|
|
Rhoma dalam Nada dan DakwahHarian Republika, 23 Agustus 2002 Dalam blantika musik di tanah air, ada penyanyi sekaligus pencipta lagu yang menyisipkan pesan dakwah dalam karya-karyanya. Ia adalah Rhoma Irama yang acap dipanggil Bang Rhoma. Hampir setiap album yang ditelorkan, ia selalu selipkan tembang-tembang bernada dakwah. Tak pelak kemudian dirinya dijuluki raja dangdut dan juga disebut dai. Rhoma tidak merasa gerah. Ia malah merasa bangga dengan julukan itu. Malah lewat kelompok musiknya Soneta Group, Rhoma pernah mengeluarkan album lagu dan film bertajuk 'Nada dan Dakwah'. Memang ia secara terang-terangan hadir sebagai musisi sekaligus dai dalam blantika musik dangdut di Indonesia. Dakwah yang dilakukan Rhoma memang tidak terlalu menggurui. Ia hanya menukilkan realita yang ada di tengah masyarakat secara gamblang. Tengok saja lagu 'Judi'. Lagu ini hadir karena pada saat itu masyarakat kita tengah kecanduan judi Porkas. Ketika itu banyak orang gandrung membeli Porkas dengan harapan untuk mendapatkan uang undian yang berlimpah. Tapi Porkas itu hanya membuat 'mimpi' indah bagi kaum miskin saja. Terbukti, mereka kian terpuruk dalam kemiskinan lantaran uang hasil kerjanya ludes untuk tombok undian. Lewat lagu judi itu, agaknya, Rhoma ingin menyadarkan bahwa judi itu selain dimurkai Allah juga merugikan diri sendiri. Dakwah Rhoma lewat musik laiknya yang dilakukan Walisongo tempo dulu. Ia menciptakan tembang yang sarat kritikan sosial. Rhoma berusaha membuka ruang kesadaran masyarakat terhadap penyakit Molimo, yakni berjudi, berzina, mencuri, madat, dan minum minuman keras. Kebanyakan orang memang sulit diingatkan langsung lewat lisan. Karena hal itu bisa dianggap melarang atau menggurui orang bersangkutan. Yang terjadi bukan kesadaran mereka yang didapatkan, sebaliknya malah kesalahpahaman yang acap terjadi. Berangkat dari kondisi itu, lalu lelaki kelahiran 11 Desember 1946 di Tasikmalaya ini, melakukan dakwah melalui seni musik yang digelutinya. Berbagai lagu Rhoma, meski tidak mengusung label Islam, kebanyakan juga bernilai dakwah. Sebut misalnya lagu Begadang (mungkin yang dimaksud Begadang I - webmaster), Adu Domba, dan Hak Asasi. Lagu-lagu itu pada umumnya mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran atau kesia-siaan. wot |
|
Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.comments powered by DisqusWebsite ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn. |