Ahmad Abdul Haq


Rahasia di Balik Hipnotis

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Kamis, 27 April 2006 12:00 WIBRahasia di Balik Hipnotis

kick andy Untuk masyarakat kebanyakan - yang selalu menyimak atraksi hipnotis di televisi, atau mereka yang pernah mengalami digendam ( kejahatan dengan menggunakan hipnotis ) - kata hipnotis selalu dikaitkan dengan hiburan ataupun kejahatan. Ya … memang atraksi hipnotis yang saat ini banyak dikenal masyarakat, baru sebatas hiburan ataupun untuk melakukan tindak kejahatan. Padahal hipnotis dapat juga membantu mereka yang sakit untuk mendapatkan kesembuhan, menjadi pribadi yang lebih baik, ataupun tujuan – tujuan positif lainnya. Mungkin anda tidak percaya … tapi itulah kenyataannya. Dalam KICK ANDY episode Hipnotis, kami menghadirkan si jari – jari atau masyarakat luas mengenalnya dengan Pepeng, untuk memberikan kesaksian, bagaimana hipnotis telah membantu dalam penyembuhan penyakit yang dideritanya. Secara gamblang Pepeng mengungkapkan, sebelum mengikuti terapi hipnotis dirinya merasakan sakit yang luar biasa ketika mencoba untuk berjalan dengan alat bantu jalan. Namun kini, rasa sakit itu serta merta hilang, seiring proses penyembuhan yang dijalaninya. Apakah rasa sakit yang dialami Pepeng benar-benar hilang ketika dirinya mencoba untuk kembali bisa berjalan ? Ternyata rasa sakit itu tidak hilang, rasa sakit tetap ada, dan dialami Pepeng ketika ingin hendak berjalan. Namun rasa sakit itu tidak lagi menghantui ataupun dirasakan Pepeng. Ya … itulah hipnotis yang sebenar – sebenarnya, yang memang sangat berguna bagi siapapun yang ingin sembuh dari sakit seperti Pepeng. Bukan hanya itu saja, bagi mereka yang telah hilang gairah sex-nya akibat usia yang telah lanjut, ataupun kibat – akibat lainnya, hipnotis punya solusinya. Dalam KICK ANDY kali ini, juga diperagakan bagaimana titik rangsang seseorang bisa dibangkitkan kembali, bahkan bisa dipindahkan dari tempat asalnya. Pemindahan titik ransang ini, diperagakan oleh Anisah Korschak – seorang ahli hipnoterapi – kepada dua pasang suami istri. Para istri , yang diposisikan telah hilang gairah sex-nya, menjalani terapi sex yang dipusatkan pada pemindahan titik G – Spot mereka. Pemindahan titik G-Spot yang diperagakan 2 istri ini, kebagian yang gampang disentuh ( tangan ) oleh sang suami, diharapkan bisa lebih menstimulasi gairah sex, dan membarakan kembali hubungan mereka. Lalu bagaimana kalau titik G – Spot para istri ini, diraba oleh pria lain, bukankah akan menimbulkan masalah baru ? Anisah Korschak menjelaskan, titik G- Spot para istri yang telah dipindahkan ke bagian tangan hanya berlangsung sementara, dan hanya para suami merekalah yang bisa membangkitkan gairah itu. Jadi tentu saja tidak semua orang bisa membangkitkan gairah sex para istri ini. Jadi tentu saja tidak akan ada masalah. Terapi sex dengan metode hipnotis ini, dijelaskan oleh Anisah biasanya dijalani oleh pasangan suami istri yang mengalami penyakit yang susah disembuhkan seperti stroke, atau kelumpuhan lainnya, seperti yang dialami Pepeng. Jadi buat pasangan suami istri yang kini telah mengalami kehambaran dalam hubungan suami istri, hipnotis bisa dijadikan solusi alternatif pemecahan masalah. Buat para pribadi yang ingin terlihat lebih baik, seperti melangsingkan tubuh, ataupun mempunyai kemampuan berkomunikasi yang lebih baik, dan hal – hal positif lainnya, ternyata hipnotis juga bisa dijadikan alternatif untuk mencapainya. Adalah Nurcholis Madjid, seorang dokter yang juga menguasai ilmu hipnotis memperagakan kemampuannya bagaimana terapi hipnotis sangat membantunya dalam menjalankan praktek kedokteran. Dia memperagakan bagaimana orang – orang yang ingin melangsingkan tubuhnya, tidak lagi menyukai makanan kegemaran setelah menjalani proses terapi. Kalaupun harus memakannya, para pasien dr. Nurcholis ini tidak sanggup menghabiskannya, karena sudah merasa kenyang meski hanya makan sedikit. Lain lagi dengan Sintha Maharani, seseorang yang juga mempunyai kempuan hipnotis. Dia memperagakan bagaimana hipnotis sebagai media hiburan yang membuat orang lain merasa senang, namun dengan kode etik yang tidak boleh dilanggarnya sebagai seorang penghibur. Sintha menjelaskan, dalam memperagakan ilmunya sebagai media menghibur banyak orang, dirinya tidak boleh mempermalukan orang yang diajaknya berpartisipasi. Ya … itulah sekelumit tetang hipnotis. Anda mau mencoba ? ( Iman )


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy