Ahmad Abdul Haq


SEPOTONG KAKI, SEJUTA HARAPAN

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Senin, 12 Mei 2008 12:00 WIBSEPOTONG KAKI, SEJUTA HARAPAN

SEPOTONG KAKI, SEJUTA HARAPAN “Saya mau tanya alamat lengkap Bp. Sugeng pembuat, kaki palsu yg ditayangkan 2 minggu lalu krn saya baru amputasi 1 minggu lalu krn kecelakaan.” Demikian salah satu komentar sederhana yang kami baca di web site www.kickandy.com, dua minggu setelah episode ”Berbagi Dalam Keterbatasan” tayang tanggal 14 April lalu. Pengirimnya, Harry Priyanto seorang pemirsa asal Pamulang, Jakarta Selatan, yang mengaku sangat terinspirasi oleh kehadiran Sugeng Siswoyudhono di Kick Andy. Perjalanan hidup Harry ternyata tak sesederhana komentarnya. Harry adalah korban kecelakaan lalu lintas di tahun 2005. Selama 2,5 tahun kaki kanannya yang remuk dipertahankan dengan bantuan sejumlah pen. Ia bertahan untuk tidak menjalankan amputasi, walau harus sering menahan sakit, akibat kondisi kakinya yang tak juga membaik. Keputusannya berubah setelah melihat tayangan Sugeng di Metro TV. ”Saya melihat dia itu pakai kaki palsu tapi terlihat gembira dan menikmati hidupnya betul-betul,” ujar Harry. Sugeng benar-benar telah menginspirasinya, sehingga Harry pun akhirnya mengambil keputusan untuk mengamputasi kaki kanannya. ”Kini saya menjadi penuh semangat dan rasanya seperti lahir kembali,” katanya. Episode Berbagi Dalam Keterbatasan memang mendapatkan respon yang luar biasa dari pemirsanya. Sugeng bahkan telah dianggap sebagai inspirator yang mujarab bagi banyak orang, terutama mereka yang harus hidup dengan kehilangan kaki. ”Selama 30 tahun saya menjadi tenaga sosial di panti rehabilitasi, memberi semangat bagi mereka yang cacat, tapi rasanya tak apa-apa dibandingkan dengan mas Sugeng ini,” kata Elin, Pengurus Balai pemulihan sosial penyandang cacat di Cimahi, Jawa Barat, yang hadir diacara Kick Andy kali ini. Pengakuan yang sama disampaikan oleh Ahmad Kosasih, seorang guru SMP di Pandeglang, Banten. Ahmad adalah seorang guru yang kehilangan satu kakinya akibat kecelakaan lalulintas di tahun 2005. Ia melanjutkan kehidupan dan aktivitas sehari-hari sebagai seorang guru dengan bantuan sepasang kruk. Kosasih yang mengaku sempat patah semangat, juga sangat terinspirasi dengan kisah Sugeng Siswoyudhono di Kick Andy. ”Saya berterimakasih sekali pada tayangan berbagi dalam keterbatasan. Kini saya semakin optimis dan akan berbuat lebih banyak lagi bagi masyarakat,” kata Kosasih saat tampil di Kick Andy. Tak hanya para korban kecelakaan yang mengirim komentar. Sebuah komentar yang menyentuh datang dari Nova. Melalui web Kick Andy, ia meminta alamat dan cara untuk menemui Sugeng, karena ayahnya yang baru diamputasi beberapa bulan lalu, kini menginginkan sebuah kaki palsu. ”Kami anak-anaknya belum bisa membelikan, tapi sekarang ayah saya sudah memiliki uangnya sendiri,” kata Nova. ”Kamu tak usah membeli, karena Kick Andy akan memberikan kaki palsu untuk ayahmu,” demikian ujar Andy F. Noya saat berdialog dengan Nova. Mata Nova pun berkaca-kaca. Selain Nova, kami menemukan komentar dari seorang anak berbakti lainnya bernama Hikmah Widya. Gadis asal Semarang ini menanyakan harga kaki palsu buatan Sugeng. Katanya, ia berencana menabung untuk bisa membelikan ayahnya sebuah kaki palsu. Tim Kick Andy pun mencoba mencari tahu siapa sesungguhnya Gadis asal Semarang ini. Hikmah memiliki seorang ayah yang telah kehilangan kaki kirinya sejak tujuh tahun lalu, akibat kecelakaan lalu lintas. ”Sejak kecelakaan itu, ayah saya nyaris tidak pernah keluar rumah dan hanya menjaga warung saja. Saya kasihan, kalau ia punya kaki palsu pasti bisa jalan dan bekerja kembali,” katanya. Karena alasan itu lah hikmah kemudian mengirim komentar ke web site Kick Andy dan menanyakan harga sebuah kaki palsu. Untuk sebuah kaki palsu itu, Hikmah kini menabung dari hasil kerjanya sebagai penjaga toko. Padahal dari hasil kerja ini pula, Hikmah membiayai sendiri kursus komputernya. ”Ya namanya juga anak, saya hanya bisa membantu semampu saya,” ujarnya. Inilah sebuah kisah yang sangat inspiratif, tentang bakti seorang anak pada orang tua. Sebagai bentuk apresiasi, Kick Andy akan membantu Hikmah untuk mewujudkan cita-citanya; memberikan ayahnya sebuah kaki palsu buatan Sugeng. Terbukti, kisah Sugeng di Kick Andy telah menularkan banyak semangat bagi pemirsanya. Di sisi lain, Sugeng kini kebanjiran order kaki palsu dari berbagai daerah. Tak hanya itu, kesibukan pria asal Mojokerto itu kini bertambah, karena produsen sebuah produk jamu telah menjadikan Sugeng sebagai bintang iklan. Di tayangan kali ini, Sugeng yang kembali hadir mendapat kejutan yang tak terduga. Ia dipertemukan dengan Menteri Riset & Teknologi, Kusmayanto Kadiman. Kehadiran Menristek kali ini, bukan hanya sebagai orang yang terispirasi dengan Sugeng. Lebih jauh lagim Menristek menyatakan siap untuk membatu Sugeng membuatkan teknologi dalam pembuatan kaki palsu. Episode Kick Andy kali ini memang memberi lebih banyak kejutan, tak hanya bagi Sugeng tapi bagi penyandang cacat. Tak hanya penyandang cacat kaki yang hadir di studio, tapi bagi banyak penyandang cacat di negeri ini. Semangat Sugeng telah memberi inspirasi bagi kami untuk membantu lebih banyak penyandang cacat kaki, agar bisa memiliki kesempatan untuk berkarya lebih baik lagi. Maka atas inisiatif Menristek, Kusmayanto Kadiman, juga dengan dukungan sejumlah sponsor, Kick Andy akan melakukan gerakan ”Seribu Kaki Palsu Gratis”. Menurut Menristek, dengan kaki palsu sedikitnya ada tiga kebangkitan yang akan terjadi pada penyandang cacat kaki, yakni kebangkitan fisik, kebangkitan ekonomi, dan kebangkitan jiwa yang mandiri. ”Sehingga akan banyak Sugeng-Sugeng lain yang lahir,” ujarnya. Sejalan dengan pernyataan Menristek tadi, kami berharap program ini bisa berjalan dengan baik. Satu hal yang kami yakini bahwa sepotong kaki, bisa memberikan jutaan harapan dan masa depan lebih baik, bagi saudara-saudara kita yang telah kehilangan kakinya selama ini. Semoga.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy