Home > Kliping Media > Citra

Pelecehan Bagi Musik Dangdut

Tabloid Citra

KALAU kriteria pemberian gelar doktor kehormatan kepada dua penyanyi dangdut Rama Aiphama dan Cici Faramida adalah karena mereka penyanyi dangdut, Rhoma Irama dan beberapa penyanyi / musisi dangdut lainnya menganggapnya sebagai pelecehan belaka bagi musik dangdut. Rhoma dan beberapa penyanyi dan musisi bahkan berencana mengadakan pertemuan membahas masalah ini pada 30 Agustus mendatang.

Pertanyaan, mengapa Rama dan Cici yang dipilih padahal masih ada penyanyi dan seniman dangdut lain yang lebih layak, dilontarkan sebagian besar penyanyi dangdut senior. Raja Dangdut Rhoma Irama, seperti dituturkan Rama Aiphama melontarkan pernyataan keras, bila kriteria adalah penyanyi dangdut maka pemberian gelar itu kepada Rama dan Cici merupakan pelecehan bagi dunia dangdut.

Hal senada diucapkan Rita Sugiarto, partner Rhoma dalam beberapa pementasan dan album. Mantan istri Jacky Zimah ini mempertanyakan kriteria pemberian gelar ini. "Kalau kriterianya adalah seseorang yang telah membudayakan perkembangan musik dangdut, kenapa bukan Rhoma Irama? Juga masih ada nama lain seperti almarhun Husein Bawawi. Sampai sejauh ini, yang mencatat sejarah panjang musik Melayu dangdut, masih Rhoma Irama. Itu menurut saya lho," katanya dengan suara menggebu-gebu.

Lanjut Rita,"Seandainya saya yang menerima gelar itu, saya terima dulu dan saya ucapkan terimakasih kepada panitia yang telah memilih saya. Setelah itu, saya berikan lagi kepada yang lebih layak untuk menerimanya, '' ujar Rita. .

Camelia Malik, sesepuh dangdut lainnya, agak berhati-hati mengomentari pemberian gelar ini. Justru Mia, begitu ia akrab disapa, ingin tahu lebih jauh tentang pemberian gelar itu. "Yang saya kepingin tahu sekarang ini, kriterianya apa, risetnya seperti apa, lantas, panitia di sini itu siapa,'' ungkap istri Harry Capri ini.

Namun bila pemberian gelar tersebut konteksnya memang pada dunia dangdut, ia sependapat dengan Rita. "Kalau untuk dunia dangdut, kita kan tak bisa tuli, tak bisa buta, masih ada pakarnya.Wah, masih banyak senior-senior dangdut. Dan, yang layak untuk menerimanya, Rhoma lah,'' tandas Mia.

Sebelum tahu kejelasan dari pemberian gelar itu, Mia tak mau gegabah memberi penilaian. Sampai saat ini, Mia mengaku infomasi yang diterimanya masih simpang siur. "Rama bilang, gelar itu bukan untuk dangdut. Ada yang bilang karena dia penyanyi dangdut. Makanya saya tidak mau mengomentari apakah gelar itu layak diterima keduanya. Saya pingin sesuatu yang jelas dulu," tandas Mia.

Pernyataan Rama yang mengatakan dirinya penyanyi Melayu, bukan penyanyi dangdut. Dan karena itulah American World University lewat International Management Indonesia (IMI) memberinya gelar doktor kehormatan, juga mengundang tanggapan keras. Rita menuduh Rama tidak konsisten.

Menurut Rita, musik Melayu sudah identik dengan musik dangdut. "Melayu itu kan cikal bakal musik dangdut. Nah, sekarang saya tanya, Rama itu penyanyi pop atau dangdut? Kalau dia bilang sebagai penyanyi Melayu, itu kan kolaborasi saja. Saya tanya lagi, dia itu merasa dirinya sebagai orang dangdut atau tidak? Saya melihatnya, Rama itu setelah ke dangdut, dia baru ramai dibicarakan. Ia sebenarnya mengolaborasi musik keroncong dengan musik melayu yang ada unsur-unsur dangdutnya," kata Rita.

Sementara, penyanyi Megy Z lebih mengambil sikap positif. Kata Megy, justru bagus kalau kriteria pemberian gelar itu dalam konteks dangdut. "Hal itu dapat memicu insan dangdut untuk lebih maju lagi. Kenapa harus dipertentangkan?" ucapnya. nizar


Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.

comments powered by Disqus

Website ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn.