A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | R | S | T | U | V | W | Y | Z

KOSASIH PURWANEGARA




Nama :
KOSASIH PURWANEGARA

Lahir :
Tasikmalaya, Jawa Barat, 13 Maret 1913

Agama :
Islam

Pendidikan :
- SD, Tasikmalaya (1926)
- MULO, Bandung (1929)
- AMS, Bandung (1932)
- Rechtshogeschool (RHS), Jakarta (1938)


Karir :
- Sekretaris Kementerian Dalam Negeri (1945-1946)
- Wakil Residen Priangan (1946-1947)
- Residen Jakarta (1947-1949)
- Menteri Sosial RIS (1949-1950)
- Ketua Gapindo (1950-1954)
- Direktur Maskapai Asuransi Waringin Lloyd (1954-1974)
- Ketua Dewan Ekonomi Indonesia Pusat (1954-1962)
- Ketua Kadin Indonesia (1956)
- Direktur Utama PT Esta Mulia
- Direktur PT Ferry Sonneville & Co.
- Preskom PT Gruno Nasional (sekarang)
- Wakil Ketua PSSI (1950-1954)
- Ketua Umum KONI Pusat (1972-1976)
- Ketua Kehormatan PSSI
- Anggota Komisi Luar Negeri KONI Pusat
- Anggota Pengurus Konfederasi Sepak Bola Asia


Kegiatan Lain :
- Anggota Badan Pengawas Yayasan Trisakti

Alamat Rumah :
Jalan Ciputat Raya 11, Jakarta Selatan Telp: 771383

Alamat Kantor :
Jalan Balitung I No. 23, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 717542, 716556

 

KOSASIH PURWANEGARA


Dulu, Ketua Umum PSSI 1967-1975 ini dijuluki The Smiling Chairman, ketua yang selalu tersenyum. Sanggupkah ia memimpin PSSI kembali? "Tidak," jawab Pak Kos. "Situasi saat ini berbeda. Finansial dan fasilitas juga saya tidak punya. Hanya advis yang dapat saya berikan."

Dan inilah usulnya: "Organisasi PSSI perlu disederhanakan." Ia menganggap, PSSI ditangani terlampau banyak orang. Namun, Pak Kos tetap optimistis dengan masa depan induk organisasi sepak bola itu. "Pak Kardono dan orang-orangnya memiliki dedikasi tinggi. They're on the right way," kata Kosasih, yang kini Ketua Kehormatan PSSI.

Dibentuknya galatama yang menggantikan bond untuk menyusun satu tim nasional yang tangguh ternyata tidak menghasilkan apa yang diharapkan. "Apakah memang di situ letak persoalannya?" tanya Kosasih. Padahal, dulu bond memang amatir, tetapi baik. Sambil mengingatkan, membentuk tim nasional memerlukan waktu lama, ia menganjurkan agar sebuah tim dilatih secara konsisten tanpa berganti-ganti pemain. Ada baiknya dipakai pelatih asing -- "Mereka lebih berwibawa dari pelatih dalam negeri," katanya. Pelatih nasional sebaiknya dikirim untuk menjalani pendidikan di luar negeri.Anak keempat dari 12 bersaudara pensiunan wedana Cikajang, Garut, Jawa Barat, ini gemar melakukan bermacam-macam olah raga di masa kecilnya. Di samping sepak bola, ia juga senang menjala ikan, berburu, silat, tenis, hoki, dan bola keranjang. Khusus di sepak bola, kemahirannya memang menonjol, sehingga ia acap di-"bon" oleh klub di luar kampungnya. Di bangku sekolah menengah, ia bermain untuk klub VEED, anggota Persib, Bandung. Di Jakarta, Kos bergabung dengan klub PPVIM, dan kemudian MOS dari bond VIJ (sekarang Persija). Ia main sebagai kanan luar.

"Jadi, sejak semula saya sudah berkecimpung di lingkungan sepak bola nasional," ujar Kosasih, yang berhenti main bola setelah meraih gelar sarjana hukum dari Rechts Hoge School (RHS, sekarang FH-UI) 1938. Bidang organisasi juga telah digelutinya sejak masih menjadi pelajar dan mahasiswa. Antara lain Pak Kos pernah menjadi ketua organisasi mahasiswa Unitas Studiosorum Indonesiensis (USI) di Jakarta.

Di bidang pemerintahan, Kosasih pernah menjabat Residen Jakarta pada tahun-tahun pertama Kemerdekaan, disusul sebagai anggota Konstituante, dan menteri sosial (1949-1950). Kini, ia sibuk sebagai Direktur Utama PT Esta Mulia, yang bergerak di bidang real estate dan konsultan. Di PT Ferry Sonneville & Co., ia menjabat direktur.

Ayah empat orang anak -- hasil perkawinan dengan R.A. Sasantining Sri Supantari, S.H., -- ini kini melakukan olah raga ringan dengan medical bike di rumahnya, lima sampai 10 menit setiap pagi. Ia juga memanfaatkan waktu senggang untuk bertaman dan beternak.

Copyright PDAT 2004

comments powered by Disqus

 


KAMARDY ARIEF | KARDJONO WIRIOPRAWIRO | KARDONO | KARKONO Partokusumo alias Kamajaya | KARLINA UMAR WIRAHADIKUSUMAH | KARNO BARKAH | KARTINI MULYADI | KASINO HADIWIBOWO | KEMALA MOTIK | K.H. HAMAM JA'FAR | K.H. MOHAMAD ACHMAD SIDDIQ | K.H. MUKTI ALI | K.H. RADEN AS'AD SYAMSULARIFIN | K.H. SHOLEH ISKANDAR | K.H. TOHIR WIJAYA | KHAIDIR ANWAR | KI SOERATMAN | KIAI HAJI ALI MA'SHUM | KOENTJARANINGRAT | KOESNADI HARDJASOEMANTRI | KONTAN PRI BANGUN | KOSASIH PURWANEGARA | KRISHNAHADI S. PRIBADI | KRISTOFORUS Sindhunata | K.R.M. HARIO JONOSEWOJO HANDAJANINGRAT | K.R.T. HARDJONEGORO | KUNTO WIBISONO SISWOMIHARDJO | KUNTOADJI | KUNTOWIJOYO | KURNIA | KUSWATA KARTAWINATA | KWIK KIAN GIE | Kafi Kurnia | Kamiso Handoyo Nitimulyo | Karlina Leksono Supelli | Karni Ilyas | Kartika | Kemal Jufri | Koesparmono Irsan | Krisdayanti | Kurniawan Dwi Yulianto | Kusnanto Anggoro | Kusumo Priyono | Kwik Kian Gie


Arsip Apa dan Siapa Tempo ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq