Ahmad Abdul Haq


Tentang Kick Andy

Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Tentang Kick Andy

Menonton Dengan Hati

Menonton Dengan Hati Saya tertawa geli ketika teman-teman di Tim Kick Andy mengajukan konsep talkshow ala Oprah Winfrey ini. Bagaimana mungkin saya membawakan acara yang lebih tepat untuk pembawa acara perempuan?

Tapi setelah perdebatan panjang, saya menyerah. Walau judul yang semula dibuat untuk program ala Larry King atau J Leno yang sudah terlanjur jadi, yakni Kick Andy, tetap dipertahankan. Alasan resminya karena nama itu "menjual". Tapi saya curiga karena tim kreatif malas cari nama lain. Maka antara nama dan konsep jadi seperti Jaka Sembung naik ojek, ngak nyambung Jack.

Alasan yang bisa saya terima dari tim Kick Andy soal konsep ini adalah penonton televisi kita sudah banyak dicekoki talkshow yang mengasah akal. Mengasah intelektualitas penonton. Masih jarang pembicaraan yang mengasah hati. Maka ceruk inilah yang menarik digarap.

Itulah sebabnya Anda akan kecewa jika mengharap ada konfrontasi antara dua pihak beda pandang di Kick Andy. Tidak, tidak akan. Kick Andy memang tidak akan menghadirkan konfrontasi. Kick Andy lebih menghadirkan suatu peristiwa dari sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang yang hanya dapat dipahami dan dinikmati jika dilihat dengan mata hati.

Mereka yang menonton Kick Andy dengan akal akan marah, kecewa, dan mungkin sakit hati manakala topik yang diangkat tidak dilihat dari sudut pandang biasa. Misalnya topik tentang PKI dan penculikan para aktivis, juga tentang kematian Munir atau trilogi Habibie, Prabowo, Wiranto. Begitu juga kontroversi kehadiran model Playboy Tiara Lestary atau cerita tentang Waria dan kaum Gay.

Dalam episode-episode lanjutan di tahun kedua juga muncul kontroversi ketika Kick Andy menghadirkan Xanana Gusmao, mantan gerilyawan Timur Timor yang kemudian menjadi Presiden/Perdana Menteri Timor Leste. Juga pemberontak yang paling dicari di Timor Leste - Hidup atau Mati - Mayor Alfredo Reinado tiba-tiba nongol di Kick Andy. Siapa bisa memahami ketika Hercules, preman Tanah Abang yang sangat ditakuti itu, bisa tampil jenaka di panggung Kick Andy?

Karena itu, marilah kita menonton Kick Andy dengan mata hati.



 

Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy