Ahmad Abdul Haq


KISAH PARA PAHLAWAN

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 08 Oktober 2010 21:30 WIBKISAH PARA PAHLAWAN

KISAH PARA PAHLAWAN Keikhlasan menolong atau membela sesama adalah sebuah kewajiban bagi sebagian orang, sekalipun raga dan nyawa harus dipertaruhkan. Dan kami sebut mereka sebagai pahlawan. Inilah kisah-kisah para pahlawan itu.

Adalah Bapak Kosim, pria asal Rancaekek , Bandung , yang pernah mengalami sebuah tragedi kepahlawanan dan berujung tragis.

Tragedi yang terjadi pada tanggal 18 maret 2009, sekitar pukul 16.30 ini diawali ketika Kosim bersama istri sedang melakukan perjalanan pulang dari pasar, tempat mereka berjualan. Tiba-tiba mereka melihat satu pengendara motor menabrak seorang perempuan dan terus kabur. Secara reflek, Kosim dengan dukungan istri mengejar pelaku tabrak lari itu. Namun sayang, dalam pengejaran itu, Kosim malah mengalami kecelakaan, akibat tertabrak sebuah angkot. Mirisnya, angkot ini pun lari meninggalkannya yang terluka di jalanan. “Saya Sembilan hari di Rumah Sakit, tubuh saya harus dijahit sampai 32 jahitan dan tangan saya jadi tidak normal lagi,” katanya sambil menunjukkan tangan kiri dengan semua jarinya yang terputus.

Sementara itu dari Jakarta ada Sumiyati seorang pekerja rumah tangga yang sangat setia pada majikannya. Ia tak hanya membantu membereskan pekerjaan rumah, tapi ia bahkan berani melawan seorang pencuri yang menyantroni rumah. Sebuah pertaruhan nyawa telah ia lakukan, demi menyelamatkan harta milik majikan. “Waktu mau makan bakso, tahu-tahu ada orang keluar dari kamar cucu ibu, pakai kain ala ninja, keliatan mata doing dan langsung nodongin pisau ke umi,” tutur Sumiyati di Kick Andy.

Sumiyati mengaku keberaniaannya tiba-tiba muncul, hingga ia tak segan berkelahi dengan sang pencuri yang membawa sebilah pisau itu. Bahkan ketika tangan dan pipinya tergores pisau, Umi masih terus melakukan perlawanan. “Umi tendang aja kemaluannya, dia mental, Umi tendang lagi sampai tiga kali, dan akhirnya Umi lari ke luar memanggil warga.” Kata Umi yang harus menerima 27 jahitan di tangan dan pipi ini.

Dari Bengkulu, Kick Andy kedatangan seorang tukang parkir yang berhasil menggagalkan sebuah pencurian uang ratusan juta rupiah di sebuah mobil yang terpakir. Dan Dari Pulau Kalimantan ada kisah tentang seorang berjiwa pahlawan bernama Fachruddin.

Suatu hari, saat ia sedang main computer, ia mendengar sebuah teriakan dan melihat api keluar dari mobil yang diparkir di rumah tetangganya. Pemiliknya sedang berusaha mengeluarkan mobil itu dari tempatnya, namun terhalang oleh pintu mobil yang terbuka.

Fahruddin reflek berlari dan berusaha membantu, namun justru saat ia berhasil menutup pintu mobil, api membesar dan menyamber Fahruddin. “Badan saya benar-benar terbakar dari rambut sampai ujung kaki, sementara tetangga saya selamat,” tutur Fachruddin saat tampil di Kick Andy

Fachrudin pun harus terbaring di rumah sakit selama lebih kurang 4 bulan, belum lagi harus menjalani rawat jalan sampai setahun. Meski sempat dianggap tipis harapan untuk sembuh, tapi akhirnya ia bisa terselamatkan. “Saya ikhlas menolong,” tegasnya.

Keikhlasan lain, kita temukan dari Sugito, ayah dari seorang anak yang berjiwa pahlawan, Wahyu Trianto.

Di Kick Andy, Sugito bertutur tentang kisah tentang putranya, Wahyu Trianto yang bercita-cita menjadi seorang perwira polisi. Wahyu telah tewas ditembak seorang anggota kelompok perampok tahun 2007 lalu.

Kisahnya dimulai setelah Wahyu pulang dari melihat pengumuman penerimaan akademi kepolisian (Akpol) di Mapolda Metro Jaya. Kegembiraan Wahyu yang baru dinyatakan lulus itu menjadi terganggu, saat hendak pulang ia mendengar teriakan seorang perempuan, yang ternyata sedang berebut tas di depan sebuah ATM.

Dari tempatnya berdiri, Wahyu berlari menghampiri si perampas dan memukuli pria tersebut hingga terjungkal. Kemudian Mardani, petugas satpam SPBU yang berada di sebrang lokasi kejadian, juga berlari ke depan bilik ATM untuk membantu Wahyu melumpuhkan penjahat.

Saat itulah seorang pria yang duduk di sepeda motor yang diparkir di SPBU bangkit dari tempatnya duduk. Dia bergegas menghampiri si perampas tas. Pria yang ternyata kawan si perampas tas itu segera menolong kawannya berdiri. Dia juga memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil sepucuk senjata api dari pinggang si perampas tas yang sempat dipukul roboh oleh Wahyu.

Dalam gerakan cepat, pria kedua itu menembak dada Wahyu. Lalu, pistol itu ganti ditembakkan ke Mardani yang berdiri di dekat Wahyu. Mardani dirawat selama 3 bulan di Rumah Sakit dan bisa diselamatkan. Sementara, Wahyu wafat dalam perjalanan ke rumah sakit. (end)


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy