Ahmad Abdul Haq


JK-WIN MENJAWAB

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 05 Juni 2009 21:30 WIBJK-WIN MENJAWAB

JK-WIN MENJAWAB Mungkin hari-hari belakangan ini kita dibuat bingung dengan berbagai kampanye baik di media cetak atau elektronik seputar pemilihan presiden mendatang. Tiga pasangan calon presiden dan wapres bermunculan menawarkan program jika mereka terpilih kelak. Masing-masing calon bahkan saling menyerang dan menyatakan dirinya adalah yang paling benar.

Nah, Kick Andy kali ini agak beda. Rencananya kami akan menayangkan para capres dan cawapres secara bergantian. Hanya saja di Kick Andy para capres dan cawapres itu tidak bicara soal visi dan misi atau program kerja. Mereka akan diklarifikasi seputar isu atau rumors yang sensitif bahkan “dosa-dosa” para calon dimasa lampau.

Pasangan capres dan cawapres yang pertama kami tampilkan adalah Jusuf Kalla dan Wiranto. Pasangan yang slogannya “Lebih Cepat Lebih Baik” ini kesanya memang lugas dan tangkas. Jusuf Kalla yang saat ini menjabat sebagai wapres dan Ketua Umum DPP Golkar ini menjawab dengan tangkas pertanyaaan Andy F Noya seputar latar belakang pencalonan dirinya menjadi calon presiden. Termasuk sejumlah isu seputar keretakannya dengan Presiden SBY , soal bisnis dan keluarga juga soal harta kekayaanya. .

Semua pertanyaan kritis dari seorang Andy F Noya dijawab dan ditanggapi dengan santai dan sambil bercanda oleh Jusuf Kalla. Suasana yang tadinya serius dan menegangkan langsung cair. Soal kebenaran jawaban tentunya hanya yang bersangkutan yang tahu. “Negara ini tidak maju kalau saya tidak agresif,” begitu ujar Jusuf Kalla ketika ditanya mengapa sebagai wapres kok agresif daripada presidennya. .

Pertanyaan kritis juga ditujukan kepada calon wakil presiden Wiranto. Mantan Panglima ABRI dan Menhankam pada era orde baru ini disodori pertanyaan soal dugaan keterlibatanya pelanggaran HAM berat di Timor Timur. Menjawab pertanyaan ini menurut Wiranto, sampai saat ini pihaknya tidak tahu dan belum ada keterangan resmi soal isu yang disangkakan pada dirinya. “Sampai saat ini saya tidak pernah menerina surat resmi, apakah sebagai tersangka atau terdakwa pelanggaran berat HAM di Timor Timur. Jadi, kenapa musti takut? Ujarnya mantap. .

Pertanyaan kritis lainnya adalah soal harta kekayaanya. Menurut Wiranto saat dia menjabat sekitar tahun 1998 seorang jenderal TNI satu bulannya mendapat gaji sekitar Rp 10 juta. Jika kini ia dianggap kaya karena mempunyai tanah dan rumah besar itu karena ia dulu sering kali berinvestasi dengan membeli tanah. “Seiring dengan perjalanan waktu, tanah-tanah yang dibeli itu meningkat berkali-kali lipat nilainya. Saya sendiri tidak tahu kenapa tiba-tiba menjadi kaya,” kata Wiranto yang mengaku tidak pernah disuap ketika masih aktif dulu. Begitu juga Jusuf Kalla. Kekayaanya bisa naik turun karena mengikuti harga saham. .

Baik Jusuf Kalla dan Wiranto terlihat santai dan penuh tawa walau mendapat pertanyaan-pertanyaan yang sangat kritis dan sensitif dari Andy F Noya. Tentunya tidak puas jika tidak menyaksikan langsung Kick Andy kali ini yang sengaja durasinya kami tambah menjadi dua jam agar Anda semua puas. Selamat menyaksikan. .


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy