|
|
Rita Sugiarto Ambil HikmahnyaHarian Bali Post, 3 September 2001 TAK sia-sia penyanyi dangdut Rita Sugiarto datang ke malam puncak Anugerah Dangdut TPI di studio TPI, Sabtu (1/9) malam lalu. Rita dinobatkan sebagai penyanyi rekaman lagu dangdut wanita terbaik lewat lagu ''Kupu Kupu''. Tembang melankolis itu juga didendangkan untuk menghibur penonton diiringi Purwacaraka Big Band. ''Tentunya saya senang mendapat penghargaan ini. Sebagai penyanyi senior, saya mendukung anugerah Suling Emas Anugerah Dangdut TPI,'' ujar Rita yang kini menjanda setelah resmi dicerai suaminya, Jacky Zimah, yang juga penyanyi dangdut. Ihwal perceraiannya dengan Jacky Zimah, Rita mengatakan ambil hikmahnya. ''Dia kawin lagi, biarin. Toh saya juga bisa melakukan itu. Ternyata hidup sendiri ini ada keuntungannya, misalnya dengan membesarkan anak,'' ungkap Rita yang dulu pernah berduet dengan si raja dangdut Rhoma Irama. Rita juga mengemukakan kekagumannya terhadap kehadiran penyanyi dangdut junior dan wajah-wajah baru yang kali ini banyak mendominasi Anugerah Dangdut ini. Seperti Erna Sari yang memenangkan penghargaan untuk kategori penyanyi lagu dangdut etnik terbaik, Nita Thalia sebagai penyanyi rekaman lagu dangdut pendatang baru wanita terbaik, Didi Kempot sebagai penyanyi lagu dangdut cover version terbaik dan Vety Vera penyanyi lagu dangdut trendi terbaik. ''Generasi muda dangdut bakal menggantikan kami dan merekalah yang akan meneruskan musik dangdut,'' tutur Rita lagi. Namun, penyanyi dangdut pria senior masih mutlak merajai Anugerah Dangdut, seperti Rhoma Irama meraih penata musik lagu dangdut terbaik (lagu ''Euphoria''), Fazal Dath memperoleh penyanyi rekaman lagu dangdut kelompok terbaik, Manthous meraih aransemen lagu dangdut etnik terbaik (lagu ''Jeruk Garut''), Irvan Mansyur meraih penyanyi rekaman lagu dangdut pria terbaik. Ketua Dewan Juri TB Sadikin Zuchra mengungkapkan, kemenangan mereka ini ditetapkan setelah melewati perdebatan yang cukup panjang dan alot, mengingat seluruh nominee memiliki tingkat kompetensi yang tinggi. ''Semoga apa yang telah diputuskan ini dapat menggambarkan realitas yang sebenarnya dalam industri musik dangdut saat ini, minimal mendekati kebenaran yang ada. Karena dalam dunia seni memang enggak ada sesuatu yang sangat mutlak,'' ujar Sadikin Zuchra yang juga Ketua Umum Pappri. (pik) |
|
Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.comments powered by DisqusWebsite ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn. |