Ahmad Abdul Haq


NADA KASIH UNTUK ANANDA

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 08 Juni 2012 21:30 WIBNADA KASIH UNTUK ANANDA

NADA KASIH UNTUK ANANDA Banyak orangtua merasa risau dengan semakin langkanya menemukan lagu untuk anak-anak. Namun ada pula orang tua yang bangga jika anaknya fasih menyanyikan lagu-lagu orang dewasa. Kenyataannya lirik dan nada lagu-lagu orang dewasa tersebut sering tidak cocok bahkan mampu merusak perkembangan mental anak. Masih adakah kepedulian para pencipta lagu, penyanyi, media, ataupun industri musik dengan kondisi ini?

Kekhwatiran tersebut terjawab oleh salah seorang tamu Kick Andy, datang dari Tapak Lambiak, Sumatera Barat. Namanya Muhamad Jujur, sosok pria 51 tahun yang periang ini, dikenal sebagai seseorang yang produktif menciptakan karya lagu-lagu untuk anak. Sejak 1980, ia telah menciptakan 300 lagu anak-anak. Meski hidup tanpa memiliki pekerjaan tetap, setiap pagi Muhamad Jujur membantu keluarga yang ia tumpangi dengan menyiapkan barang dagangan berupa makanan olahan bakwan goreng, yang ia jajakan ke warung kelontong. Atas dedikasinya dalam dunia musik anak-anak, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional dalam acara Seminar Internasional Guru di Padang Panjang 2010 lalu pernah memberikan Piagam Penghargaan kepada Muhammad Jujur yang diserahkan oleh Gubernur Sumatera Barat. Setelah sempat 8 tahun merantau ke Jakarta, dan tahun 2007 kembali ke Padang Panjang, Jujur dan teman-temannya mendirikan komunitas Sanggar Mekahiba (Mencari Nafkah sambil Beribadah) pada tahun 2011. Sanggar Mekahiba akhirnya berganti nama menjadi Sanggar Dunia Anak. Saat ini, memiliki 8 anggota yang menyanyikan lagu-lagu anak ciptaan Jujur. Pada tahun 2011, mereka telah mulai merekam lagu-lagu tersebut di studio rekaman di Padang. Namun, belum rampung rekaman proyek rekaman tersebut, timbul masalah internal antar pengurus.

Antara Jakarta dan Yogyakarta, ide ini direalisasikan. Djito Kasilo seorang komposer musik- berdomisili di Jakarta, sedangkan Pungkas Riandika dan sekelompok anak muda dari berbagai profesi berbeda yang berdomisili di Jogjakarta, memiliki kepedulian pada dunia anak. Mereka ber-inisiatif mendirikan sebuah portal digital, unduh gratis yang menyediakan lagu-lagu anak. Portal digital yang bernama marinyanyi.com ini dikelola di sebuah garasi rumah sederhana. Melalui portal ini kita dapat merancang hingga memesan sebuah lagu. Komunitas marinyanyi.com menyiapkan suatu mekanisme produksi yang melibatkan masyarakat yang diajak untuk menyumbangkan cerita curhatnya, pengalaman, atau kenangannya tentang dunia anak. Kemudian oleh redaksi marinyanyi, cerita tersebut akan menjadi inspirasi tema dan lirik dalam penciptaan sebuah lagu baru.  Cita-cita mengembalikan lagu anak sebagai media ekspresi yang positif tidak hanya berhenti pada portal tersebut. Beberapa kampanye kreatif juga dilakukan komunitas ini.

Dari ekspresi kasih sayang seorang ibu dua orang anak, Lily Dawis - terciptalah alunan nada-nada indah nan merdu. Melalui senandung secara spontan yang dikoleksi secara diam-diam oleh suaminya, seluruh lirik serta musiknya murni terinspirasi dari keseharian Lily saat bersama keluarga, terutama dengan anak-anaknya. Akhirnya lirik lagu bertema anak-anak ini terkumpul dalam sebuah album musik “Bubbles of Love” atau gelembung kasih. Proses rekaman dalam album inipun, melibatkan seorang musisi kawakan tanah air - James F Sundah yang bertindak sebagai produser. James pulalah yang menemukan dua penyanyi utama, Meilody dan Aulia - serta seorang penyanyi latar Venska. Selain melatih pengisi suaranya, James juga mengisi hampir keseluruhan alat musik di album “Bubbles of Love” ini. Kerja keras akhirnya menuai hasil, setelah 3 tahun lamanya, kolaborasi antara James dan Lily ini, berhasil merilis 14 lagu dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Album ini sekaligus menjadi karya anak bangsa yang pertama kali hak ciptanya terdaftar di United States Copyright Office, yang terkenal dengan rumitnya penilaian mengenai orisinalitas sebuah lagu ataupun album musik. Selain dalam bentuk CD audio, “Bubbles of Love” juga diterbitkan dalam sebuah buku yang di rilis secara bersamaan.

“Ambilkan Bulan” adalah sebuah film fantasi musikal anak, karya sutradara pemenang FFI 2011, Ifa Isfansyah. Mengambil latar belakang daerah Karanganyar, Jawa Tenga, Film “Ambilkan Bulan” yang digagas oleh Helmy Yahya ini, menghadirkan kembali lagu-lagu anak karya Almarhun AT Mahmud. Film yang dipenuhi dengan efek animasi ini. mengisahkan petualangan seorang gadis cilik, Amelia - diperankan oleh Lana Nitibaskara. Helmy dan Mizan Production sepakat untuk mengadaptasi cerita dari Novel Ambilkan Bulan karya penulis cilik, Shara. Dalam film ini, ada sepuluh lagu ciptaan AT Mahmud yang kemudian oleh Sony Music dituangkan menjadi album “Ambilkan Bulan”. Lagu-lagu ini dinyanyikan oleh artis-artis dari Sony Musik Indonesia, seperti Sheila On 7, SHE, Judika, Astrid, /rif, Tangga, Coklat, Numata, The Changcuters, dan Superman Is Dead. Semua lagu-lagu AT Mahmud dalam film ini di aransemen kembali. Penampilan khusus dari Sheila On 7 ikut melengkapi film anak ini.
 

Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy