Sumber: Kick Andy.com
|
|
Jumat, 07 Oktober 2011 21:30 WIB
Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus ini sempat menjadi buah bibir ketika melukis Inul Datarista. Lukisan itu yang menggambarkan Inul sedang bergoyang ngebor dikelilingi pada Kiai. Ketika terjadi kontroversi itu, Gus Mus menyikapi dengan tenang. Menurutnya, yang ribut itu para kiai-kiai muda. “Justru para kiai sepuh bertanya kepada saya, soal harga lukisan itu,” ujar Gus Mus santai. Intinya, menurut Gus Mus, di dunia ini masih banyak orang yang mementingkan kedagingan alias duniawi. Semuanya serba diukur dengan harta, dan itulah salah satu yang menyebabkan maraknya korupsi di negeri ini, kata Gus Mus yang mengartikan lukisan goyang Inul itu. Menurut Gus Mus, mengatasi korupsi yang semakin merajalela adalah dengan memberikan hukuman yang berat. “Hukuman pada koruptor itu harus seberat-beratnya agar ada efek jera,” ujarnya. Sementara menanggapi soal banyaknya kekerasan, toleransi beragama dan aliran Achamdiyah menurut Gus Mus karena di negara kita sedang krisis kepemimpinan. Tidak ada tokoh yang benar-benar menjadi pimpinan. “Ini termasuk para kiai dan ulama yang merasa benar dan memaksakan kehendak. Padahal banyak orang tahu kalau kiai itu ilmunya belum tinggi-tinggi amat,” kata Gus Mus. Menurutnya, di dalam Agama Islam, umat diharuskan selalu belajar dan belajar.Gus Mus berpendapat agar para ulama dan kiai itu tidak memaksakan keinginannya dan memberikan komentar yang malah memperkeruh suasana. Menurutnya, kebenaran itu hanya datang dari Allah SWT. Tentu saja masih banyak cerita-cerita lucu Gus Mus di Kick Andy episode Membuka Pintu Langit, termasuk bagaimana Gus Mus yang bisa kuliah di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, padahal ia tidak lulus SD. Sebaiknya Anda menyimak Kick Andy episode ini hingga selesai. |
Tag: Kliping Media, Kick Andy |