|
|
Bedono Digegerkan Rhoma “Palsu”Harian Suara Merdeka, 21 Desember 2001 AMBARAWA-Ada-ada saja ulah Mulyadi (46), warga Dusun Dlimas, Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Seharian kemarin, tukang ojek ini sempat membuat heboh warga Jambu dan sekitarnya. Bahkan sejumlah panitia penyelenggara pentas Rhoma Irama di Desa Bedono nyaris terkecoh jika tidak saksama “meneliti” wajahnya. Ceritanya, pagi kemarin persis sehabis subuh dan suasana Bedono masih remang-remang, Mulyadi bertandang ke rumah mantan Kepala Desa Bedono, Kecamatan Jambu, H Pujiono CW. Pengojek itu mengenakan pakaian “ala” Rhoma Irama. Kedatangan tamu tak diundang ini bukan saja membuat Pujiono yang memang berencana nanggap Rhoma Irama kaget. Sejumlah karyawan PT Sinar Lendoh Terang yang sedang bersiap-siap membuat panggung untuk pentas akbar Rhoma Irama dan Soneta Grup-nya, Minggu (23/12) lusa juga terheran-heran. Kok Rhoma muncul pagi-pagi dan cuma naik motor butut? Setelah hilang rasa kagetnya, Pujiono lantas mengusut jati diri “Si Rhoma” ini yang ternyata Mulyadi tadi. Karena penasaran melihat penampilan Mulyadi yang memang mirip Rhoma, Pujiono lantas mengajak tukang ojek ini keliling Kecamatan Jambu dan sekitarnya mengendarai mobil BMW seri terbaru, Z-3. Tujuannya mengetes apakah ada warga lain yang juga “tertipu” oleh penampilan Mulyadi. Ternyata bukan dia saja yang terkecoh. YMT Kepala Desa Bedono, Susatyo dan kontributor RCTI, Yon Daryono, juga sempat terkecoh. Bahkan beberapa warga sudah telanjur meminta potret bersama “Si Rhoma” itu. “Busyet, saya sampai mundhuk-mundhuk ketika berjabat tangan dengan dia. Nggak tahunya tukang ojek. Wajahnya mirip sekali,” aku Yon, yang kemarin sengaja melihat persiapan pentas Rhoma, sambil geleng-geleng kepala dan tertawa keras. Mulyadi, kata Pujiono, tak bermaksud menipu. Dia hanya ingin “menggoda” para panitia penyelenggara pentas. “Dia nggak minta apa-apa. Cuma bikin kaget saya dan teman-teman lain,” |
|
Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.comments powered by DisqusWebsite ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn. |