Ahmad Abdul Haq


UNTUKMU BANGSAKU

Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Selasa, 25 Nopember 2008 21:30 WIBUNTUKMU BANGSAKU

UNTUKMU BANGSAKU Kick Andy Spesial yang berjudul Untukmu Bangsaku ini kami tayangkan dalam rangka hari ulang tahun Metro TV yang ke-8. Topik ini semangatnya adalah untuk memberikan inspirasi atau spirit kepada pemirsa bahwa ternyata ada warga negara Indonesia yang dengan gigih mempertaruhkan jiwa raganya untuk mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah dunia olahraga internasional.

Rudy Hartono misalnya. Tidak bisa dipungkiri pria yang lahir dan besar di Surabaya pada 1949 ini prestasinya hingga kini tidak ada yang menandingi. Kalau banyak kalangan menyebut Rudy Hartono sebagai maestro bulutangkis dunia pasti tidak ada yang menyangsikan. Rudy Hartono adalah kebanggaan Indonesia. Ia menjuarai turnamen bukutangkis dunia atau All England ini sebanyak delapan kali. Bahkan sebanyak tujuh kali ia raih secara berturut-turut.

Untuk meraih kesuksesan itu memang tidak gampang. Sejak kecil Rudy Hartono memang digembleng ayahandanya untuk berlatih bulutangkis. Pagi buta, dikala semua orang masih terlelap dalam peraduan, Rudy kecil sudah berlatih fisik dengan berlari sejauh puluhan kilometer. Dan itu dilakukan setiap hari. Rudy mengaku, ia kehilangan masa kanak-kanak dan remajanya untuk meraih prestasi itu. Namun, Rudy mengaku tidak menyesal kehilangan itu, karena jerih payahnya itu telah mengukir namanya dan mengharumkan nama bangsa di dunia bulutangkis.

Begitu halnya Ryan dan Rio Haryanto. Kakak beradik asal Solo, Jawa Tengah ini mempunyai prestasi di dunia balap mobil cukup mengagumkan. Sang Kakak, Ryan Haryanto misalnya. Pada Maret dan Juli 2008, pemuda berusia 20 tahun ini menjuarai Champion of Asia Renault di Zhuhai dan Shanghai, China. Sementara Sang Adik, Rio Haryanto prestasinya tak kalah mengagumkan. Rio yang kini masih berusia 15 tahun telah menjuarai Champion of Asia Renault sebanyak tiga kali yakni ketika berlaga di Bira Thailand sebanyak dua kali dan di Zhuhai, China pada Oktober baru lalu. Untuk mengejar cita-citanya menjadi pembalap di Formula I, Ryan dan Rio akhir tahun ini akan tinggal di Eropa. Bakat dan prestasi kakak beradik ini memang gemblengan ayahandanya yang mantan pembalap nasional di era 1980-an Sinyo Haryanto.

Sementara bagi Chrisjon, menjadi juara tinju adalah segala-galanya. Chrisjon yang dijuluki “The Dragon” ini baru saja mempertahankan gelarnya yang ke-10. Pada pertandingan yang berlangsung di Jepang 24 Oktober 2008 lalu itu bagi bapak dua putri ini adalah pertandingan yang berdarah. Chrisjon yang kala itu ditantang Heroyuki Enoki menang angka mutlak. Chrisjon mendapat perlawanan yang sangat keras. Hingga pertandingan usai, kedua petinju mukanya sembab dan mengalami perdarahan di beberapa bagian wajahnya. Chirsjon mengaku mendapat 70 jahitan pada pertandingan itu.

Kesuksesan memang terasa indah. Karena akan diikuti dengan puja-puji dan gelimang hadiah dari mana-mana. Namun banyak yang lupa. Bahwa untuk meraih kesuksesan itu butuh pengorbanan. Bagi Rudy Hartono, Ryan dan Rio Haryanto serta Chrisjon telah kehilangan masa kanak-kanak dan remajanya. Karena di masa-masa yang indah itu mereka pergunakan untuk berlatih dan berlatih. Sudah selayaknya kita “angkat topi” kepada para juara ini, karena mereka telah mempersembahkan prestasi yang mengharumkan nama bangsa dan negara di dunia internasional.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy