Sumber: Kick Andy.com
|
|
Kamis, 28 Oktober 2010 09:51 WIB
Menarik karena ternyata Ahmad Dahlan kreatif dalam mengajarkan agama. Beliau menggunakan biola untuk mengajarkan agama dan pendidikan lainnya. Saya suka sekali adegan saat menggambarkan agama seperti orang bermain biola. Kalau benar dan mengerti main biola, suaranya terdengar sangat damai dan indah. Namun kalau tidak mengerti main biola, suaranya terdengar tidak enak dan mengganggu. Namun yang lebih menarik lagi adalah Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah di usia 21 tahun. Organisasi berbasis agama Islam yang membantu masyarakat mendapatkan pendidikan, walau sempat di cap kafir karena menggunakan bangku sekolah seperti layaknya sekolah Belanda. Satu adegan menarik, saat Ahmad Dahlan bertanya, “Kyai naik apa datang ke sini?” kepada Kyai yang menyerang Ahmad Dahlan karena menggunakan peralatan seperti orang Belanda “Ya saya tidak bodoh, saya tentu naik kereta api supaya tidak capek” Nah beliau lupa bahwa kereta api bikinan Belanda juga. Malah setelah saya cari info lebih lanjut mengenai Ahmad Dahlan, beliau juga bersahabat dan berdialog dengan tokoh agama lain seperti Pastur Van Lith pada 1914-1918. Van Lith adalah pastur pertama yang diajak dialog oleh Dahlan. Pastur Van Lith di Muntilan yang merupakan tokoh di kalangan keagamaan Katolik. Jadi point saya adalah kalau Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah di usia 21 tahun, apa yang sudah dihasilkan anak muda sekarang di era globaliasi? Saya tetap yakin generasi muda yang berjumlah 40 juta jiwa ini akan mampu membawa Indonesia ke era yang lebih baik lagi. Salah satu contohnya adalah sahabat muda saya, Alanda Kariza, yang bulan Juli lalu mengadakan Indonesian Youth Conference (IYC). Di usianya 19 tahun, Alanda bersama teman-temannya berhasil mengumpulkan remaja dari hampir semua propinsi di Indonesia untuk berkumpul, bertukar pikiran, bertemu dengan tokoh-tokoh muda yang sarat dengan inspirasi positif dan memberi kesempatan untuk para remaja ini yang ingin suaranya didengar dalam membahas berbagai masalah yang ada saat ini. Saya yang juga hadir di IYC lalu, bisa merasakan aura positif dari para peserta yang hadir dari berbagai kota se-Indonesia. Berbagai pertanyaan yang luar biasa bagus dilemparkan ke para narasumber. “Wow kalau sekarang mereka sudah bisa bertanya seperti ini, ke depannya Indonesia akan lebih baik” Semoga ke depannya akan lahir lebih banyak lagi Change maker muda di Indonesia, apalagi sejarah sudah membuktikan di tangan pemuda Indonesia kita selalu bergerak ke arah yang lebih baik. Dan jangan lupa “Every Big Step, Starts with an Inch” so awali dengan berbagai perubahan kecil yang berdampak positif untuk sekitar kita.
|
Tag: Kliping Media, Kick Andy |