Ahmad Abdul Haq


CERDAS INDONESIAKU

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 07 Januari 2011 22:30 WIBCERDAS INDONESIAKU

CERDAS INDONESIAKU Diawal tahun ini Kick Andy menampilkan kisah-kisah unik dan mengesankan yang diangkat dari film-film dokumenter para finalis Eagle Award 2010. Eagle Award adalah sebuah ajang kompetisi tahunan film dokumenter yang diselenggarakan oleh Metro TV. Dengan mengusung tema “Cerdas Indonesiaku” kompetisi tersebut pada akhirnya memilih satu pemenang dari lima finalis yang dihasilkan. Dan kemudian Kick Andy menghadirkan para tokoh pemerannya yang gagasan dan tindakannya telah memberi inspirasi mengenai bagaimana membangun kecerdasan pribadi pada masyarakat khususnya generasi muda di negeri ini. Selain mengundang para pemeran dalam film-film ini, hadir juga para filmaker yang ikut melengkapi dengan cerita menarik mereka tentang pengalaman gembira dan dukanya ketika membuat film ini.

Kisah Rustam, seorang pemuda dari keluarga kurang mampu asal Kampung nelayan Mekar Bajo, Sulawesi Tenggara yang menerima bantuan pembiayaan kuliah dari para tetangganya dalam film "Beasiswa Ala Bajo" mengawali episode Kick Andy kali ini. Film dokumenter hasil diskusi dari Tomy & Rosniawanty ini menceritakan mengenai nilai-nilai kearifan lokal warga suku Bajo khususnya Bajo Mekar yang secara mandiri bisa menyelesaikan persoalan-persoalan disekitar mereka melalui tradisi Pasipupukang. Warga Bajo ini menyadari bahwa dengan mendapatkan pendidikan maka mereka dapat keluar dari kebodohan dan kemiskinan yang dialami.

Ada pula kisah Nurrohim, mantan anak jalanan yang berhasil menjadi seorang pengusaha warteg kemudian mendirikan sekolah gratis untuk anak jalanan, dan kini juga mengajar di sekolah tersebut. Kegigihanannya ketika mendirikan Sekolah MASTER hingga mempertaruhkan keuangan keluarga. Denny dan Wiguna, pembuat film dokumenter “SEKOLAH MASTER ANAK JALANAN” ingin menunjukkan bahwa sebaiknya masyarakat tidak memandang remeh terhadap sekolah penyetaraan hanya karena sekolah tersebut non-formal, akan tetapi lihatlah kualitas siswanya. Pada akhirnya Sekolah MASTER telah berhasil membuktikannya dengan segala prestasi siswa yang dimilikinya.

Dongeng telah berhasil mengubah seorang anak yang tadinya takut hujan menjadi berani. Bagaimana bisa? Dalam kisah “DONGENG AJAIB”, Aryo Farid seorang pendongeng berpesan pada para orang tua agar jujur pada saat mendongeng, sebab dengan mendongeng orang tua dan anak akan menjadi lebih dekat.  Ada juga Arya, anak TK yang trauma pada hujan, petir, dan banjir, melalui dongeng dari guru dan orang tuanya, ia berhasil mengatasi rasa takutnya tersebut. Ide film dokumenter garapan Budiyanto dan Elsha Putri ini adalah melalui dongeng orang tua dapat menyisipkan nilai-nilai pendidikan, moral dan etika tanpa harus dengan kata-kata yang menggurui. Audiens Kick Andy yang hadir pun ikut mendengar dongeng dari Aryo Farid.

Permainan anak-anak jaman sekarang lebih mengeksplorasi kemampuan individual. Karenanya anak-anak menjadi kurang kreatif , anti sosial, serba mau cepat, dan malas bergerak. Dalam film dokumenter “Hong” digambarkan bahwa Zaini Alif pendiri komunitas Hong, merasa prihatin dengan tergusurnya permainan tradisional oleh bombardir permainan modern. Hingga saat ini Zaini Alif telah menemukan hampir 250 lebih jenis permainan tradisional, dan Komunitas Hong kini pun menjadi pusat kajian mainan rakyat. Gagasan awal Yoyo Sutarya dan Esa Akbar, penyusun film dokumenter “Hong” adalah berangkat dari pemikiran bahwa budaya bermain dan permainan rakyat sangatlah penting karena mengajak anak untuk turut berpartisipasi dan lebih menghargai proses pembuatannya sehingga anak-anak tidak hanya menikmati hasilnya. Film “Hong” pun kemudian membawa mereka sebagai pemenang dalam Eagle Award 2010.

Kisah terakhir yang Kick Andy sajikan adalah tentang seorang pemuda tamatan SMA tetapi dengan keterbatasan yang ada, ia mampu membuat pesawat tanpa awak. Dalam film dokumenter berjudul “Habibie dari Selokan Mataram”, si pemuda - Mohammad Toha ini, melalui pengetahuan tentang elekronika dan kegemarannya pada dunia Aeromodeling, secara otodidak ia menciptakan karya-karya tehnologi seperti Pesawat Tanpa Awak (UAV) untuk kebutuhan riset dan pemetaan, Water Rocket, Tricopter, dan sebagainya. Danang & Dendi pembuat film ini merasa kagum ketika melihat dan mengamati karya-karyanya juga ketika mengajak mahasiswa Elektro UGM untuk ikut berdiskusi dengan Toha. Mereka baru paham dan yakin dengan kemampuan Toha tersebut. Audiens Kick Andy pun juga diajak melihat Tricopter rancangannya terbang di dalam studio. Dengan dukungan istri tercintanya, Toha merupakan sosok yang dikenal ulet bekerja dan senang belajar, ia juga mempunya laboratorium kecil-kecilan yang didanai sendiri untuk mendukung uji coba hasil ciptaannya itu. Mimpi terbesarnya adalah membuat pesawat sungguhan seperti B.J Habibie, sang idolanya. Apakah kemudian Toha berhasil bertemu dengan idolanya tersebut? Saksikan Kick Andy ya.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy