Sraten

Sraten adalah sebuah desa dalam Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Sraten terletak sekitar 4 kilometer sebelah barat Kota Salatiga.

Dinamakan “Sraten”, karena di desa itu pernah hidup seorang penggembala gajah, atau dalam bahasa Jawanya disebut “Srati”. Keberadaan srati terkenal dari desa itu diabadikan dengan sebuah patung gajah yang berdiri di wilayah Sraten Satu. Daerah tempat berdirinya patung gajah juga disebut daerah Gajah. Patung gajah yang berdiri sekarang ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya berdiri juga patung gajah yang ukurannya lebih kecil, kira-kira hanya sebesar anak kerbau. Baru pada dekade 1980-an, patung gajah yang sebesar ukuran sebenarnya didatangkan dari Semarang dan berdiri kokoh sampai sekarang.

Desa Sraten terbagi menjadi empat wilayah, yakni:

  • Sraten Satu (RW I). Kampung Kalangan dan Gajah berada di wilayah ini.
  • Sraten Dua (RW II)
  • Sraten Tiga (RW III)
  • Sraten Empat (RW IV). Kampung Krekesan berada di wilayah ini.
  • Sraten Lima (RW V), disebut juga Dusun Kauman
  • Sraten Enam (RW VI), disebut juga Dusun Krajan
  • Sraten Tujuh (RW VII), yaitu kompleks perumahan Sraten Permai

Desa Sraten berbatasan dengan:

  • Sebelah barat: Desa Rowosari (Rawasari), Kecamatan Tuntang
  • Sebelah selatan: Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang
  • Sebelah timur: Desa Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga
  • Sebelah utara: Desa Jombor dan Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang

Tokoh-tokoh Desa Sraten (bukan merupakan urutan):

  • Matori Abdul Djalil, mantan Ketua Umum Dewan Tanfidz Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan mantan Menteri Pertahanan.
  • H. Muhyiddin Hasyim (keyword: muhyidin muhjiddin muhjidin hs.), pemilik TPA Sabilul Falah dan bos PO Bus Safari dan Duta Kartika.
  • M. Zuhdi Amin, tokoh agama, pendiri RA/TK Al-Maarif Desa Sraten, pendiri Taman pendidikan Alquran Al-Ihsan.
  • Mu’tashim Billah (Mu’tasim), anggota Komnas HAM.
  • H. Tadzkir Mansur, tokoh agama, imam Masjid Baitul Hamid.

Kepala Desa Sraten:

Bagikan artikel ini:
Share