Ahmad Abdul Haq


PEPENG DI MATA KARTUNIS

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 27 Agustus 2010 21:20 WIBPEPENG DI MATA KARTUNIS

PEPENG DI MATA KARTUNIS Tubuh terbaring di tempat tidur dan badan sudah tidak bisa bergerak, bukan berarti tidak bisa berfikir kreatif. Penderitaan bukan berhenti sampai disitu, bergerak sedikit saja ia akan mengalami kesakitan yang luar biasa. Ya, itulah perkembangan kondisi terakhir yang dialami  Ferrasta Soebardi atau yang kita kenal dengan nama Pepeng.

Kali ini kita tidak bicara penyakit yang menyerang mantan pembawa acara kuis yang kocak Jari-Jari itu. Kick Andy menampilkan pria yang kini berusia 56 tahun itu karena sebuah gagasan yang unik yaitu Moeke Kartoen Goes to Muri.

Penampilan Pepeng di Kick Andy kali ini cukup istimewa dan agak “nyeleneh”. Jika selama ini narasumber yang akan diwawancarai Andy F Noya harus duduk manis di sofa atau di kursi yang telah disediakan, tidak demikian dengan Pepeng. Tim Kick Andy terpaksa bekerja ekstra keras untuk mendatangkan Pepeng ke studio berikut tempat tidur khusus. Tim Kick Andy harus ekstra hati-hati ketika mendorong tempat tidur itu, karena jika ada guncangan sedikit saja Pepeng akan mengalami kesakitan yang luar biasa akibat penyakit “Multiple Schelosis” yang dideritanya sejak lama.

Andy F Noya yang didampingi Jaya Suprana yang kita kenal sebagai pianis dan  bos MURI itu mengocok perut penonton ketika mewawancarai Pepeng. Di luar dugaan, Pepeng yang menderita kesakitan ternyata tampil luar biasa penuh canda dan tidak menghiraukan penyakitnya. Gerakan Moeke Kartoen goes to MURI menurut Pepeng berawal ketika ia kehilangan gambar kartun wajahnya yang dilukis kartunis kondang GM “Om Pasikom” Sudharta dan Dwi “Panji Koming” Koendoro. Secara tidak sengaja ia kemudian bertemu dengan Dwi Koen di jejaring sosial Facebook. Melalui komunikasi itu akhirnya Pepeng dilukis kembali oleh Dwi Koen. Dari sini kemudian Pepeng menyampaikan keinginannya untuk mengoleksi kartun wajah yang “dipletat-pletotin” itu kepada Yeksa Sarkeh Chandra yang ahli melukis kartun. Chandra yang kebetulan Sekjen Pakarti alias Perkumpulan Kartunis Indonesia itu kemudian mengajak para kartunis seluruh Indonesia untuk melukis wajah Pepeng melalui jejaring sosial Facebook. Gayung pun bersambut. Sekitar 250  kartunis yang belum saling kenal itu kemudian mengambar dan mengirimkan langsung ke Pepeng. Saat ini terkumpul sekitar 750 buah karya kartun  yang dikoleksi Pepeng. “Alhamdulilah, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman kartunis yang sudah mengirimkan karyanya kepada saya,”ujar pepeng penuh semangat. Tentu saja karya kartun yang dikirimkan kepada Pepeng itu sangat menyenangkan dan  membesarkan hati Ayah empat putra ini dalam menjalani kehidupan dari atas tempat tidur.

Sekilas apa yang dilakukan para kartunis itu adalah hal yang biasa dan wajar. Namun bagi Pepeng, Gerakan Moeke Kartoen yang digagas para kartunis seluruh Indonesia itu adalah hal yang luar biasa dalam hidupnya. Pepeng seolah-olah mendapat energi dan kekuatan. Ia seolah-olah lupa atau melupakan penyakit yang ia derita dan hingga kini belum ada obatnya itu.

Di acara Kick Andy kali ini banyak terjadi kejutan. Pepeng yang sangat sedih karena kehilangan sampul kaset karya Dwikoen pada tahun 1980 itu tiba-tiba menemukan kembali.Dan yang teristimewa sampul itu diberikan langsung oleh pelukisnya Dwikoen. Airmata Pepeng semakin tak terbendung ketika Jaya Suprana secara tidak terduga-duga memberikan kejutan kepadanya, yaitu sertifikat rekor MURI.

Ternyata Jaya Suprana yang bertindak sebagai Co Host ini tidak hanya berhasil memberi kejutan kepada Pepeng. Sang Host, Andy F Noya pun berhasil ia “kick” di episode ini.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy