|
|
Semarak Dangdut 50 Tahun Indonesia Emas: Rhoma dan Elvie Tampil BersamaHarian Kompas Jakarta, Kompas "Raja" dan "Ratu" dangdut Indonesia di era 1970-an, Rhoma Irama dan Elvie Sukaesih, dipastikan tampil bersama memeriahkan pergelaran "Semarak Dangdut 50 Tahun Indonesia Emas" di bekas sirkuit Ancol, Jakarta, 5 Agustus mendatang. Pergelaran itu sekaligus menjadi ajang pertemuan artis penyanyi dan musisi dangdut dari berbagai kalangan. Selain Rhoma dan Elvie, juga akan tampil 29 artis penyanyi dan musisi dangdut lain seperti A Rafiq, Itje Trisnawati, Iis Dahlia, Lilies Carlina, Cucu Cahyanti, Evie Tamala, Rita Sugiarto, Mansyur S, Fahmi Shahab, dan Meggy Z. "Setiap penyanyi akan tampil dengan ciri khasnya masing-masing. Dan dalam kesempatan itu, 'raja'-nya raja dangdut, Pak Moerdiono, juga akan tampil bersama para artis dan musisi dangdut," kata Camelia Malik, ketua panitia, di Jakarta hari Selasa (11/7). Selain puluhan artis pendukung pergelaran, jumpa pers dihadiri Mensesneg Moerdiono selaku ketua panitia nasional peringatan ke-50 proklamasi kemerdekaan RI, Ishadi SK, Edy Sud, Rhoma Irama, dan sponsor. Emosi MasyarakatMenurut Moerdiono, peringatan proklamasi kemerdekaan bisa dirayakan dengan cara masing-masing. Dan bagi panitia nasional, rasa syukur peringatan ke-50 tahun ini harus ada yang istimewa. Salah satunya, demikian Moerdiono, adalah dalam wujud pergelaran musik dangdut yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi bagian dari perayaan yang juga bersifat istimewa. "Saya kira dangdut ini punya tempat khusus di Indonesia. Alasan saya sederhana: dari Sabang hingga Merauke ada dangdut. Apalagi musik dangdut itu, kan, cerminan perasaan dan emosi masyarakat luas. Buktinya? Di mana-mana ada dangdut. Mungkin saya keliru, tetapi rasanya orang-orang gedongan juga suka dangdut. Hanya saja mereka sepertinya malu-malu. Kalau saya tidak malu-malu berkata: Saya suka dangdut!" kata Moerdiono disambut tepuk riuh para wartawan dan artis penyanyi dangdut. Mengenai peluang musik dangdut mendunia, artis penyanyi dan musisi Rhoma Irama optimis hal itu bisa diwujudkan. Dan itu antara lain dimungkinkan karena dangdut memiliki apa yang ia sebut sebagai sense of universal music. Diperkuat pengamatan dan pengalamannya tampil di beberapa negara, seperti Jepang, kecenderungan masyarakat modern untuk menikmati pentas ataupun lagu-lagu dangdut cukup menggembirakan. "Sekarang sudah ada warga Amerika Serikat yang merekam dan mengedarkan lagu-lagu dangdut di sana. Di Jepang dan Eropa pun kaset berisi lagu-lagu dangdut sudah ada di pasaran. Bahkan baru-baru ini saya menandatangani kesepakatan dengan seorang pengusaha Jepang yang berminat merekam dan mengedarkan 200 lagu Soneta Grup di luar negeri," kata Rhoma Irama. Pergelaran berlabel "Semarak Dangdut 50 Tahun Indonesia Emas" di panggung yang pernah digunakan Bon Jovi dan Phil Collins itu diharapkan sebagai pertunjukan musik dangdut paling bersejarah dan bergensi. Didukung sistem tata suara, tata panggung, serta rekayasa teknik pergelaran seperti penanganan pentas Bon Jovi dan Phil Collins di tempat yang sama, "Semarak Dangdut 50 Tahun Indonesia Emas" diproyeksikan menjadi pergelaran paling akbar sepanjang sejarah musik dangdut di Tanah Air. Tata panggung dan rekayasa teknik pergelaran ditangani Donny Hardono. Pergelaran itu sendiri akan berlangsung di atas pentas berukuran 21 x 14 meter dan tinggi 9 meter. (ken) |
|
Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.comments powered by DisqusWebsite ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn. |