Ahmad Abdul Haq


AWAS PEMERKOSA DI SEKITAR KITA

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 26 Oktober 2012 21:30 WIBAWAS PEMERKOSA DI SEKITAR KITA

AWAS PEMERKOSA DI SEKITAR KITA Maraknya kasus pemerkosaan akhir-akhir ini membuat masyarakat terutama kaum wanita untuk lebih waspada. Karena pemerkosaan bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja tanpa pandang bulu. Seperti apa yang dialami oleh beberapa narasumber Kick Andy berikut ini.

Penggunaan jejaring sosial seperti facebook ternyata dimanfaatkan oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan. Sebuat saja Anggun, siswi SMP berusia 14 tahun ini menjadi korban pemerkosaan oleh teman facebooknya. Awalnya ia tidak menaruh curiga terhadap teman prianya tersebut saat diajak bertemu karena pria tersebut menunjukkan sikap yang sopan saat pertama kali bertemu.

Tapi ternyata, pada pertemuan berikutnya sang pria telah merencanakan aksi jahatnya, ia mengajak Anggun ke kontrakannya dengan memberikan janji-janji palsu. Di tempat tersebut, Anggun kemudian diberi minuman yang membuatnya tidak sadarkan diri. Saat Anggun dalam keadaan tidak berdaya, sang pria kemudian memperkosanya. Anggun sempat ditahan oleh pelaku selama satu minggu sebelum akhirnya dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.

Nasib serupa juga dialami oleh seorang ibu rumah tangga dengan nama samaran Ratna. Dini hari saat dirinya hendak berbelanja sayuran ke pasar, ia diperkosa oleh sopir angkot dan komplotannya. Ratna yang terbiasa berangkat pagi untuk berbelanja sayuran demi keperluan warungnya tidak menaruh curiga saat naik kedalam angkot. Di dalam angkot itulah Ratna kemudian diperkosa.

Hampir satu tahun telah berlalu namun Ratna masih merasakan trauma akibat pemerkosaan yang menimpa dirinya. Sampai saat ini, Ratna masih belum berani belanja keperluan warungnya ke pasar. Untuk membeli kebutuhan warungnya, ia dibantu oleh adiknya berbelanja ke pasar.

Nasib yang menimpa Izzun Nahdliyah bisa dibilang cukup tragis. Gadis berusia 25 tahun ini ditemukan tewas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Legok, Tangerang dalam keadaan yang mengenaskan. Hasil otopsi menyatakan bahwa sebelum dibunuh, anak bungsu dari 9 bersaudara ini sempat diperkosa oleh pelaku.

Harapan kedua orang tuanya untuk menyaksikan buah hati mereka wisuda sirna sudah. Sambil menitikkan airmata, Afifuddin, kakak tertuanya Izzun, bercerita mengenai sosok adiknya yang mandiri dan tidak pernah menyusahkan orang tuanya. Saat ini pihak keluarga terus berjuang untuk menegakkan keadilan bagi Izzun Nahdliyah.

Kejadian yang hampir mirip dengan Izzun, juga dialami oleh Yusni Chandra. Putri semata wayangnya, Livia Pavita Soelistio yang sempat dinyatakan hilang selama beberapa hari akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa di sebuah selokan di daerah Tangerang.

Kebahagian yang dirasakan keluarga saat Livia dinyatakan lulus hanya sesaat mereka rasakan dan berubah menjadi kesedihan yang mendalam. Apalagi saat ditemukan hasil otopsi menyatakan bahwa sebelum dibunuh, Livia dirampok dan diperkosa terlebih dahulu. Yusni tidak bisa membayangkan bagaimana tubuh mungil Livia harus melawan beberapa orang pelaku pemerkosaan dan pembunuhan atas dirinya.

Saat ini, Yusni berusaha menjalani hidupnya dengan tegar. Di mata Yusni, Livia adalah anak yang berprestasi, ia mendapat beasiswa dari kampusnya. Tidak hanya itu, ia juga anak yang aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti paduan suara, kursus musik, dll. Livia bahkan sudah memiliki penghasilan sendiri dari hasil mengajar mengajar bahasa mandarin.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy