
Nama : ZULHARMANS
Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat, 14 Desember 1933
Agama : Islam
Pendidikan : -SR (1946) dan SMP (1950), Bukittinggi
-SMA, Medan (1953)
-FH UI (tingkat IV, 1964)
-Lemhanas (1978)
Karir : -Redaksi, kemudian Pemred, majalah Dunia Film (1954- 1957)
-Pemred Harian Minggu (1958-1960)
-Wakil Pemred, kemudian Pemimpin Umum harian KAMI (1966-1974)
-Direktur PT Industri dan Perbekalan Pers (1968-sekarang)
-Dirut PT Perfin (1976-1985)
-Anggota Dewan Film Nasional (1977-sekarang)
-Pemimpin Umum/Pemred harian Empat Lima (1977)
-Pemimpin Umum Berita Minggu & Film (1981-sekarang)
-Sekjen SPS Pusat
-Presiden Konfederasi Wartawan ASEAN (1983-1985) Ketua Umum PWI Pusat (1983-sekarang)
-Pemred Harian Ekonomi Neraca(1985-sekarang)
Kegiatan Lain : -Anggota DPR/MPR (1982-sekarang)
-Ketua Departemen Penerangan, Penerbitan, dan Mass Media DPP Golkar (1983-sekarang)
Alamat Rumah : Jalan Cempaka Putih Tengah 47, Jakarta Pusat Telp: 412837
Alamat Kantor : Jalan Veteran II/7E, Jakarta Pusat Telp: 346769
|
|
ZULHARMANS
Tampil dalam acara syukuran dengan terpilihnya ia sebagai Ketua Umum PWI Pusat, Zulharmans mengaku bahagia. Tugas barunya itu membuatnya tetap dekat dengan rekan wartawan. "Rasanya sekarang saya bekerja tidak di tempat yang asing," katanya. Sebelumnya, ia memang berada di tempat "lain": Direktur Utama PT Peredaran Film Indonesia (Perfin).
Satu di antara tugas berat Zulharmans selaku Ketua Umum PWI adalah WTS alias wartawan tanpa surat kabar. Dan menghadapi kelompok itulah. Lainnya: mengimbau masyarakat agar hanya melayani wartawan anggota PWI, dan mengikis budaya "amplop" yang merusakkan citra wartawan Indonesia.
Sebagai wartawan, sarjana muda Fakultas Hukum UI ini menonjol ketika turut memimpin harian Kami, 1966-1974. Mulanya ia Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab, kemudian Pemimpin Umum/Penanggung Jawab. Karier menulis dirintisnya sejak di bangku SLA di Medan, lalu memantapkan diri lewat majalah Pembimbing, diteruskan sebagai redaktur ruang kebudayaan Genta harian Merdeka, dan redaktur majalah Dunia Film.
Joe -- panggilan akrab Zul yang lain -- sejak 1968 juga menjabat Direktur PT Industri dan Perbekalan Pers (Inpers). Di PT Perfin ia mengaku berusaha membangun sistem dan struktur ekonomi film nasional, "Agar jangan sampai terhimpit oleh film-film Barat."
Putra keenam dari tujuh bersaudara ini di masa mudanya banyak menulis cerita pendek dan naskah drama. Antaranya muncul di majalah Roman dan majalah Merdeka. Ada rencana membukukannya bersama karangan Teror di Nusantara (bertema G-30-S/PKI). Tapi, kegiatannya sebagai kolomnis tampak terhenti sejak 1976. Maklum, ia cukup repot. Sambil memimpin surat kabar Berita Minggu & Film, Bang Zul disibukkan pula oleh kedudukannya sebagai anggota DPR/MPR, pengurus Golkar, Sekjen Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS), dan Presiden Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ). Sejak September 1985 ia menjadi pemred harian ekonomi Neraca.
Olah raganya lari pagi. Ia juga menggemari sepak bola dan bulu tangkis. "Alhamdulillah, saya tak pernah sakit," ujar Zulharmans (ini cara Zul yang lain menuliskan namanya). Ia menikah dengan Rusni M.D., dan dikaruniai empat anak.
|