Ahmad Abdul Haq


Yang Panas di Masa Lalu

Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Kamis, 06 April 2006 12:00 WIBYang Panas di Masa Lalu

kick andy Adegan itu membuat masyarakat heboh. Pro dan kontra muncul. Umumnya mereka mengutuk karena adegan tersebut dinilai mengumbar nafsu seks dan dianggap dapat merusak moral siapapun yang menontonnya. Tak pelak penampilan panas Yurike Prastika dalam film Pembalasan Ratu Pantai Selatan itu melambungkan nama Yurike sebagai salah sau bintang panas yang paling berani saat itu. “Tapi gara-gara itu rumah saya dilempar batu,’’ ungkap Yurike saat tampil di Kick Andy. Bersama Sally Marcelina, Kiki Fatmala, Lina Budiarti, Yenny Rahman, dan Tavana Dewi, Yurike tampil membahas film-film panas masa lalu yang membuat masyarakat geger. Kali ini Kick Andy yang akan ditayangkan malam Kamis, 6 April 2006 pukul 22.30 WIB di Metro TV itu membahas era film-film panas akhir 1980-an yang merupakan bagian dari sejarah perjalanan film Indonesia. “Waktu itu keadaan perfilman kita ya begitu. Film-film semacam itulah yang laku,’’ ujar Arswendo Atmowiloto, yang tampil mendampingi Andy F. Noya sebagai host. Namun, tak urung, ketika film-film panas mereka diputar ulang, Kiki, Sally, Yurike, dan Lina Budiarti tertawa geli melihat “keberanian” mereka waktu itu. “Itu belum seberapa. Sebenarnya ada versi bulenya,” kata Yurike soal film Pembalasan Ratu Pantai Selatan. Sementara Ato Soeharto, sutradara “spesial” film-film panas mengaku selera pasar waktu itu memang sulit dilawan. “Kami memang didikte oleh broker,’’ ungkapnya. Ato juga mengaku peran brooker memang sangat menentukan karena mereka yang mampu menyediakan penyandang modal untuk memproduksi film. “Dan film-film macam itulah yang kebetulan laris.” Menarik, memang, menengok kembali satu era dalam sejarah perfilman kita ketika RUU Antipornografi dan Pornoaksi sedang menjadi pusat perdebatan. Apalagi masih dalam suasana hari film nasional yang jatuh pada 30 Maret lalu. Para artis panas yang tampil di Kick Andy menolak jika mereka dituduh hanya menjual kemolekan tubuh semata. “Buktinya, banyak di antara kami yang tetap eksis sampai saat ini,’’ ujar Yurike. Pendapat itu didukung oleh Arswendo. Lalu, apa urusannya Miing “Bagito” Gumelar juga tampil di acara tersebut? “Di film itu bukannya Kiki yang telanjang, tapi saya dan Didi Petet yang telanjang,’’ ungkap Miing perihal film yang dibintanginya, Bayar Tapi Nyicil. Apa pendapat mereka sekarang tentang film-film panas? “Sekarang anak saya marah kalau peran saya seperti itu. Walau saya sudah jelaskan bahwa itu hanya di film,’’ kata Lina Budiarti. “Saya sekarang ibu dari tiga anak. Sudah gak pantaslah,” ujar Sally, salah satu bintang panas paling laris pada era akhir 80-an. Beda halnya dengan Kiki dan Yurike. „Kalau ada yang nawarin boleh juga,“ Yurike tertawa. Baik Yurike, Kiki, dan Lina sampai saat ini masih aktif bermain film dan sinetron. Sebagian dari artis panas masa lalu kini mencoba untuk mengubah citra diri mereka sebagai simbol seks. Inneke Koesherawati, Nurul Arifin, dan Yenny Rachman, misalnya. “Itu bagian dari masa lalu. Saya berharap perfilman kita lebih baik ke depan,’’ tutur Yenny Rachman, yang kini menjadi pengusaha dan aktif dalam kegiatan PARFI. Lalu apa komentar Alex Komang, aktor teater dan film? Apa komentar Lola Amaria, pemain film dan sutradara film? Begitu juga Richard Buntario sutradara Bad Wolf dan Fanklyn yang menggarap Ekspedisi Madewa. Akankah film semacam ini akan mati setelah diundangkannya UU Antipornografi dan Pornoaksi? “Film-film jenis ini memiliki siklusnya sendiri,“ Arswendo menegaskan.

 

Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy