Ahmad Abdul Haq


Bisnis Kematian

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Kamis, 08 Juni 2006 12:00 WIBBisnis Kematian

kick andy Suatu hari nanti, saat meninggal, kita akan dikubur berdiri. Peringatan mantan gubernur DKI Ali Sadikin itu agaknya mulai mendekati kebenaran. Lahan untuk pemakakaman di kota-kota besar kini semakin lama kian sempit. Tidak heran jika urusan “rumah masa depan” ini lalu menjadi komoditas oknum-oknum dinas pemakaman dan para preman. Keluarga yang sudah kehilangan sanak saudara, harus juga kehilangan uang yang tidak sedikit. Hidup susah, ternyata mati lebih susah lagi. Namun, bagi yang jeli, urusan ini dilihat sebagai peluang bisnis yang menarik. Sejumlah investor mulai melirik bisnis pemakaman, apalagi di saat bisnis properti lagi terpuruk. Maka, sejumlah pemodal kini mulai membuka lahan pemakaman eksklusif bagi mereka yang sanggup membayar hingga miliaran. Fenomena itulah yang diangkat Kick Andy malam ini pukul 22.30 WIB di Metro TV. Apalagi ternyata bisnis yang berkaitan dengan kematian ini cukup luas. Bayangkan, ada perusahaan jasa kematian yang bisa menyiapkan urusan kematian dari sejak sanak saudara Anda meninggal, transportasi, prosesi, penyiapan lahan, sampai ke urusan pilihan peti mati. “Keluarga almarhum tidak perlu memikirkan apa-apa lagi. Semuanya kami yang urus,’’ ujar Handi, salah satu yang bergerak di bisnis jasa ini. Dia mengaku pihak keluarga bisa memilih paket-paket yang ada. Mulai dari jenis mobil, lokasi pemakaman, sampai jenis dan model peti mati yang diinginkan. Bahkan untuk urusan peti mati, ada yang ornamen-ornamennya menggunakan emas murni. Tidak takut kuburan digali pencuri? Jika pemakaman yang dipilih adalah pemakaman kelas atas, pihak keluarga tentunya bisa tidur nyenyak. “Kami menyediakan sekuriti 24 jam dengan sistem pengamanan modern,” tutur Gunawan, pengelola pemakaman eksklusif di wilayah Karawang, Jawa Barat. Bukan cuma itu, bagi pelayat juga disediakan kafe, tempat pertemuan, bahkan sarana rekreasi keluarga. “Kami menjadikan kuburan bukan lagi tempat yang menyeramkan tapi tempat rekreasi.” Nah! Banyak pihak yang kecipratan rejeki dari urusan kematian ini. Salah satunya perias mayat. “Merias mayat tidak sama dengan merias pengantin,” ungkap Windy Ghozali, spesialis perias mayat. Kelebihan lain dari perias mayat adalah mereka mampu merapikan wajah yang rusak atau menciptakan karakter sesuai dengan keinginan almarhum semasa hidup. Di luar itu, kini semakin banyak orang memilih jenasahnya dikremasi. “Selain mereka yang beragama Budha dan Hindu, kini banyak juga pemeluk Katholik dan Kristen yang minta dikremasi,” tutur Ibu Wilma dan Father Clemens, pengelola salah satu krematorium di Jakarta. Namun, sebelum mayat dikremasi, surat-surat kematian harus lengkap. Persyaratan itu agaknya untuk menghindari adanya upaya menghilangkan bukti-bukti kejahatan. Sebab setelah dikremasi, mayat tidak mungkin lagi diotopsi. Bagi masyarakat Tionghoa, ahli fengshui merupakan pelengkap yang penting. “Ukuran liang dan posisi jenasah menjadi perhitungan agar di alam sana almarhum akan memperoleh kebahagiaan,” ujar Xiang Yi, seorang analis geomansi. Dan yang tak kalah penting adalah para pembuat harta mainan dari kertas, yang menjadi pelengkap upacara. “Bentuknya bisa rumah, mobil atau barang-barang kesayangan dari orang yang meninggal,” kata Ibu Achen pembuat harta-harta mainan tersebut. “Saya pernah mendapat pesanan rumah-rumahan yang ukurannya sebesar rumah benaran.” Lalu, apa hubungannya soal kematian dengan kehadiran Dorce Gamalama di studio? Mengapa Andy F. Noya, pembawa acara, lari meninggalkan panggung? Saksikan Kick Andy nanti malam.

 

Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy