Ahmad Abdul Haq


HARMONI ANAK BANGSA

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 04 Januari 2013 21:30 WIBHARMONI ANAK BANGSA

HARMONI ANAK BANGSA

Jika  hidup berkekurangan maka anggaplah itu  sebagai tantangan dan bukan  sebagai  hambatan. Lalu bangkitlah berjalan bersama untuk menuju tujuan hidup yang lebih baik.

Ini bukanlah  kata-kata mutiara, ini adalah  sebuah  ringkasan  dari kisah-kisah  yang  ada di  Kick  Andy On Location  kali ini.

Kisah pertama  datang  dari Kota  Semarang, Jawa Tengah. Bermula  dari pengalaman  seorang lelaki bernama  Basuki, yang mengalami  kebutaan  10 tahun  lalu, tepatnya  di saat ia  berusia 30 tahun. Penyebab kebutaannya  adalah  kondisi  syaraf di retina  yang tiba-tiba putus.

Lebih  dari setahun, Basuki  menarik diri dari dunia dan mendekam di kamar tanpa berbuat apa pun. Ia menolak bertemu dengan semua teman, sahabat, dan sanak famili. “Saya ketakutan, saya tak berani menghadapi apa pun. Tak berani menjalani hidup dalam kegelapan. Semua itu membuat saya mengunci diri di kamar selama berbulan-bulan. Saya tak melakukan apa-apa. Saya jadi manusia kalong, tidak tidur semalaman lalu tidur sepanjang hari,” katanya. Dan teman satu-satunya  dalam kegelapan itu  adalah sebuah  radio.

Masa-masa keterpurukan itu sudah dapat diatasinya kini.  Dimulai  tahun 2007  ia  bergabung  dengan  komunitas  tuna  netra, sampai kemudian  membentuk  wadah  komunitas  sahabat  mata yang  berkembang  menjadi sebuah  yayasan di  Semarang. Dan pada akhirnya  membuat  sebuah  radio. Meski banyak tantangan  dalam pembuatan radio, tapi  Basuki dan teman-temannya  terus  berjuang hingga berhasil. “Ada orang-orang  yang kontra mengatakan  bahwa upaya  kami ini menyalahi kodrat  sebagai tuna netra. Mereka  taunya  tuna  netra itu  hanya  tukang pijat,”  Papar Basuki.  Tapi apalah  arti  cibiran  orang,  jika  semangat  itu  terus dipertahankan.

Radio tetap menjadi pilihan bagi Basuki untuk berbuat sesuatu bagi sesama tunanetra yang ditampungnya untuk bersama-sama bangkit dari keterpurukkan hidup. Basuki mendirikan radio komunitas  Sahabat Mata FM atau  disingkat Radio Sama. Sama FM berdiri pada Agustus 2010 sebagai upaya Sahabat Mata membangun kepercayaan diri teman-teman tunanetra. Karena, yang paling penting untuk membuat tunanetra dan penyandang cacat lain bisa bangkit dan maju adalah adanya kepercayaan diri. Berbagai upaya yang kami lakukan di organisasi Sahabat Mata adalah dalam rangka menumbuhkan dan membangun kepercayaan diri.

Radio  sama memiliki keunikan karena semua  operator  dan penyiarnya  adalah penyandang  tuna  netra. Dengan  studio dan pemancar  alakadarnya  mereka melakukan  siaran dari  pukul  14.00  sampai dengan 21.00 WIB. Berbagai program  mereka siarkan, dari  program pendidikan anak, music, dan berbagai  muatan  yang  banyak memberi  inspirasi dan motivasi.

Yayasan Sahabat  Mata tak hanya  bergiat  di bidang  radio, tapi  juga  terus melatih banyak tuna netra secara GRATIS, dari  bidang  keterampilan  memijat, ilmu komputer, membaca Al Quran  Braille,  hingga  fotografi!  Sejumlah relawan  mahasiswa  secara berkala  membantu  mereka  untuk mempelajari  fotografi. Hebat bukan?

Kehebatan  lain ditunjukkan oleh  warga  desa  Sari Mukti, kecamatan Pasir Wangi,  Garut, Jawa Barat.  Sebagian besar warga Desa Sarimukti, Garut, Jawa Barat, merupakan petani yang tidak memiliki lahan atau hanya memiliki lahan sempit saja. Banyak dari mereka  bekerja sebagai buruh tani. Sebelum tahun 2003, hanya terdapat kurang dari sepuluh persen warga desa Sarimukti yang lulus sekolah dasar,  bahkan  saat  itu  tak ada satupun  yang lulusan  SMP atau  sederajat. Desa ini  sempat tak memiliki  seorang  kepala desa, akibat  tak  ada  satu  orang pun yang lulusan  SMP, sesuai dengan persyaratan  yang  berlaku.

Desa ini memang terletak di daerah yang agak terpencil. Adanya biaya transportasi, buku, dan seragam membuat sekolah hanya terbatas untuk golongan orang kaya saja di desa ini. Selain itu, ada juga tuntutan sosial bagi anak-anak remaja untuk mulai bekerja membantu keluarga, atau menikah dan memiliki anak. Dalam banyak kasus, pendapatan yang diperoleh seorang anak kecil pekerja buruh tani merupakan bagian yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup keluarga.

Tahun 2003  adalah tahun kebangkitan bagi  warga  Sari Mukti, di tahun itu secara  bergotong-royong warga desa dan  Serikat Petani  Pasundan  membangun  sebuah  sekolah  sederajat  SMP. Mereka juga  bekerja sama dengan sebuah pesantren dan mendirikan sekolah  Madrasah Tsanawiyah gratis  yang diberi nama  Mts Sururon. Saat ini, jumlah siswa di MTs sururon telah mencapai 218 siswa dengan melibatkan 22 tenaga pengajar termasuk staf Tata Usaha (TU). Semua siswa tidak dikenakan biaya sama sekali.

Kehebatan  lain warga desa ini  adalah selalu mengedepankan sikap  gotong-royong  dalam  mencapai  tujuan bersama. Selain  sekolah, mereka  juga  bekerja sama  dalam membangun sebuah  Masjid. Setiap akhir pekan sekitar  100 – 200 orang  warga  desa Sari Mukti  melakukan  kerja bakti  dengan menjadi buruh cangkul. Mereka mendedikasikan  upah  buruh  mencangkul  itu  bagi pembangunan  masjid  di  desa nya. Sudah  lebih dari  3 tahun mereka melakukan  kerja bakti  seperti  itu. Dan  perlu  waktu  sekitar  1,5 tahun lagi  mereka  menjadi  kuli cangkul  massal, agar  Masjid itu benar-benar  berdiri.

Inilah  kisah-kisah  tentang  keindahan  harmoni  anak-anak  bangsa  di negeri ini.  Tentang bagaimana  sebuah  rintangan  menjadi  ringan  ketika  dikerjakan secara  bersama-sama.  Tercipta  banyak  keceriaan dan   keharuan  ketika  Kick  Andy  datang  langsung menyambangi  mereka  di  lokasi  masing-masing.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy