Ahmad Abdul Haq


SATU HATI CERDASKAN BANGSA

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Rabu, 18 Nopember 2009 22:05 WIBSATU HATI CERDASKAN BANGSA

SATU HATI CERDASKAN BANGSA Tidak terasa Gerakan Satu Hati Cerdaskan Bangsa yang digagas Kick Andy Foundation dan PT AMERTA INDAH OTSUKA, perusahaan minuman Pocari Sweat memasuki usia dua tahun. Di luar dugaan partisipasi masyarakat dan penonton setia Kick Andy pada gerakan ini luar biasa. Sumbangan dana partisipasi masyarakat itu sudah kami salurkan dan sumbangkan kepada sejumlah sekolah yang memang benar-benar membutuhkan.

Dalam upaya itu, kali ini Kick Andy Spesial menghadirkan sejumlah narasumber terutama mereka yang dengan fasilitas yang serba terbatas tetapi melakukan sesuatu yang luar biasa.

Julianto Eko Sarwono misalnya. Guru matematika SMP Negeri Purworejo, Jawa Tengah ini adalah guru matematika yang sudah banyak mendapat penghargaan. Oleh Depdiknas Jawa Tengah, Eko sering diundang untuk memberikan tip dan trik cara mengajar matematika kepada sejumlah guru. Walau Eko mengaku tidak sarjana seperti guru-guru lain, pria setengah baya itu tidak berkecil hati. Ia mempunyai cara unik dalam mengimplementasikan pelajaran sekolah kepada anak didiknya. Selain membuat sejumlah alat peraga sendiri, Eko juga merangsang murid dengan sejumlah hadiah. “Setiap soal saya berikan harga sesuai tingkat kesulitan. Yang paling sulit harganya Rp 5 ribu, yang agak gampang Rp 3 ribu dan seterusnya. Bahkan ada yang saya hadiahi semangkuk bakso kepada murid yang bisa mengerjakan soal dengan baik,” ujarnya. Memang Eko ini adalah guru yang benar-benar unik. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ia berjualan bakso berkeliling kampung. Namun demikian ia mengaku tak pernah mengeluh. Ia sangat mencintai pekerjaannya sebagai guru dan selalu berdoa agar anak didiknya pandai dan berhasil.

Kisah Sri Kadarsih lain lagi. Guru SD di Desa Kenteng, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini benar-benar pantang menyerah. Setiap pagi berangkat sekolah yang berjarak sekitar 15 kilometer dengan medan jalan yang terjal dan belum diaspal. Belum lagi jika cuaca panas menyengat. Seluruh jalan berdebu akibat tiupan angin, badannya akan berubah warna menjadi putih, karena debu kapur yang banyak di daerah sekitar. Yang lebih memperihatinkan, semua murid di daerah yang tergolong terpencil ini adalah anak petani yang kondisi ekonominya sangat minim. “Tidak jarang setiap kali ada pelajaran sekolah, ada beberapa anak yang pingsan karena belum sarapan,” ujarnya getir.Namun demikian Sri tidak putus asa. Walau dengan fasilitas yang serba terbatas, ia harus berkreasi dengan metode belajar dan mengajar . Ia sering mengajak murid-muridnya berjalan ke hutan untuk mengenalkan lingkungan. Sri Kadarsih yang sudah mengabdi selama 15 tahun ini pada 2008 lalu mendapat pnghargaan sebagai Guru Teladan Tingkat Nasional untuk kategori Guru daerah Terpencil.

Bagi Eko Cahyono juga tidak ada kata menyerah. Niatnya memang luar biasa dalam upaya ikut mencerdaskan bangsa. Anak muda ini rela kehilangan sepeda motor kesayangannmya untuk memujudkan impiannya membuat perpustakaan. Bermula dari hanya mengumpulkan koran dan tabloid, kini pemuda asal desa Sukopuro, Jabung, Kabupaten Malang ini mempunyai ratusan buku koleksinya. Uniknya, semua pengunjung yang meminjam buku di perpustakaan tidak dipungut biaya alias gratis. Mimpi Eko yang belum tercapai adalah mempunyai perpustakaan yang layak dan tidak berpindah-pindah tempat. Dia mengaku sangat sedih jika sampai perpustakaan yang ia rintis ini sampai tutup mengingat tanah lokasi yang digunakan perpustakaan ini masih menyewa.

Kadang-kadang kita tidak habis mengerti. Mengapa orang-orang itu yang dalam kondisi serba terbatas namun semangat untuk mencerdaskan bangsa luar biasa. Walau tanpa bantuan pemerintah, dengan kesadaran tinggi ia menekuni pekerjaannya tanpa mengeluh. Termasuk Djudju Djunaedi atau biasa disapa Abah Udju. Kakek asal Purwakarta ini bahkan dengan berjalan kaki keliling kampung untuk menawarkan buku-buku koleksinya. Walau dengan imbalan sekadarnya, Abah Udju tanpa mengeluh tetap menekuni pekerjaanya.

Semangat dan ketekunan orang-orang itu sudah tidak perlu dioperdebatkan lagi. Di tengah kondisi pendidikan di negeri kita yang masih carut marut, ternyata ada segelintir orang yang benara-benar menginspirasi kita. (end )


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy