Muhammad Imarah: Turâts, Tajdîd dan Relasi Agama-Negara
Halaman Muka
Up

 

Tokoh
07/03/2004

Muhammad Imarah: Turâts, Tajdîd dan Relasi Agama-Negara

Oleh Tedi Kholiludin

Sosok Muhammad Imarah juga bisa dikategorikan sebagai seorang intelektual kelas kakap di Tanah Arab. Responnya yang cukup antusias pada dunia akademis, terutama dalam menyikapi tren pemikiran Islam, telah mengibarkan namanya dalam dunia pendidikan dan pemikiran Islam kontemporer. Salah satu karyanya dalam merespons pemikiran tokoh sezamannya, adalah sebuah buku berjudul Suqûthul Ghuluwwil Almcnî (Gugurnya Kenaifan Kaum Sekuler). Buku ini merupakan karya ilmiahnya dalam merespons pemikiran Muhammad Sa`id Al-Asymawi yang cenderung sekuler.

07/03/2004 15:07 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (2)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

saya nilai pemikiran yang ditelorkan beberapa orang yang mengaku cendekiawan muslim sekarang ini kurang banyak nyentuh kebutuhan mendasar umat Islam. Umat islam sekarang ini lagi ngadepin krisis ekonomi, kelaparan, tapi apa yang sudah mereka sumbangkan untuk umat? pemikiran pemberdayaan ekonomi kerakyatan pun gak jelas bentuknya. malahan enjoy mengusung ide sekularisme, dsb. yang ujung-ujungnya malah menguntungkan kapitalisme global. sekarang kita harus berpikir riil apa yang bisa kita berikan untuk mengentaskan umat kita dari kemiskinan. diskusi memang baik, tapi konsep apa yang anda tawarkan. terima kasih.
-----

#1. Dikirim oleh Idet Sudew  pada  16/10   09:10 AM

mengingat bahwa muslim indonesia ini sebagian besar masih dibawah garis kemiskinan dan kepintaran, alangkah sebaiknya JIL memberikan penyegaran keislaman yang lebih membumi!

#2. Dikirim oleh athoj mavlana  pada  27/01   12:40 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq