Bebas dari Patriarkhisme Islam - JIL Edisi Indonesia
Halaman Muka
Up

 

Diskusi
19/11/2010

Bebas dari Patriarkhisme Islam

Oleh Redaksi

Diskusi Bulanan Jaringan Islam Liberal
“Bebas dari Patriarkhisme Islam”
Narasumber: Ulil Abshar-Abdalla dan Maria Ulfa Anshar
Moderator: Taufik Damas
Selasa, 30 November 2010, Pukul 19.00 - 21.00
Teater Utan Kayu, Jl. Utan Kayu, 68-H, Jakarta

Kenyataan sosiologis masyarakat muslim masih menggambarkan diskiriminasi terhadap perempuan. Perempuan sering dijadikan obyek eksploitasi dan kekerasan di dalam keluarga atau di tengah masyarakat. Pasca reformasi, geliat penerapan syariat Islam di beberapa wilayah di Indonesia menjadi semacam ancaman bagi kaum perempuan karena korban pertama dari penerapan syariat Islam adalah perempuan. Dari segi pakaian, misalnya, mereka akan dipaksa memakai pakaian yang dianggap sesuai dengan syariat Islam.

Hingga saat ini perempuan harus menyingkir dari tempat ibadah ketika mereka sedang menstruasi. Mereka dianggap tidak layak jadi pemimpin karena kekurangan nalar. Dalam keluarga, pemimpin adalah laki-laki dan bukan perempuan. Tidak sedikit teks-teks agama yang mengesankan sikap tidak bersahabat (misoginis) terhadap perempuan.

Bagaimana latar belakang sejarah lahirnya teks-teks keagamaan yang “melecehkan” perempuan? Budaya macam apa yang mempersilakan perempuan, sebagai manusia, didiskriminasi dan dieksploitasi? Mengapa agama terlampau bersemangat membedakan perlakuan terhadap laki-laki dan perempuan? 

19/11/2010 | Diskusi | #

Komentar

Komentar Masuk (11)

(Tampil maks. 5 komentar terakhir, descending)

Aku perempuan muslimat. Aku sepenuhnya membenarkan dan tunduk pada syariat Islam, yang semua syariatnya adalah mulia. DitakdirkanNya aku sebagai pemeluk Islam adalah setinggi-tingginya nikmat yang teramat kusyukuri. Maka tak sepantasnya aku mengkritik dan protes terhadap apa yang telah menjadi ketetapan Allah di Al-Quran dan petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku untuk Allah semata. Tiada sekutu bagiNya.

Posted by Ummu Nisa  on  11/22  at  07:49 PM

askum
salam kenal semua
Islam menurut keyakinan saya bukanlah agama tapi wahyu ilahi yg disampaikan pada muhammad untuk umat manusia dan qur’an sebagai pedomanya dan muhammad sebagi contoh pelaksanaanya.
Jika tuhan sendiri yg mengatur, apakah anda mau melawan? siapa yg lebih tau tentang anda? anda sendiri atao tuhan?
sekarang ini banyak pendapat ulama yg dijadikan patokan kemuadian jadi tradisi, apakah tuhan membatasi kreatifitas perempuan? apakah yuhan merendahkan perempuan? apakah tuhan mengharuskan perempuan pake cadar dan pakean abaya serba hitam? itu semua pendapat ulama yg mentradisi turun temurun. dan harus kita sadari bahwa kita lebih bayak dibentuk oleh kebiasaan daripada oleh pemahaman.
ikhwan&akhowat;, islam diturunkan pada manusia hidup kerna manusia dicipta tuhan untuk jadi kholifah dibumi. so wajar jika yuhan ngasi wahyu buat kita agar jalan kita lurus.
wassalam

Posted by udin  on  11/22  at  11:29 AM

1. Menghilangkan diskriminasi kepada wanita bukan berarti dunia akan dipimpin wanita atau milik wanita.
2. Pria yang CERDAS tidak akan memperbudak wanita dengan alasan DALIL apapun.Pria yang CERDAS logikanya akan mendapat wanita/istri yang CERDAS juga karena wanita CERDAS tidak akan mau terikat dengan DALIL2 yg diciptakan untuk melindungi pria yang TIDAK CERDAS, pria yang tidak memiliki RASA PERCAYA DIRI.
2. Wanita CERDAS tidak akan, menginjak laki2 karena wanita CERDAS tahu mana HAK dan KEWAJIBANnya yang sudah ditentukan ALLAH.Hati Nuraninya akan menuntun secara otomatis, mana kewajiban yang sesungguh ditentukan ALLAH. Contoh : Wanita tahu bhw dia lah yang harus mengandung, melahirkan dan menyusui anaknya, wanita tidak akan pernah menuntut pria untuk hal tersebut.Itulah “ naluri “ kebenaran yang diberikan Allah.
3. Wanita CERDAS tahu bhw pemimpin keluarga adalah seorang suami/pria, tapi manakala suami membutuhkan bantuan/pertolongan dengan rela istri yang CERDAS akan membantu suaminya untuk mencari nafkah, misalnya.
4. Wanita yang CERDAS tahu menjaga MARTABAT dirinya maupun suaminya.
5.Wanita CERDAS akan berpakaian dengan sopan sesuai jamannya, tidak melanggar etika kesopanan tetapi tidak juga menganggap dirinya adanya penggoda syahwat pria yang harus ditutupi.
5. Wanita yang CERDAS tahu bahwa kebahagiaan keluarga adalah apabila ada kesetaraan sebagai manusia, dimana suami dan istri saling menghargai, saling membantu, saling berbagi untuk mendidik putera/puteri mereka menjadi anak2 yang “ CERDAS “.
6. Wanita CERDAS akan mengisi dirinya dengan ilmu pengetahuan karena wanita CERDAS tahu dirinya diberi AKAL oleh ALLAH.
7.Mendiskriminasi wanita karena sedang menstruasi pada jaman sekarang adalah tidak bijaksana, karena mens bukan PENYAKIT. Ilmu pengetahuan membuktikan bhw mens adalah rontokan dari sel pada dinding rahim yang tidak mengalami pembuahan.
8.Mens tidak menyebabkan KOTOR, karena Allah memberikan manusia AKAL untuk menciptakan pembalut, bahkan sekarang wanita tetap dapat berenang meskipun dalam kondisi mens.
9. Terlalu menyakitkan bagi kami wanita sbg ciptaan Allah yang melahirkan para pria juga dianggap seperti KELEDAI, disejajarkan dengan ANJING HITAM, berotak hanya separuh laki-laki dan sebagai penghuni (mayoritas) NERAKA.Bagaimana kita bisa menghina ALLAH dg keyakinan bhw ALLAH yg “ MAHA “ akan menetapkan aturan tersebut.
10. Kalau pria mengakui bahwa wanita BODOH bagaikan KELEDAI, berarti pria mengakui dilahirkan wanita2(ibu) BODOH, mempunyai istri BODOH dan akan melahirkan anak2 BODOH dari wanita BODOH.

Saya selalu berdoa kepada ALLAH semoga ALLAH mau menCERDASKAN kita semua.

Posted by Electra Larissa  on  11/22  at  09:52 AM

Kapan JIL akan mengadakan diskusi di Bandung ?, saya termasuk penganut paham Pluralis yang menjadi salah satu ciri dari JIL, meskipun saya menjadi seorang Pluralis karena saya pernah menganut salah satu agama lain selain Islam, dan itupun bukan karena dibimbing oleh seseorang, tapi karena pencarian diri sendiri saja…

Posted by wisnu krisna  on  11/21  at  09:39 PM

tatanan sosial zamn kt dg rosul jls jauh beda...secara alami diakui/tdk pria memang di seting menjadi pemimpin,baik di dlm rmh tangga atau yg lain,hal serupa jg trjd di dunia barat..islam datang mengakomodir bdy tsb kendati trs merekonstruksi bdy tsb menjd lbh baik sesuai karakter islam yg selalu mengadakan perubahan scr brthp(alqran diturunkan brthp).kl modernisasi menuntut prmpuan menjd pemimpin sy rasa islam jg akan mengakomodir dg catatan tdk meninggalkan tugas alamiahny,melahirkan,menyusui dll.kl pelaksanaan perda itu bkn mslh islam sbg agama,itu mslh politik.

Posted by Elmu'min  on  11/21  at  02:04 PM

comments powered by Disqus


Arsip Jaringan Islam Liberal ini dipersembahkan oleh Ahmad Abdul Haq