|
|
Rhoma Irama: Golkar Semakin IslamiHarian Kompas, 9 Desember 1996 Jakarta, Kompas Da'i sekaligus bintang Dangdut Rhoma Irama mengatakan, dirinya akan selalu meyakinkan kepada umat tentang komitmen Golongan Karya (Golkar) terhadap Islam. Pencipta ratusan lagu dangdut bersyairkan dakwah Islam ini juga menilai, Golkar dari hari ke hari semakin islami. Rhoma Irama mengatakan hal itu menjawab pertanyaan wartawan mengenai strategi pemenangan Golkar dalam Pemilu 1997, seusai memberikan hikmah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW pada acara Tablig Akbar: Nada dan Dakwah, Minggu pagi (8/12) di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Hadir pada acara yang diselenggarakan DPD Golkar DKI Jakarta itu antara lain Ketua Umum Satkar (satuan karya) Ulama Indonesia yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta H Tjokropranolo, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta H Tadjus Sobirin, Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Pemerintahan Idroes, serta pejabat sipil dan militer lainnya. "Saya akan meyakinkan umat tentang komitmen Golkar terhadap Islam, bahwa Golkar semakin hari semakin islami," kata Rhoma yang tampil dengan pakaian serba hitam plus pici hitam, dan berselendang kuning. Ditandaskan, dirinya juga akan meyakinkan umat bahwa kredibilitas Golkar dalam pembangunan nasional semakin mantap. Pembangunan nasional dikatakan Rhoma Irama telah diakui dunia internasional, di mana Golkar mampu mengangkat Indonesia menjadi negara yang paling pesat di dalam membangun. "Saya ingin mengimbau umat untuk tetap melestarikan kondisi ini, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan serta mengutamakan ukhuwah Islamiyah," kata Rhoma Irama yang mengaku kapasitas saat dia berbicara di panggung sebagai da'i. MeriahAcara tablig akbar yang mengambil tempat sebagian lapangan Parkir Timur Senayan itu mendapat perhatian masyarakat, terutama ibu-ibu yang tergabung dalam Majelis Taklim dari kawasan Jabotabek. Acara yang sebenarnya baru dimulai pukul 10.00 WIB itu sudah mulai didatangi ribuan massa sejak satu jam sebelumnya. Mereka datang ke Parkir Timur Senayan dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan sewaan, dan umumnya datang secara berkelompok. Tampilnya Rhoma Irama di panggung raksasa berbentuk hanggar ini rupanya menjadi acara puncak yang ditunggu-tunggu. Mereka berusaha mencoba menahan terik matahari dengan menggunakan payung, koran, atau kain, dan dengan antusias mendengarkan Rhoma Irama berdakwah. Bahkan saat Rhoma Irama berbicara, ratusan massa secara bergantian berusaha memotret Raja Dangdut ini dari dekat dengan cara naik ke panggung. Sesekali Rhoma melantunkan nyanyian dakwahnya tanpa diiringi musik, namun suara latar langsung hadirin. Dakwah yang dialogis ini mampu menahan massa untuk tidak pulang lebih awal, hingga Rhoma Irama selesai berdakwah. Usai Rhoma berdakwah, panggung dimeriahkan oleh kelompok lawak Pepesan Kosong. Sementara Dr Istianto yang mewakili Menteri Agama Tarmizi Taher dalam sambutannya mengatakan, umat Islam hendaknya harus dapat menerima perbedaan, sebab di dalam Islam pun menurut dia terdapat perbedaan-perbedaan. Misalnya, kata Istianto, Islam mengenal mazhab Syiah maupun Sunni, dan mengenal adanya imam-imam yang berbeda pula. Diingatkan, meskipun ada perbedaan, umat Islam hendaknya harus tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan. "Jangan urusan penetapan waktu kapan mulai berpuasa dan kapan berlebaran saja diributkan," katanya. Menurut dia, dalam persoalan penetapan waktu yang sering muncul setiap tahun ini, umat Islam hendaknya mempercayakannya kepada pemerintah, sebab penetapan merupakan urusan pemerintah yang sudah memiliki perangkat memadai. (pep) |
|
Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.comments powered by DisqusWebsite ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn. |