Ahmad Abdul Haq


KREASI ANAK NEGERI

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 08 Mei 2009 21:30 WIBKREASI ANAK NEGERI

KREASI ANAK NEGERI Sekali lagi, inilah beberapa bukti bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan warga pintar, kreatif dan inovatif. Alat-alat aplikatif dan benda-benda fungsional yang tercipta dari ide-ide segar dan bernas dari pemikiran sejumlah anak bangsa tak selalu kalah dengan produk luar negeri.

Harmani Djiwowinoto contohnya. Sebagai seorang Manajer Pengembangan Produk PT Bayer, ia memiliki kepedulian yang tinggi terhadap rendahnya produksi pertanian lokal. Rendahnya produksi pertanian padi di beberapa daerah sentra beras Indonesia, mendorongnya untuk berpikir keras mencari solusi. Akhirnya ditemukannya jawaban. Kelemahan sistem tanam padi tradisional yang bersistem tebar benih dan pindah tanam, diatasinya lewat penciptaan alat yang dinamainya Tabela Baytani atau alat Tanam Benih Langsung Bayer dan Petani. Alat ini telah diakui secara internasional di Jerman dan memperoleh penghargaan tertinggi mengalahkan sekitar 2400 karya cipta ilmuwan luar negeri.

Lewat serangkaian uji coba di beberapa areal pertanian yang berbeda-beda karakter di Nusantara, Tabela Baytani menunjukkan kinerja yang mengagumkan. Tabela Baytani mampu menghemat bibit padi dari 60-100 kg per hektar menjadi cukup 25 kg per hektar. Begitu pula dengan potensi kehilangan benih akibat hujan dan termakan burung, serta manajemen air. Semuanya selain mampu menghemat tenaga dan waktu, juga biaya dari 500-700 ribu rupiah hingga hanya menjadi 20 ribu rupiah per hektar. Yang patut diacungi jempol, saat telah mampu memproduksi sekitar 400 unit Tabela Baytani, seluruhnya didistribusikan pada kelompok-kelompok tani di berbagai daerah secara gratis!

Tak beda dengan Jhony Ivan. Keprihatiannya yang dalam terhadap fakta masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum tersentuh jaringan listrik, membuatnya sibuk berpikir dan berusaha mencari jalan keluar untuk membantu mengatasinya. Pegawai Negeri di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Barat ini, akhirnya menjadi pahlawan penebar terang di sejumlah daerah terpencil Sumatera Barat. Lewat kreasinya membuat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), ribuan keluarga di kawasan tak terjangkau jaringan PLN bisa menikmati semua fungsi listrik bagi kehidupan. Dengan modal membaca buku-buku serta belajar secara otodidak saat bertugas di kantornya, Jhony berhasil mendesain dan membangun PLTMH mini dengan dana pribadi. Tak kurang dari 40 PLTMH telah dibangunnya di beberapa kawasan Sumbar berbekal dukungan swadaya masyarakat. Kini, Jhony sedang menyiapkan sekitar 30 unit PLTMH lagi untuk menerangi daerah-daerah lain di sekitar Padang.

Sementara bagi Singgih Susilo Kartono, “keberangannya” pada kelakuan sebagian besar manusia modern yang sangat konsumtif dan gemar “nyampah”, membuatnya menciptakan produk hiburan tak lazim dan menentang tren. Di saat seluruh peralatan dibuat dari bahan plastic atau material sekali pakai buang yang tak terurai dan mencemari lingkungan, mendorongnya membuat radio “berbaju” kayu. Bagi Singgih yang mengaku paling sulit mengikuti tren, dengan radio ber-casing kayu, diharapkannya mampu menurunkan sifat konsumtif dan meningkatkan sense of belonging manusia terhadap barang miliknya sehingga tidak mudah “nyampah”. Radio kayu bermerk Magno ciptaanya, dibuat dengan cita rasa estetika dan teknologi yang tinggi, sehingga tak mengurangi fungsinya sebagai alat hibutan dan juga koleksi. Alhasil, justru radio kayu Magno berkibar sukses di luar negeri. Sebagai collector item, Magno memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar mancanegara. Misalnya saja, salah satu desain radio termurahnya, dihargai sekitar 160 euro di Eropa.

Masih ada lagi orang pintar Indonesia lainnya. Bambang Widiyatmoko misalnya. Bambang adalah salah satu ilmuwan cerdas Indonesia di bidang rekayasa dan fisika. Bambang Widiyatmoko juga seorang pakar laser yang sangat terkenal di luar negeri, khususnya Jepang. Sekitar 30 penemuannya di bidang laser telah terakui dan dipatenkannya di Jepang, Amerika Serikat dan Eropa. Bahkan sekitar 11 aplikasi berbasis laser telah diciptakannya dan diterapkan di Jepang. Salah satunya adalah detektor tsunami berbasis laser. Bambang dipercaya BMG-nya Jepang, untuk mendesain alat pendeteksi dini tsunami. Hingga saat ini, alat ciptaannya tersebut masih dipakai oleh pemerintah Jepang. Ironis, karena justru pihak yang menghargai, mempercayai dan memakai ciptaannya adalah orang atau pemerintah negara lain.

Selain mereka, masih banyak lagi sebenarnya penemu atau pencipta Indonesia yang karyanya mampu “bersuara” di dunia internasional dan beberapa di antaranya tampil di Kick Andy. Baik di bidang rekayasa, seni, robotik, hingga desain. Mau tahu siapa saja dan seperti apa hasil karya mereka? Simak di Kick Andy pada minggu ini.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy