Home > Kliping Media > Jawa Pos

Di Probolinggo, Rhoma Irama Ngomong Soal PPPR dan Zainuddin M.Z

Harian Jawa Pos, 27 Januari 2002

Benarkah H. Rhoma Irama bergabung dengan PPP Reformasi? Bagaimana si raja dangdut itu menilai sosok KH Zainuddin M.Z yang jadi motor PPP Reformasi itu? Kemarin, dia mengungkapkan hal tersebut ketika hadir di acara Peresmian Rumah Makan di Gending Sari.

"Nggak benar kalau saya disebut bergabung di PP Reformasi," katanya santai. Dia menegaskan, akan selalu netral dalam menghadapi kasus tersebut.

Rhoma prihatin dengan kondisi umat Islam yang saat ini mulai terkotak-kotak. "Karena itu, dalam kasus ini, saya lebih memilih netral agar bisa merekatkan mereka yang bertikai itu dengan semangat islah," paparnya.

Ketika dimintai pendapatnya tentang sosok Zainuddin M.Z yang menjadi motor PPP Reformasi (PPPR) itu, dia bisa menghormatinya. "Mungkin itu momentum bagi beliau (Zainuddin, Red) untuk aktif di partai politik," kata lelaki bercambang lebat ini. Dia yakin, Zainuddin pasti mempunyai alasan sendiri, mengapa akhirnya dia mendirikan PPPR."Kalau saya, sampai saat ini memilih tidak aktif di partai manapun," tegas Bang Haji, panggilan akrab Rhoma Irama yang kemarin mengenakan stelan putih-putih ini.

Bagaimana dengan partai umat Islam saat ini? Ia menilai, dalam komitmen integritas ukhuwah, saat ini kondisi umat Islam sangat memprihatinkan. Banyak dari mereka yang terjerat fanatisme kelompok dan partai, daripada fanatisme kebangsaan. Sehingga, mereka lebih mementingkan kelompoknya. "Akibatnya, umat Islam mulai tercerai berai," ungkap penyanyi dangdut yang baru berduet kembali dengan Elvi Sukaesih ini.

Dia menambahkan, saat ini diperlukan pendidikan politik pada umat Islam. Artinya, Mereka jangan sampai mementingkan fanatisme kelompoknya. "Mereka harus sadar, partai hanyalah sekadar instrumen, bukan tujuan utama," katanya. "Partai apa saja boleh, karena itu hanyalah alat. Tapi tujuan, tidak boleh selain Allah SWT," katanya sambil menunjuk tangannya ke atas.

Apakah bisa lewat musik untuk menyampaikan pesannya itu? Menurutnya, musik hanyalah sebuah profesi. Namun, tidak menutup kemungkinan pesan-pesan persatuan dan kesatuan bangsa bisa disampaikan lewat musik dan tabligh . "Saya rasa Anda bisa menilai terhadap lagu-lagu yang saya nyanyikan selama ini," ujarnya. (syt)


Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.

comments powered by Disqus

Website ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn.