|
|
Rhoma Dukung Noer Halimah PisahHarian Suara Merdeka, 23 Agustus 1999 KALAU saja ia tak memiliki wajah cantik dan suara merdu, mana mungkin raja dangdut sekelas Rhoma Irama mau menggaetnya untuk berduet. Itulah Noer Halimah, penyabet gelar Penyanyi Dangdut Berpenampilan Terbaik '94 versi PAMMI. ''Itu kan dulu. Sekarang saya sudah nggak lagi duet dengan Bang Haji,'' tangkisnya kalem. Wanita ayu kelahiran 9 September di Jombang - Jawa Timur ini, sepertinya digariskan untuk jadi penyanyi. Terbukti, meski besar di lingkungan agamis, bakat musiknya lebih kuat menariknya untuk lahir sebagai bintang. Ketika ia ingin beralih usaha di jalur bisnis, hatinya malah gundah. Dalam kegundahan itulah akhirnya muncul gairah baru yang menggebu. Album terbarunya berjudul Rumput Tetangga, hasil dari endapan hati yang gundah, sekaligus dijadikan penghantar kerinduan para penggemarnya pada kejelitaan suara ''Permata dari Timur'' ini. ''Proses album ini hampir memakan waktu setahun,'' tuturnya. Seperti proses pembuatan albumnya, sukses demi sukses yang pernah diraihnya pun ceritanya tidak semudah orang membalikkan telapak tangan. Meski banyak sandungan dalam berkarier, sesuai dengan rasi bintang Virgo yang bersifat penyabar, Noer menghadapi segala hambatan yang ada dengan tabah. ManggungKota kecil bernama Jombang, mungkin tidak akan melahirkan seorang bintang bila saat itu tak ada seorang gadis kecil yang punya nyali. Sekian tahun yang lalu, gadis kecil yang masih duduk di bangku SD kelas IV itu tiba - tiba naik ke atas panggung besar. Padahal di atas panggung seorang superstar dangdut sedang beraksi. Gadis itu tidak perduli, ia mengatakan ingin menyumbang nyanyi. Superstar dangdut Rhoma Irama bersama grup Soneta tidak marah dan merasa terganggu dengan kelancangan gadis itu. Mereka malah mengajaknya nyanyi bersama. Bisa dibayangkan massa fanatik Rhoma Irama yang semula tak tahan dengan ulah gadis itu, berbalik kagum ketika mulai mendengarkan dendangnya. Gadis kecil itu memang Noer Halimah. ''Ketika itu saya diajak duet dengan Rhoma,'' kenangnya. Bakat nyanyi Noer memang dimiliki sejak lahir. Selain ingin jadi penyanyi, sejak kecil ia aktif menjadi penyanyi kasidah di kampungnya, desa Ngoro. Peristiwa kelancangannya muncul di panggung memang sempat membuat desanya geger. Tapi peristiwa tersebut akhirnya berlalu begitu saja. Hingga suatu hari, saat itu Noer sudah mulai remaja dan duduk di bangku SMP, Rhoma Irama yang sedang tur ke Jombang dikagetkan lagi dengan munculnya gadis cantik di atas pentasnya. Lagi - lagi ia ingin menyumbang lagu. Saat itu Rhoma lebih terpana. Bukan hanya pada keberanian Noer Halimah, tapi juga pada suaranya yang memang merdu. ''Ketika saya SMA, dan Rhoma tur di Surabaya, saya dicari untuk jadi patner duetnya,'' lanjutnya. Usai berduet di panggung, Noer tak menyangka bila akhirnya Rhoma malah mengajaknya rekaman. ''Saat itu partner duetnya, Rita Sugiarto, sudah bersolo karier, sehingga saya dipilih sebagai pengganti,'' lanjut Noer lagi. Bisa menyumbang lagu di pentas Soneta saat itu sudah dianggap luar biasa. Apalagi di antaranya ada lagu Pesona yang dijadikan soundtrack film Satria Bergitar dan album duet Piano yang sempat melegenda. ''Kemudian saya ingin memisahkan diri dan bersolo karier,'' katanya. Perpisahannya dengan si raja dangdut sempat mengundang tanda tanya banyak orang. Tak kurang pengamat musik dan pers penasaran atas mundurnya Noer dari Soneta. Penyanyi cantik ini juga punya kekhawatiran bila buntut pemisahan itu akan mengundang gosip yang bukan - bukan. ''Karena antara saya dan Rhoma memang tidak ada apa - apa. Lagi pula pengunduran untuk bersolo karier itu dianggap sebuah tekad baik oleh Rhoma. Akhirnya langkah saya di dukung juga,'' tandasnya. Pemilik vokal merdu yang gemar rekreasi di gunung ini malah melahirkan album solo di Soneta productions. Di antaranya jadi hit, yakni Bayang - bayang, Surat Merah dan terakhir muncul tahun 1998 berjudul Cemara Biru. ''Album tersebut sebenarnya dibuat tahun 1995. Entah mengapa, tiga tahun kemudian baru beredar,'' lanjutnya. Saat menunggu selama tiga tahun merupakan waktu yang melelahkan. ''Saya memang jarang show lagi. Maklum krisis moneter. Saya memilih mendirikan usaha bengkel mobil,'' akunya.(yan-27)
|
|
Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.comments powered by DisqusWebsite ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn. |