Sumber: Kick Andy.com
|
|
Jumat, 06 Desember 2013 21:30 WIB
Masyarakat, budaya, dan hutan adat adalah sebuah ekosistem penting di tanah Papua. Hutan berfungsi sebagai pemelihara integritas budaya masyarakat lokal, hutan sebagai sumber mata pencaharian dan penghidupan masyarakat. Intinya hubungan mitos, budaya maupun ekonomi masyarakat Papua tidak terlepas dari hutan. Agustinus Kanki Balagaize, dan sejumlah anggota marganya menyadari, bahwa bagi mereka hutan bukanlah hutan alam semata, tapi sebuah warisan turun temurun yang harus terus lestari. “Jangan beri air mata, tapi beri anak cucu kita mata air," tegasnya. Kalimat sang tetua itu, memiliki makna yang sangat dalam dan menunjukkan adanya kesadaran bahwa hutan lestari akan sanggup memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak, cucu, cicit, dan generasi -generasi selanjutnya. Kemudian marga Balagaize pun sepakat untuk melakukan pengelolaan hutan adat secara mandiri di lahan seluas 4500 hektar. Kegiatan pengelolaan hutan ini dimulai dengan pembuatan sebuah koperasi bernama; Mo Make Unaf. Koperasi didirikan sebagai bentuk dari kebersamaan warga dalam mengelola hasil hutan adat mereka. Areal konsesi mereka terletak di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua. Sementara itu di belahan Papua lainnya, Kick Andy bertemu dengan tokoh pejuang lingkungan, Marshall Suebu. Menurut Marshall, pesatnya perkembangan jaman dan bertambahnya jumlah penduduk, mampu menimbulkan pengaruh negatif terhadap kelestarian alam terutama di wilayah Danau Sentani dan wilayah cagar alam lainya seperti hutan pegunungan Cycloop. Maka kemudian, Marshal, melakukan sebuah terobosan untuk menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Meski awalnya upaya Marshal banyak menerima cemooh dari masyarakat sekitarnya, namun dengan tekad dan kemauan yang keras, ia mampu membuktikan bahwa itikad baiknya itu akan mampu memperbaiki kerusakan yang ada. Ia melakukan banyak kegiatan yang dimulai melakukan pembibitan tanaman di sekitar desa. Di tahun 2001, ia bersama beberapa orang teman langsung mendirikan sebuah sekolah alam untuk berbagi pengetahuan tentang lingkungan. Sekolah itu bernama Sekolah Alam Hirosi. Ia juga mengajak generasi muda untuk mau peduli kepada lingkungan dengan mengembangkan club pencinta alam yang beranggotakan pelajar hingga mahasiswa di jayapura. Sampai sekarang, sekolah alam yang berlokasi diantara pegunungan Cycloop dan danau Sentani ini, terus melakukan penghijauan tanaman di sekitar pegunungan. Mereka terus menjaga hijaunya hutan sekaligus sumber mata air yang penting bagi kelangsungan masyarakat Sentani, Jayapura dan sekitarnya. Selain menjaga alam, dua kelompok masyakarat pencinta lingkungan ini juga melestarikan adat dan budaya tanah Papua. Tak heran jika selama kunjungan di sana, Host Kick Andy selalu mendapat sambutan dengan adat dan budaya yang sangat menarik. |
Tag: Kliping Media, Kick Andy |