Stop Wawancara Pemuka Agama Jelaskan Bencana - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Kliping
05/11/2010

Stop Wawancara Pemuka Agama Jelaskan Bencana

Media massa hendaknya tidak mewawancarai pemuka agama untuk menjelaskan fenomena bencana alam. Penjelasan pemuka agama yang cenderung menyebut bencana alam akibat kutukan Tuhan akan menimbulkan kekacauan.

VHRMedia.com, 5 November 2010

VHRmedia, Jakarta - Media massa hendaknya tidak mewawancarai pemuka agama untuk menjelaskan fenomena bencana alam. Penjelasan pemuka agama yang cenderung menyebut bencana alam akibat kutukan Tuhan akan menimbulkan kekacauan.

Hal itu mengemuka dalam diskusi ”Politisasi Bencana”, di Jakarta, Jumat (5/11). Wartawan salah satu televisi swasta, Andi Budiman, mengatakan tugas wartawan menggali penjelasan ilmiah terkait bencana alam. ”Sudah saatnya wartawan pergi ke ahli geologi untuk mengedukasi masyarakat,” katanya.

Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla, berharap informasi mengenai gempa disampaikan dengan cara tidak berlebihan. Hal ini untuk menghindari kepanikan masyarakat. ”Peringatan bencana seharusnya disampaikan dengan wajar, tanpa ada kepanikan,” ujarnya.

Anggota DPR Budiman Sudjatmiko mengusulkan adanya politik anggaran untuk dana bencana alam. Dana bencana akan dikucurkan ke pemerintah daerah untuk siaga bencana. ”Bencana 80% terjadi di desa. Kalau ada dana siaga, berarti bisa cepat dialokasikan,” katanya.

Budiman juga mengusulkan dibentuk pusat penelitian harta kekayaan korban bencana. Dia menyebut contoh, rekening nasabah yang tewas saat tsunami Aceh hingga kini tidak jelas keberadaannya. ”Itu jumlahnya triliunan rupiah,” ujarnya. (E1)

05/11/2010 | Kliping | #

Komentar

Komentar Masuk (15)

(Tampil maks. 5 komentar terakhir, descending)

senang saya membaca komentar2 nya.. Sangat menghibur..
Saya pikir kalau kita tetap terpaku pada teks2 lama, islam tidak akan maju2..bebaskanlah otak kalian untuk berfikir dan maju. Kemajuan islam dunia saya fikir akan terjadi di indonesia, bukan dari tanah arab sendiri. Pemaknaan kembali islam yang sebenarnya dan modern akan terjadi di indonesia. Ini berkaitan dengan munculnya cendekiawan yang demokrat dan liberal. Islam arab terlalu subyektif dan tendensius dalam pemaknaannya. Bahkan boleh dibilang egois dan mau menang sendiri.

God bless indonesia

Posted by ahmadi  on  11/22  at  09:18 AM

assalamualaikum wr wb pak Ahmad Din...saya hanya mau tanya APAKAH ISLAM ANDA SUDAH PALING BETUL ?

wassalammualikum wrwb

Posted by iyan gillan  on  11/21  at  05:15 PM

hehehhehehe.. terjawab sudah pertanyaan saya yang sejak dulu saya pikirkan.. “kenapa indonesia banyak korupsi dan orang miskin”.. sebelum membaca tulisan ini.. jawaban saya adalah ini takdir dan cobaan dari Tuhan.. ternyata jawaban saya salah.. jawabannya datang sendiri dari Ahlinya.. Indonesia banyak korupsi dan orang miskin karena salah urus oleh orang2 yang merasa ahli dalam mengurus bangsa/orang..
Dan juga ternyata terjawab juga siapa “Ulil” sebenarnya.. dia bukan ahli agama.. karena berani menjawab dan memberikan alasan tentang kenapa terjadi bencana di Indonesia.. (penulis baru belajar baca Alquran)

Posted by hamba Allah  on  11/20  at  05:48 PM

komentar dari ahmad din tdk substansial isinya krn tdk bs berargumen selain menghina golongan lain, inikah yg namanya berakal dalam beragama?, atau inikah syahwat emosi dari agama yg menjauhkan akal sehatnya?

mmg semua gagal mengkait2kan bencana alam dgn azab, ujian atau cobaan, lihatlah negara2 skandinavia yg standar hidupnya tinggi, walau menurut standar agama layak saja mendapatkan azab krn perilaku free sex disana tp knp bencana malah menimpa negara indonesia?, jwbnya krn mmg tanah air kita rentan oleh bencana alam akibat pertemuan lempeng bumi dan masuk jalur sabuk gunung berapi.

Posted by Pangesti Sejahtera  on  11/19  at  06:57 PM

Ya, tentu aja orang2 JIL (Jaringan Iblis Linglung) itu pada hakikatnya kan sdh tdk percaya lg dg agama (Islam)… Jd, tolong media massa jgn mewancarai pr tokoh Islam deh, tp kalau tokoh2 dari kaum kafir Nasrani dsb bolehlah. Karena JIL ini kan mmg sekutu mereka & yg menyeponsori jaringan ini jg mereka, kan? Mempelajari Islam kemana-mana sampai dpt beasiswa sgl, tujuannya hanya satu, merusaknya! Na’udzubillah min dzalik...!

Posted by Ahmad Din  on  11/15  at  09:02 PM

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq