Ahmad Abdul Haq


MENJAHIT ASA BERSAMA MUSIK BAMBU

Back | Up | Next

 

Sumber: Kick Andy.com

 

 
Jumat, 02 Mei 2014 20:05 WIBMENJAHIT ASA BERSAMA MUSIK BAMBU

MENJAHIT ASA BERSAMA MUSIK BAMBU

Menumbuhkan harapan dan bermanfaat bagi banyak orang, adalah prinsip hidup dua pejuang kehidupan yang disambangi Kick Andy On Location episode kali ini. Dua kisah inspirasi dan semangat berbagi kepada sesama itu berasal dari Sampit Kalimantan Tengah dan Cimahi Jawa Barat.

Keprihatinan seorang Umar Husein terhadap kemiskinan yang melanda daerahnya, membuat laki-laki keturunan Madura kelahiran Parebok Sampit Kalimantan Tengah ini, tergerak untuk memberdayakan mereka. Berbekal ilmu menjahit yang dipelajarinya di Surabaya setelah tamat dari pesantren, Umar Husein memutuskan pulang ke tanah kelahirannya. Bermodal sebuah mesin jahit dan mesin obras yang dibelinya dari uang tabungan saat bekerja di sebuah konveksi selama 2 tahun, Umar mulai proaktif mencari murid. Umar tak segan berbagi dan menularkan seluruh ilmunya. Tak hanya itu, ia juga tak segan berbagi rezeki order menjahit pada penjahit lain.

Padahal secara fisik, Umar adalah orang yang terlahir dengan satu kaki tidak sempurna. Bersenjatakan sepeda ontel, Umar gigih mencari murid ke sejumlah daerah di sekitar desanya atau sekedar berbagi pesanan. Jatuh dari sepeda di sepanjang jalan rusak di kawasan pinggiran Sampit saat berburu murid, adalah makanan sehari-harinya. Namun hingga saat ini, Umar telah memberikan jalan keluar dari kemiskinan dan pengangguran bagi 11 orang yang mau belajar padanya.

Menjalani karir sebagai manajer di sejumlah perusahaan juga tidak lantas membuat Adang Muhidin bisa menikmati hidup sepenuhnya. Adang pernah menjadi manajer R&D di sebuah anak perusahaan Bayer di Jerman, manajer teknik di perusahaan logam di Bogor dan Bandung. Namun semuanya tidak pernah bertahan lama. Banyaknya realitas bahwa banyak anak muda pengangguran yang ditemuinya hampir setiap hari, selalu mengusik nuraninya.

Pada akhirnya, Adang memutuskan untuk keluar dari zona nyamannya. Dipilihnya menekuni dunia bambu, yang dianggapnya sebagai pelampiasan atas rasa kecewanya karena bambu dianggap sebagai bahan baku remeh tiada berharga. Banyak perajin bambu tak bisa terangkat perekonomiannya karena pandangan tersebut. Padahal selama hidup di bumi Eropa selama kurang lebih 4 tahun, bambu selalu dilihatnya sebagai sebuah bahan yang mulia dan bernilai seni serta ekonomi tinggi.

Pada akhirnya, cara menaikkan derajat bambu yang muncul di benaknya adalah melalui musik bambu. Diciptakannya beragam alat musik berbahan dasar bambu dengan desain yang unik menarik dan inovatif. Mulai dari alat musik petik, tiup, pukul dan gesek. Komunitas dan grup musik bambu, adalah langkah cerdas Adang berikutnya. Seperti apakah kreasi dan inovasi musik bambu ala Adang Muhidin beserta Indonesian Bamboo Community dan grup The Bamboo Essential? Jangan lewatkan Kick Andy On Location kali ini.


Kick Andy: Home • The Show • Special • Andy's Corner • Foundation • Recommended Book • Andy's Friend • Andy's Team • About

Tag: Kliping Media, Kick Andy