Sumber: Kick Andy.com
|
|
Senin, 24 Nopember 2008 17:17 WIB
Edu tak pernah belajar neurons theories, kecuali membaca data dari PubMed, bahwa sejak tahun 1996 sampai dengan tahun 2000 saja, setiap tahun rata-rata dibuat sekitar 30.000 laporan penelitian dan karya ilmiah tentang otak. Tetapi ribuan ilmuwan tersebut masih mengatakan: “There is more we do NOT know about the brain, than what we do know about the brain.” (Masih banyak yang TIDAK kita ketahui tentang otak, dari pada yang telah kita ketahui tentangnya). Betapa luas Tuhan menciptakan ‘seonggok benda’ bernama otak yang begitu rumit dan sempurna. Seberapa besar pengetahuan kita dan guru-guru tentang otak? Jika Edu membayangkan dirinya adalah seorang tukang reparasi komputer, tentu dalam rangka menjaga profesionalitasnya Edu akan sangat berhati-hati dalam memperbaiki dan mengisi berbagai jenis program ke dalam memori computer. Karena itu sudah sepantasnya jika para guru memahami fungsi otak secara baik agar mereka memiliki kehati-hatian dalam memasukkan informasi berharga kepada anak didiknya. Dalam brain based learning teori disebutkan bahwa semua pengetahuan pasti ada manfaatnya, karena itu jangan pernah menyesal denga apa yang pernah kita pelajari atau kita baca karena suatu saat apa yang pernah kita pelajari pasti akan bermanfaat. Postulat lain menyebutkan bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar baru tetapi hanya ada kombinasi-kombinasi baru sehingga ditemukanlah ide baru (penemuan baru). Karena itu ajarkan anak-didik kita untuk tidak pernah berhenti berpikir, karena berpikir merupakan proses menyimpan informasi. Meskipun seseorang sudah tua, tetapi menurut penelitian sebenarnya kemampuan otak hanya turun 5% pada usia 65 tahun. Semakin banyak otak digunakan untuk berfikir, maka semakin banyak informasi yang disimpan, karena kapasitas otak tidak terbatas. Bahkan penelitian lain menyebutkan bahwa sesungguhnya belum pernah ada satupun manusia di bumi ini yang menggunakan seluruh kemampuan otaknya. Einstein yang dikatakan manusia yang sangat pandai dan telah menemukan berbagai penemuan hanya menggunakan 5% potensi otak yang dimilikinya dan rata-rata manusia baru menggunakan 1% potensi otaknya. Mengapa penting bagi para guru untuk mengenali kerja otak? Secara umum otak dapat menyimpan informasi yang diterima mulai dari empat bulan sebelumnya, kemudian infomasi disimpan dan tidak hilang. Jika lupa karena informasi tidak dapat dipanggil kembali. Karena itu ketika kita melakukan sesuatu terkadang seolah-olah pernah mengalaminya karena sebenarnya otak sudah merekam dan menyimpan semua informasi tidak terbatas yang pernah dialami, baik melalui mimpi atau kejadian apapun yang pernah terlintas dalam imajinasi (pernah terbayang). Sebuah penelitian lain dilakukan para ahli brain based learning theories terhadap 3 tim bola basket. Tim pertama diminta untuk tidak latihan selama 2 bulan. Tim kedua diminta melakukan latihan normal sebagaimana biasanya. Sedangkan tim ketiga diminta tidak latihan, tetapi diperintahkan untuk membayangkan saja seolah-olah mereka latihan untuk persiapan sebuah kompetisi. Hasilnya sungguh menakjubkan, ternyata tim ketiga lebih baik dari dua tim lainnya. Betapa hebatnya kemampuan berimajinasi, karena otak ternyata merekam bayangan mereka dan tim ketiga mampu ”memanggil” bayangan tersebut saat kompetisi dilakukan. Berpikir adalah berimajinasi. Karena itu biarkanlah anak-anak berimajinasi dan kita mampu menjadi pengisi setia memori otak anak-anak kita. Wallahu a’lam bi al-shawaab. |
Tag: Kliping Media, Kick Andy |