Home > Kliping Media > Jawa Pos

Rhoma Irama setelah Tutut Tak Lagi “Berkuasa”

Harian Jawa Pos, 8 September 1998

  • Berancang-ancang ke PKB, Merasa NU Habitatnya

ADA kabar baru dari Rhoma Irama? Raja Dangdut ini kini bersiap-siap menyatakan “sayonara” Golkar dan hijrah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Alasannya kuat. Penyanyi kelahiran Tasikmalaya ini merasa NU sebagai habitatnya. Dan, PKB adalah partai yang dilahirkan NU.

Kepada H M. Fuad Anwar, sekretaris DPW PKB Jatim, Bang Haji panggilan akrab suami Rica Rahim ini mengatakan bahwa sudah selayaknya dirinya bergabung lagi dengan PKB dan NU. “Karena secara kultural, saya ini warga NU,” tutur Rhoma kepadanya kemarin.

Bahkan, kata Fuad, pernyataan senada disampaikan Rhoma secara lisan kepada Ketua DPP PKB Hj Chofifah Indar Parawangsa. Rhoma juga menyampaikannya kepada H Ali Ja'cub dan pengasuh Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo, KH Mutawakkil Alallah, yang juga besan Rhoma.

Kalau benar Rhoma hijrah ke PKB, akankah pria kelahiran 11 Desember 1947 itu dimasukkan ke daftar pengurus teras? Menurut Chofifah, seperti yang ditirukan oleh Fuad, soal itu akan ditentukan dalam penetapan kepengurusan DPP PKB secara lengkap, 15 September mendatang.

Mengapa Rhoma berniat meninggalkan partai berlambang pohon beringin itu? Kecewakah dia? Inilah yang belum mendapat jawaban pasti. Hanya, yang jelas, Rhoma dulu masuk Golkar konon atas desakan Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut).

Tutut, yang saat itu menjadi ketua DPP Golkar, semula “rikuh” mendekati Rhoma. Karena itu, dia minta bantuan kepada Jenderal (Pur) R Hartono, yang saat itu menjadi KSAD. Berkat pendekatan Hartono itulah, akhirnya, niat Tutut kesampaian untuk menggandeng Rhoma ke barisan Golkar.

Ada yang mengatakan, masuknya Rhoma ke Golkar ibarat makan buah simalakama. Tak masuk Golkar membuat penggemarnya tak bisa lagi menyaksikan penampilan dia di televisi. Tapi, begitu bergabung dengan Golkar, Rhoma memang begitu sering ditayangkan televisi, terutama diTPI, milik Tutut. Namun, ada pula yang bilang, Rhoma banyak dijauhi penggemarnya setelah masuk Golkar.

Benarkah Rhoma dijauhi penggemarnya? Hanya Rhoma yang bisa merasakan. Tapi, saat jumpa pers di Jakarta, kemarin, dia mengatakan bahwadirinya tidak membutuhkan pujian dari para penggemarnya.

“Sebagai seniman, saya hanya ingin menyampaikan dakwah saya melalui lagu. Soal diterima atau tidak, itu urusan lain. Pokoknya, saya tidak pernah berorientasi pada publik,” ujar Rhoma.

Bahkan, kepada seluruh rekan-rekannya di Grup Soneta, Rhoma juga mengigatkan hendaknya mereka tak menjadikan pujian penggemar sebagai tujuan. Menurut dia, tujuan utama saat pentas adalah berdakwah.

“Bukan mencari pujian. Kami berorientasi pada akhirat, terutama untuk album terbaru saya,” tuturnya dalam mempromosikan album terbarunya yang berjudul Reformasi.

Lalu, dengan niat masuk PKB itu, bagaimana keanggotaan dirinya di DPR? Rhoma tak akan meninggalkan kursi wakil rakyat sampai pemilu mendatang. Mengenai hal ini, dia ingin konsisten bahwa menjadi anggota DPR adalah hasil pemilu.

Jadi, kalau mau meninggalkan DPR, tentu harus menunggu pemilu berikutnya. “Tapi, setelah pemilu mendatang, saya tak ingin terlibat kegiatan politik praktis,” katanya. Lho, kok? (an/yud)


Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.

comments powered by Disqus

Website ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn.