|
|
Ricca Rachim & Rhoma Irama: Skenario Itu Merasuk dalam KalbuTabloid Nyata, Edisi 1570/II, Agustus 2001 Cinta tak selalu bertaut pada pandangan pertama. Rasa cinta itu bisa merekah karena intensitas pertemuan. Paling tidak itulah yang terjadi pada raja dangdut H Rhoma Irama. Inilah perjalanan cintanya dengan artis cantik Ricca Rachim. UPAYA Rhoma menyunting Ricca Rachim bukannya terjadi tanpa hambatan. Hambatan yang terberat adalah karena statusnya yang masih jadi suami sah Veronica. Namun, kendala itu bisa disibak karena Rhoma punya keyakinan bahwa Islam tak melarang umatnya berpoligami. Yang menarik, pengakuan Rhoma dan Ricca ternyata bertolak belakang. Rhoma mengaku menyunting wanita cantik itu pada Januari 1982 saat menggarap film Pengabdian. Anehnya, Ricca justru mengaku keduanya baru menikah pada 1984. Mana yang benar? Perbedaan ini memunculkan spekulasi, jangan-jangan keduanya menyembunyikan pernikahan mereka selama dua tahun. Yang jelas, kalau Rhoma menikah ketika masih jadi suami sah Veronica. Ricca justru sudah menjadi janda kembang setelah ia bercerai dengan suami pertama. Ketika ditanya sudah berapa lama pernikahan Rhoma baru diketahui oleh isterinya, Rhoma mengelak. "Kalau itu diungkap lagi, berarti saya mengungkap masa lalu. Yang lalu biar berlalu," pintanya. Pertemuan Rhoma-Ricca sebenarnya tak lepas dari peran Veronica. Ricca sahabat karib Veronica. Begitu berkenalan, Rhoma langsung minta Ricca main film. Tawaran diterima. Maka, muncullah film pertama berjudul Kamelia (1979). Sebelumnya, Ricca pernah bermain dalam film 'Jakarta-Jakarta' arahan sutradara Ami Priyono (alm). "Vera (Veronica) yang mengenalkan saya dengan Ricca. Kemudian kita selalu berpasangan setiap main film," kata Rhoma. Rhoma tak salah pilih. Akting dan intelektual Ricca ternyata sangat mendukung. Ia bisa memainkan peran yang diberikan kepadanya secara apik. Setelah itu muncul film Cinta Segi Tiga, Melody Cinta, Pengorbanan dan Pengabdian. Ketika itu, menurut Rhoma, hubungannya dengan Ricca hanya sebatas teman biasa. "Perasaan cinta itu baru menyeruak pada saat syuting film Satria Bergitar," kenang Rhoma. Ketika itu, Rhoma terpikat pada kecantikan Ricca. Pertemuan terus menerus membuat Rhoma membuat Rhoma kian mabuk kepayang. Sebagai laki-laki, ia mengaku sulit melepaskan bayang-bayang kecantikan Ricca. Semakin lama gejolak cinta itu semakin sulit dikendalikan. "Maka, sunatullah pun terjadi. Saya tidak mampu menahan perasaan cinta saya kepadanya," ungkap Rhoma di rumahnya, Rabu (25/7), Jalan Pondok Jaya VI, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Syuting film Satria Bergitar mengambil lokasi sekitar Padalarang, Jawa Barat. Selama proses pembuatan film itulah, Rhoma tak bisa membendung perasaannya. Toh, dalam film itu lagi-lagi Rhoma dan Ricca berperan sebagai sepasang kekasih. "Dialog dalam skenario, ternyata merasuk ke dalam kalbu masing-masing. Itu manusiawi sekali," ungkapnya. Semakin lama, perasaan cinta Rhoma semakin membara. Rhoma mengaku sulit melepaskan diri dari rasa itu. "Lama-lama rasa itu semakin penuh. Kami bercinta dalam adegan. Kami bercinta dalam syuting. Lalu bercinta dalam mempelajari skenario. Cinta yang semula hanya ada dalam skenario, lama-lama tidak terkendalikan. Lalu, tumbuhlah cinta yang sebenarnya," ujar Rhoma. Rhoma akhirnya memutuskan menikahi Ricca. "Untuk menghindari fitnah saya nyatakan bahwa saya mencintai dia. Saya ingin melanjutkan hubungan sampai pada proses pernikahan," sebut Rhoma lagi. Namun, Ricca cukup hati-hati. Ia tidak langsung merespons secara positif keinginan Rhoma itu. Ini karena ia tahu persis status Rhoma Irama yang masih suami orang. Apalagi suami sahabatnya sendiri. Namun, Ricca juga tak bisa memungkiri diri sendiri bahwa ia juga mencintai pria yang selalu menjadi lawan mainnya. Sikap hati-hati Ricca itu tidak membuat Rhoma menyerah atau putus asa. Ia dengan konsisten mengatakan bahwa berpoligami tidak dilarang dalam Islam. Hanya, Rhoma tidak mau menceraikan isterinya, Veronica. "Saya katakan itu (menikah) sesuatu yang halal. Saya punya acuan. Ada sandaran hukumnya. Agama. Pertimbangan lain, telah tumbuh rasa cinta satu sama lain. Ricca akhirnya bisa menerima argumen ini." Ucap Rhoma lagi. Selain merasa Rhoma masih berstatus sebagai suami orang, Ricca juga punya pertimbangan lain. "Saya punya beban moral karena Veronica adalah sahabat saya," ujarnya. Lebih dari itu, saya juga sudah punya pacar. Namun, kepastian menikahnya belum ada," timpal Ricca Rachim. Rhoma bukannya tidak tahu tentang persoalan yang terakhir Ricca itu. Tapi ia kembali mengemukakan argumentasinya, bahwa dalam Islam tidak ada istilah seseorang berpacaran. Karena pacaran sifatnya tidak mengikat. "Secara tradisi apalagi secara syariat, pacaran belum punya ikatan," papar Rhoma. "Saya tidak tahu mengapa saya bersedia menikah dengan Rhoma. Mungkin kita sudah jodoh. Tetapi Rhoma butuh waktu 2 tahun meyakinkan saya soal itu," beber Ricca. (kri) Laporan terkait: |
|
Forum BEBAS tentang artikel di atas. Semua komentar tidak dimoderasi.comments powered by DisqusWebsite ini milik pribadi Ahmad Abdul Haq. Didukung oleh Wikiapbn. |