengan kata lain Allah akan menjadikan agama disisi Allah adalah Islam sejak dahulu secara kaffah menjadi Agama Allah tempat Manusia Toleransi masuk berbondong-bondong kedalamnya sesuai An Nasr (110) ayat 1,2,3, Ali Imran (3) ayat 19,81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, Al Hajj (22) ayat 78, Al Baqarah (2) ayat 208.
12. Hal-hal ini terjadi apabila Hari Penggenapan Takwil Kebenaran KItab telah diturunkan Allah melalui seseorang sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53, atau Roh Kebenaran sesuai Yohanes 16:12,13,14,15, dan pelajaran agama akan mulai dari nol kembali, karena sekian lama yang panjang manusia telah salah kaprah berselisih agama sesuai Al Baqarah (2) ayat 111,112 113 120,130,135,145, dan pecah-belah agama sesuai Ar Ruum (30) ayat 32, Al Mu’minuun (23) ayat 53,54 (sesat sampai suatu waktu) Yudas 1:18,19,20,21 (pecah-belah mereka hidup tanpa roh kudus), sedang Allah berniat untuk menjadikan umat yang satu sesuai An Nahl (16) ayat 93, yang tidak setuju disesatkan Allah, yang setuju diberi-Nya petunjuk.
Demikian dahulu dan lain kali kita dilanjutkan ! 

Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

#1. Dikirim oleh Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal  pada  19/08   06:40 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq