Home > Kliping Media > Lain-lain

Rita Sugiarto Terkena Virus Cerai

Majalah Garda, No. 74/Th. II, 9 Agustus 2000

Virus perceraian terus menghantui kehidupan perkawinan artis. Kali ini, Rita Sugiarto mengalaminya

Rita Sugiarto memilih biarlah merana daripada meneruskan perkawinan dengan suaminya, Jacky. Artis dangdut yang pernah menggantikan tahta Elvi Sukaesih pada era 90-an ini, katanya pernah berupaya untuk menghindarkan perceraian yang selama ini sudah dianggap virus di kalangan artis.
Namun akhirnya Rita dan Jacky tak dapat menghindarkannya. Keduanya berpisah, meski dengan baik-baik.

Perceraian memang hal yang dibenarkan, namun tidak diridlai Tuhan. Jika upaya untuk menyatukan dua "kubu" selalu menemukan jalan buntu dan hanya akan menimbulkan masalah lebih besar, perceraian baru bisa dilakukan.

Hal ini bisa terjadi pada siapa pun dan bukan merupakan sesuatu yang baru.

Perceraian akan menjadi gunjingan istimewa jika yang terkena adalah orang-orang terkenal atau figur publik. Karena itu berita perceraian Iis Dahlia dan Dessy Ratnasari menjadi heboh.

Namun di kalangan artis masalah ini memiliki fenomena tersendiri dan memberi kesan, artis penyanyi dan film terlalu gampang cerai dan ganti pasangan, hingga kasus perceraian sudah dianggap virus.

"Di antara kami sudah tidak ada kecocokan faham dalam berumah tangga sehingga kami berdua memilih untuk berpisah," Rita mengemukakan alasan perceraiannya tidak secara spesifik dan mendetail.
Rita Sugiarto merasa tak pernah dinobatkan sebagai Ratu Dangdut. Namun ketika Elvi Sukaesih keluar dari Soneta, Rita ditarik mendampingi Rhoma Irama, si Raja Dangdut, sehingga bertahun-tahun dia sudah dianggap ratu dangdut. Baru ketika dia undur diri dan tahtanya kosong, Evie Tamala tampil menggantikan gelar itu.

Suara Rita tetap masih kental di telinga pendengar sebagai penyanyi dangdut.

Kelebihannya adalah, dia obarat si pencetak gol dalam sepak bola, bagi produser rekaman karena setiap kali menelorkan album, selalu laris dan menjadi hits di pasaran.

Rita menyesalkan berlakunya perang pasar di dunia musik dangdut.

Para produser musik dangdut, menurut Rita lebih mengutamakan pasar daripada keutuhan musik dangdut itu sendiri, sehingga dangdut yang konvensional semakin tak berdaya.

Ucapan Rita beralasan, karena dia tetap akan mempertahankan jalur dangdut yang konvensional yang katanya telah hilang selama empat tahun belakangan ini.

Menjelang perceraian, Rita sempat membuat album berjudul "Biarlah Merana".

Lha, apakah ini sebagai pencerminan kisah perceraiannya? Dan, nanti mau hidup dengan siapa lagi Rita.

Mau cari cowok lagi, nih?

Ray

 


Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.

comments powered by Disqus

Website ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn.