|
|
Gus Dur Merestui Rhoma Caleg GolkarHarian Jawa Pos, 3 Oktober 1996
JAKARTA- Raja dangdut Rhoma Irama kemarin berkonsultasi dengan Ketua Umum PB
NU Kepada Rhoma, ketua Pokja Forum Demokrasi ini menjelaskan bahwa orang yang ingin berbuat sesuatu itu harus sesuai dengan kemampuannya. Gus Dur mengaku menghormati pilihan raja dangdut tersebut. Hanya saja, ia berpesan agar tetap menekuni dunia seni, meski telah menjadi caleg Golkar. Dengan demikian, ia akan menjadi ulama sekaligus umara. Gus Dur tidak khawatir kalau Rhoma akan tergulung setelah menjadi caleg Golkar? “Tergulung oleh siapa. Justru malah saya bilang pada dia, di DPR itu nggak usah neko-neko pakai warna-warna. Di parlemen ya pakai warna parlemen, tidak perlu pakai warna agama,” katanya. Gus Dur menilai, DPR bagi Rhoma tetap dianggap sebagai media perjuangan. “Dia (Rhoma) tidak bersuara pun sudah mendapat pahala. Apalagi kalau mau bersuara, misalnya tanya masalah APBN, tanya menteri-menteri kan sudah dapat pahala, karena mempertanyakan nasib uang negara dan nasib rakyat,” katanya. Ditantang masuk MaduraSementara itu, dari Bangkalan, Madura, diperoleh informasi bahwa Rhoma Irama ditantang tokoh PPP, KH Imron Abdul Fatah, masuk ke Madura untuk berkampanye Golkar. Pimpinan Ponpes Mamba'us Salam yang juga cucu ulama karismatik Madura KH Cholil tersebut tidak yakin Rhoma akan mampu mempengaruhi massa PPP di daerah tersebut. “Rhoma itu cuma populer di dunia musiknya saja. Kalau Rhoma sampai bisa
mempengaruhi massa PPP agar nyoblos Golkar dalam pemilu nanti, itu nol besar,”
tegas Kiai Imron, vokalis PPP Bangkalan. Menurut dia, Rhoma tidak berbeda dengan
megabintang rock Michael Jackson, musisi kulit hitam. Karena itu, PPP tidak
perlu khawatir dengan kepindahan
Kecuali, lanjutnya, jika masyarakat dipaksa datang dengan mengerahkan truk, terlebih sampai dibayar, “Itu lain persoalan. Namun, masyarakat yang datang pun hanya sekadar ingin mendengarkan musiknya Rhoma. Lain tidak,” tegas kiai Imron. Lebih jauh, ujar kiai yang sering berdakwah di keremangan malam ini, sebenarnya PPP kecolongan ketika menerima Rhoma sebagai kader dalam pemilu beberapa waktu lalu. Sebab, ternyata musikus kelahiran Tasikmalaya ini kader Golkar. “Hal itu kan diakui Rhoma sendiri. Seperti pernyataannya di berbagai media
yang menyebut dia bersedia menjadi caleg Golkar karena |
|
Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.comments powered by DisqusWebsite ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn. |