Sumber: Kick Andy.com
|
|
Senin, 22 Nopember 2010 10:49 WIB
Diana Baumarind seorang pakar ilmu pendidikan keluarga mengatakan, parenting style atau gaya mengasuh anak perlu disesuaikan dengan kepribadian anak. Tidak ada istilah “one size fits all”. Menurut Baumarind ada empat gaya mengasuh anak yakni: autoriter, diplomatik, permisif dan cuek (uninvolved). Biasanya anak dengan kepribadian dominan tidak cocok dengan gaya autoriter, konflik selalu mengintai; sebaliknya, kepribadian intim (atau sanguine) akan berdampak negatif jika dipadukan dengan gaya permisif atau cuek. Oleh sebab itu, orangtua perlu memiliki kejelian dalam mengidentifikasikan kemudian mencocokan parenting style seperti apa yang tepat untuk kepribadian anak tertentu. Kejelian orangtua dalam hal ini akan sangat bermanfaat dalam melindungi anak dari berbagai perilaku berisiko termasuk alkohol, narkoba dan seks bebas. Namun ternyata kejelian ini tidak cukup. Orangtua perlu juga berhati-hati dengan sikap atau kecenderungan over-protective terhadap anak. Memang melindungi anak adalah insting alami setiap orangtua. Akan tetapi, jika orangtua sering dengan sengaja menghindarkan anaknya untuk menghadapi konsekuensi atas pilihan-plihannya, maka sebenarnya mereka sedang memberi efek yang lebih merusak dibanding mendidik anak. YA/TIDAK: Jika anak saya berperilaku tidak baik, saya sering berpikir, ”Ah, nanti juga dia akan berubah kalau sudah besar.” Bagaimana hasil yang anda peroleh ? Jika anda jawaban anda lebih banyak “ya” artinya anda perlu berhati-hati dengan gaya mengasuh anda. Faktor Pendorong yang Merusak Perasaan Beberapa contoh cerita di bawah ini dapat membuat anda menangkap esensi dari poin perasaan di sini: Sering kali orangtua yang merasa bersalah (karena bercerai atau karena terlalu sibuk bekerja) gampang menyerah kepada keinginan anak. Intinya bingung harus berbuat apa lagi untuk merebut hati anaknya. Kondisi seperti ini jika terjadi berulang-ulang jelas dapat menginspirasi anak untuk belajar bagaimana memojokkan orangtuanya untuk mengambil keputusan yang kurang bijaksana demi kesenangan anak. Bagaimana nantinya sikap orangtua seperti ini terhadap penggunaan narkoba? - Terlalu takut dan cemas - Emosional Selain menyebabkan suasana rumah jadi tidak hangat, ini dapat pula membuat mereka tidak lagi menghargai pendapat anda terhadap apa pun, termasuk pandangan anda terhadap rokok, alkohol dan narkoba. Keyakinan Memang benar, anak sekarang lebih banyak menghadapi tekanan zaman. Akan tetapi jangan sampai tekanan ini membuat mereka ‘bebas’ dari tanggung jawab. Mengerjakan PR atau tugas di rumah, menjaga barang-barang pribadi, menggunakan uang jajan dan bangun pagi sendiri untuk sekolah adalah salah satu bentuk tanggungjawab mendasar anak kita. Jangan sampai anda yang mengerjakan untuk mereka. Menurut Wilmes (1995), masalah cinta dan kepercayaan kepada anak adalah dua hal yang berbeda. Cinta memang tidak terkondisi – artinya, kita harus terus mencintai anak walaupun apa yang dia lakukan tidak sesuai dengan harapan kita. Benci perbuatannya, tapi cintailah terus manusianya. Tapi kepercayaan itu soal lain. Kepercayaan akan pudar jika terjadi pelanggaran atas batasan atau aturan yang pernah disetujui bersama. Tekankan pada anak bahwa mereka harus menerima bahwa pengembalian kepercayaan adalah sebuah proses. Menjadi orangtua adalah sebuah ibadah. Lakukan yang terbaik dengan mencocokkan gaya parenting dengan kepribadian tiap anak dan mawas diri terhadap perasaan ataupun mitos-mitos yang berada di seputar kita. Jangan sampai atas nama cinta, sikap over-protektif kita malah menjerumuskan anak sendiri. Segala sesuatu yang kita lakukan untuk anak umumnya adalah hal yang kita pandang baik. Namun, jelilah bahwa segala sesuatu tidak selalu bermanfaat, dan tidak selalu bijaksana. (VC/11/2010) |
Tag: Kliping Media, Kick Andy |