|
|
Hikmah Bersamaan Natal
Harian Jawa Pos, 2 Desember 2000 Allah berfirman, ciri orang-orang yang bertakwa adalah dapat menahan amarahnya, dapat memaafkan orang lain dengan mudah, dan selalu berbuat baik kepada sesama manusia. Ciri-ciri itu sudah kita terapkan selama Ramadan. Karena itulah, nilai ketakwaan yang sudah kita peroleh selama Ramadan itu seharusnya dapat kita pertahankan pada bulan Syawal dan bulan-bulan selanjutnya. Sayang, ada jenis manusia yang mampu memupuk ketakwaannya di bulan Ramadan, tapi setelah bulan ini berakhir, berakhir pula ketakwaannya. Contohnya saja, waktu Ramadan, kita puasa, salat lima waktu, dan mengerjakan salat tarawih. Judi pun dapat ditinggalkan. Tapi, ketika Ramadan sudah selesai, kebiasaan mabuk-mabukan dan judi kembali dilakukan. Itu kan artinya, setelah Ramadan usai, usai pulalah ketakwaannya. Ramadan tahun ini sangat istimewa. Karena beriringan dengan dua hari besar, yaitu hari raya Natal dan Idul Fitri. Momen itu seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan pada dunia bahwa Islam itu secara konseptual dapat menerima segala perbedaan dengan baik. Islam itu rahmatan lil &Saat ini, kita hidup dalam keprihatinan. Di mana-mana terjadi kekerasan. Kemaksiatan, perjudian, pembajakan terjadi di depan mata. Akibatnya, Allah menghukum kita dengan kondisi seperti sekarang: bencana alam dan penderitaan terjadi di mana-mana. Allah pernah mengingatkan dalam firman-Nya bahwa jika suatu golongan membiarkan golongan lain berbuat kemaksiatan, maka Allah akan menghukum mereka semua. Para pemimpin kita telah membiarkan korupsi yang terjadi di depan mata. Mereka menutup mata pada tempat-tempat maksiat, seperti pelacuran, perjudian, dan lain-lain. Buktinya, sampai saat ini, kemaksiatan itu tidak dapat dihapuskan. Hal itu terjadi karena adanya campur tangan pemerintah itu sendiri, yang secara sembunyi-sembunyi melindungi. Pemerintah tidak pernah dapat bertindak tegas menghapuskan kemaksiatan. Allah pun marah dan yang dihukum bukan hanya orang-orang yang melakukan kemaksiatan itu. Tapi juga orang-orang di sekelilingnya yang tahu, tapi pura-pura tidak tahu. Padahal, Rasul sudah mengingatkan, beliau pernah berkata, &Sekarang kita tidak dapat menyalahkan segelintir &Peristiwa penghancuran yang dilakukan para organisasi keislaman itu merupakan peringatan bagi aparat bahwa jika para hakim profesional tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, maka para hakim jalananlah yang akan menggantikan tugas mereka. Sesungguhnya, Allah selalu menyerukan agar setiap manusia senantiasa menyerukan kebaikan, amar makruf nahi mungkar. Semoga di hari Idul Fitri nanti kita semua dapat kembali pada fitrah. Dan saling menyerukan pada kebaikan. Amin ya Rabbal alamin. (mel) |
|
Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.comments powered by DisqusWebsite ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn. |